Ada banyak pengalaman berkesan sepeninggal Papa dan Mama. Sungguh terasa sekali walaupun Papa dan Mama itu sudah tidak ada lagi bersamaku dan Mas Eko. Sungguh, dengan izin Allah, masih terasa kalau Papa dan Mama itu ‘membersamai’ aku dan Mas Eko ‘dari sana’.
Setiap bertemu orang dan orang tersebut mengetahui kalau aku adalah putri kedua Papa dan Mama, maka beliau-beliau itu pasti mengatakan kalau Papa dan Mama adalah sahabat baik mereka. Sampai-sampai aku jadi bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya sahabat Papa dan Mamaku itu ada berapa sih? Kok beberapa kali bertemu orang, mereka selalu mengatakan jika mereka adalah sahabat Papa dan Mama. Selanjutnya, banyak kemudahan yang mengiringi perjalanan hidup kami melalui orang-orang yang Allah hadirkan tersebut.
Pelajaran berharga yang bisa aku petik adalah ‘jika kita mempunyai banyak sahabat maka hidup akan terasa lebih indah.’ Alhamdulillah, sampai saat ini, aku sudah menerapkan didikan Papa dan Mama ini, banyak sahabat yang ada di sekelilingku dan keluarga. Orang-orang baik yang luar biasa yang Allah kirim untuk membersamai hidup kami.
Walau Papa dan Mama sudah tidak membersamaiku dan mas Eko lagi tetapi sungguh Allah mencukupi semua kebutuhan kami. Allah menolong dan mendidik kami sehingga dapat melalui kehidupan tanpa Papa, Mama, dan adik Erry dengan baik dan penuh kemudahan.
Saat berkuliah, karena IPK-ku memenuhi syarat, oleh sahabat-sahabat Papa (dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia seperti almarhum Pak Totong, Bu Farisa, almarhum Pak Murdiman, almarhum Pak Khatib, almarhum Pak Imam Koermen, almarhum Pak Roestamadji, dan yang lainnya), aku diajukan sebagai calon penerima beasiswa TID (Tunjangan Ikatan Dinas) dari Dikti. Aku diminta untuk mengurus kelengkapan berkas lainnya seperti surat keterangan kelakuan baik dan yang lainnya. Alhamdulillah, setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya aku lolos seleksi. Kuliahku dibiayai hingga lulus.
Luar biasanya lagi, tidak lama setelah wisuda, aku langsung mendapat SK CPNS, menjalani Pra-Jabatan dan akhirnya mendapat SK PNS di tahun 1994 dan ditempatkan di prodi D2-PGSD FIP IKIP Surabaya. Sekarang sudah menjadi prodi S1 PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Jadi, aku nggak bisa jika diminta berbagi cerita pengalaman mengikuti tes CPNS kepada teman-teman, lha wong aku sendiri tidak pernah merasakan sama sekali hebohnya ikut tes CPNS karena jalurku kan jalur ‘ngglundung’/meluncur kayak jalan tol saja. Alhamdulillah, hadza min fadli Robbi (semua karunia Allah saja) dan karena kebaikan-kebaikan yang telah Papa dan Mama tanam selama hidup.
Kreator : Maryam Damayanti Payapo
Comment Closed: 4. Banyak Sahabat, Dunia Terasa Indah
Sorry, comment are closed for this post.