Mereka bertiga bersahabat. Buat Nava mendingan pake cara merosot dan sampe bawah dengan celana robek, dari pada guling-guling kaya bola gelundung dari atas. Della beda cerita. Dia ngerasa jadi tamu undangan di setiap perdebatan. Auto masuk, nggak pernah mau diam duluan. Buatnya, diem berarti kalah. Era yang paling kasihan. Anaknya panikan, tapi sok jadi penengah. […]
Chapter 12: Yang Nyaris Tak Terdengar Tidak semua pelajaran di kelas diakhiri dengan suara bel. Seperti hari ini, ia datang lebih pelan, bahkan nyaris tanpa tanda. Hanya derit kursi yang digeser atau kertas jurnal yang dibuka setengah malas. Sementara wajah-wajah siswa yang duduk rapi seolah tidak ingin menunggu apapun yang perlu dibicarakan. Namun, dari […]
Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur saat Winar mengencangkan tali sepatunya. Suasana hening pagi itu hanya dipecahkan oleh suara sisa-sisa embun yang jatuh dari daun-daun di halaman rumah. Setelah menunaikan salat Subuh, ada ketenangan yang sempat singgah di hatinya, meski pikirannya tetap melayang pada satu nama: Eva. Hatinya bimbang dan penuh tanda tanya atas […]
Ada satu jenis hening yang tipis tapi sebenarnya bising banget di dalam kepala. Buat Eva, hening itu mulainya tepat dua hari lalu. Sebagai seorang guru—oke, sebut saja pengajar muda yang sehari-hari menghadapi riuhnya anak-anak—Eva biasanya paling jago mengelola emosi. Dia tahu kapan harus bersuara tegas, kapan harus melempar senyum menenangkan. Tapi kalau urusannya sudah […]
Dunia Eva rasanya kayak runtuh pas tahu kalau Priyan, cinta monyet sekaligus cinta pertamanya, ternyata main belakang. Sakitnya tuh bukan main, guys. Bayangin aja, janji mau bareng-bareng terus, eh malah kandas gara-gara pengkhianatan yang nggak banget. Tapi, Eva bukan tipe cewek yang bakal berlarut-larut dalam kegalauan unfaedah. Setelah sempat mengurung diri dan menghabiskan stok tisu […]
Dunia SMA itu ibarat panggung sandiwara yang naskahnya ditulis sama takdir yang lagi moody. Di SMA Pelita Bangsa, semua orang tahu siapa Priyan—si cowok tenang dengan sorot mata yang sulit dibaca—dan semua orang tahu siapa Lily, si ketua geng “The Roses” yang punya pengaruh sekuat magnet. Tapi, ada satu bab rahasia yang terkunci rapat dari […]
Dua tahun itu ternyata bukan waktu yang sebentar, tapi kalau urusan perasaan, waktu kadang suka main kucing-kucingan. Sekarang, Eva bukan lagi bocah SMP yang hobi kuncir dua asal-asalan. Dia sudah jadi siswi SMA. Gadis remaja yang cantik alami walaupun tidak memakai skincare seperti teman-teman lainnya. Waktunya begitu padat digunakan untuk belajar dan sibuk dengan urusan […]
Udara siang itu terasa gerah, menempel di kulit sejak bel istirahat berdentang. Matahari mulai tegak di atas atap seng, membuat napas terasa lebih berat dari biasanya. Riuh suara siswa pecah di mana-mana. Beberapa berlari menuju kantin, sebagian duduk bergerombol di depan kelas. Hanya segelintir yang memilih bertahan di lapangan, tempat sepatu-sepatu beradu dengan lantai semen […]
Chapter 10: Ruang yang Tak Pernah Netral “Selamat ya, Pak Fik!” ucap Pak Irfan sambil menepuk bahuku ringan. “Wah, kelasnya rame, euy.” “Terima kasih, Pak.” aku tersenyum. Namun entah mengapa, dadaku terasa mengempis. Keputusan yang diumumkan menjelang penutupan rapat kerja tadi memang tidak disertai tepuk tangan, tidak pula disambut gumam ramai. Nama-nama itu dibacakan satu […]