Sampai sekarang, aku tak putus bersyukur punya Papa yang keren. Kalau melihat orangnya dan asal daerahnya, semua orang pasti tak mengira jika engkau adalah Ayah yang lembut hati dan peka perasaannya. Aku masih mengingat dengan jelas, betapa Papa selalu men-support-ku dalam melakukan semua hobiku. Baik hobi membaca, menyulam, maupun merajut. Saat aku masih duduk di kelas III sekolah dasar, aku sudah menjadi murid merajut Eyang Dibyo, tetangga sebelah rumah saat masih tinggal di Wonokitri Gang Buntu Surabaya.
Waktu kelas VI sekolah dasar, aku sudah bisa merajut taplak, syal, bahkan tas cangklong. Kotak keterampilan tanganku semakin penuh dengan hadirnya beberapa gelondong benang ‘Siyet’ beraneka warna plus jarum hakpennya dalam berbagai ukuran. Siapa lagi yang memanjakan aku dengan beberapa hobiku ini kalau bukan Papa.
Masih aku ingat dengan jelas, betapa Papa selalu mau kerepotan di sela jam mengajar. untuk membelikan benang siet di toko kerajinan Kinglon di Jalan Embong Malang. Sekarang, toko itu sudah pindah ke Jalan Bubutan. Namanya juga sudah berganti menjadi Toko Kurnia.
Suatu hari, saat aku sedang mengikuti jam ekstrakurikuler, Papa datang ke sekolah. Waktu itu, aku sedang menyelesaikan rajutan tas selempangku. Warna yang aku pilih adalah coklat tua untuk menjadi warna paling dasar. Lalu di atasnya, aku lanjutkan dengan benang warna merah maroon. Bagian paling atas, benang warna krem yang aku pilih untuk melengkapi dua warna yang lain.
Hari itu, benang warna krem tinggal sedikit. Akhirnya, aku bertahan merajut dengan benang yang tersisa. Di saat yang bersamaan, terlihat Papaku dengan santai melangkah membelah halaman sekolah menuju ke ruang kelas VI. Saat itu, aku sedang duduk merajut bersama teman-teman. Demi mendengar teriakan teman-teman, aku pun segera menoleh dan tersenyum lebar. Ternyata, Papaku yang keren ini sedang berdiri dengan gagah di luar ruang kelas sembari mengangkat tangan kanan yang ternyata membawakan sebuah kantong plastik kresek berisi tiga benang siet warna krem dan dua benang warna coklat tua untukku. Jumlah benang yang cukup untuk menyelesaikan rajutan tas yang sedang aku buat. Masha Allah. Sungguh Papa begitu berarti bagiku, terutama atas support untuk semua hobi dan passion-ku ini.
Akhirnya, tas selempang itu pun selesai kurajut. Papa pun tampak tersenyum senang demi melihat aku tertawa riang saat menunjukkan hasil karyaku pada Mama di rumah. Lalu, Mama yang membantu menyempurnakan dengan melapisi bagian dalam tas menggunakan kain errow warna hitam. Hemmm, jadilah tas cangklong yang simple tetapi cantik hasil karyaku sendiri. Paa dan Maa, terima kasih untuk semua kasih sayang dan perhatian kalian padaku dan passion-ku ini. Sungguh, apa yang kalian lakukan dan berikan untukku, teramat berarti.
Kreator : Maryam Damayanti Payapo
Comment Closed: 9. Engkau Pun Keren Men-support Hobbi Merajutku
Sorry, comment are closed for this post.