KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » 9. Engkau Pun Keren Men-support Hobbi Merajutku

    9. Engkau Pun Keren Men-support Hobbi Merajutku

    BY 20 Nov 2024 Dilihat: 139 kali
    Cerita tentang Kami_alineaku

    Sampai sekarang, aku tak putus bersyukur punya Papa yang keren. Kalau melihat orangnya dan asal daerahnya, semua orang pasti tak mengira jika engkau adalah Ayah yang lembut hati dan peka perasaannya. Aku masih mengingat dengan jelas, betapa Papa selalu men-support-ku dalam melakukan semua hobiku. Baik hobi membaca, menyulam, maupun merajut. Saat aku masih duduk di kelas III sekolah dasar, aku sudah menjadi murid merajut Eyang Dibyo, tetangga sebelah rumah saat masih tinggal di Wonokitri Gang Buntu Surabaya.

                    Waktu kelas VI sekolah dasar, aku sudah bisa merajut taplak, syal, bahkan tas cangklong. Kotak keterampilan tanganku semakin penuh dengan hadirnya beberapa gelondong benang ‘Siyet’ beraneka warna plus jarum hakpennya dalam berbagai ukuran. Siapa lagi yang memanjakan aku  dengan beberapa hobiku ini kalau bukan Papa.

                     Masih aku ingat dengan jelas, betapa Papa selalu mau kerepotan di sela jam mengajar. untuk membelikan benang siet di toko kerajinan Kinglon di Jalan Embong Malang. Sekarang, toko itu sudah pindah ke Jalan Bubutan. Namanya juga sudah berganti menjadi Toko Kurnia. 

                     Suatu hari, saat aku sedang mengikuti jam ekstrakurikuler, Papa datang ke sekolah. Waktu itu, aku sedang menyelesaikan rajutan tas selempangku. Warna yang aku pilih adalah coklat tua untuk menjadi warna paling dasar. Lalu di atasnya, aku lanjutkan dengan benang warna merah maroon. Bagian paling atas, benang warna krem yang aku pilih untuk melengkapi dua warna yang lain. 

                     Hari itu, benang warna krem tinggal sedikit. Akhirnya, aku bertahan merajut dengan benang yang tersisa. Di saat yang bersamaan, terlihat Papaku dengan santai melangkah membelah halaman sekolah menuju ke ruang kelas VI. Saat itu, aku sedang duduk merajut bersama teman-teman. Demi mendengar teriakan teman-teman, aku pun segera menoleh dan tersenyum lebar. Ternyata, Papaku yang keren ini sedang berdiri dengan gagah di luar ruang kelas sembari mengangkat tangan kanan yang ternyata membawakan sebuah kantong plastik kresek berisi tiga benang siet warna krem dan dua benang warna coklat tua untukku. Jumlah benang yang cukup untuk menyelesaikan rajutan tas yang sedang aku buat. Masha Allah. Sungguh Papa begitu berarti bagiku,  terutama atas  support untuk semua hobi dan passion-ku ini.

                    Akhirnya, tas selempang itu pun selesai kurajut. Papa pun tampak tersenyum senang demi melihat aku tertawa riang saat menunjukkan hasil karyaku pada Mama di rumah. Lalu, Mama yang membantu menyempurnakan dengan melapisi bagian dalam tas menggunakan kain errow warna hitam. Hemmm, jadilah tas cangklong yang simple tetapi cantik hasil karyaku sendiri. Paa dan Maa, terima kasih untuk semua kasih sayang dan perhatian kalian padaku dan passion-ku ini. Sungguh, apa yang kalian lakukan dan berikan untukku, teramat berarti.

     

     

    Kreator : Maryam Damayanti Payapo

    Bagikan ke

    Comment Closed: 9. Engkau Pun Keren Men-support Hobbi Merajutku

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021