KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Airmata

    Airmata

    BY 08 Des 2022 Dilihat: 227 kali

    Penulis : Kak Dicky (Member KMO Alineaku)

    Saat itu masih pagi. Aku melihat rekan kerjaku terlihat sedih. Tommy, namanya.  Namun ia sadar aku sedang memperhatikannya. Tapi dengan cepat ia mengusap air matanya, seolah tidak terjadi sesuatu. Mungkin ia tidak mau ada yang mengetahui masalahnya. Mungkin. 

    Aku mencoba untuk bertanya akan tetapi karena jam kerja sudah dimulai maka aku tunda niat itu. Mencoba menanyakan saat makan siang nanti saja. 

    Mungkinkah Tommy memiliki masalah sehingga sampai membuatnya begitu sedih hingga mengeluarkan air mata?

    Singkat cerita setelah waktunya jam istirahat telah tiba.  Aku berinisiatif untuk mengajaknya makan bersama sekaligus menghibur dan mencarikan solusi. Siapa tahu Tommy memerlukan tempat curhat untuk menyelesaikan masalahnya yang telah dihadapinya.

    “Tom, bagaimana jika kita makan siang bersama,” ajakku saat itu.

    “Tidak perlu, Kawan! Aku hari ini sedang puasa,” jawab Tommy.

    “Jangan berbohong! Ayo nanti aku traktir,” ajakku kembali.

    “Tidak perlu repot-repot!” tolak Tommy.

    “Marilah, Kawan, jangan menolak! Dan  jika kau punya masalah cerita saja kan. Bukankah kita sahabat,” pangkasku.

    “Baiklah, Kawan!” jawab Tommy

    “Nah seperti itu! Ayo kita ke kantin,” ajakku.

    Setelah sampai di kantin, aku kembali melihat tatapan mata Tommy seperti tidak bisa menahan kesedihan. Aku berpikir bila ia sedang memikirkan sesuatu. Hingga ia hari ini tidak fokus bekerja.

    Akhirnya aku mencoba untuk memberanikan diri bertanya padanya agar bisa mengurangi kesedihan yang Tommy pendam sendiri. Tapi ia masih mengelak dengan mengatakan tidak ada yang terjadi dengan dirinya. Maka aku mencoba untuk meyakinkannya tidak baik bila dipendam suatu masalah malah hanya akan membuat beban di pikiran menjadi bertambah buruk.

    Akhirnya Tommy mau juga menceritakan apa yang membuatnya sedih dan ternyata ada kerinduan pada ibunya di kampung. Halnya ibunya pun sama, merasakan kerinduan yang mendalam karena saat Tommy pamit untuk pergi merantau untuk bekerja sampai Ibunya tidak rela dan menangis sejadinya.  Mungkin karena hal ini Tommy sangat sedih hingga air matanya menetes keluar.

    Tommy saat itu sangat ingin pulang untuk cuti ke kampung halamannya agar bisa melepas rindu pada Ibunya. Tapi di satu sisi ia harus mengerjakan pekerjaan yang sedang menumpuk. Maka dari itu ia menjadi bertambah bimbang. Aku berpikir sejenak untuk mencarikan solusi agar ia bisa pulang.

    Sungguh tidak bisa kubayangkan betapa sedihnya, bila hidup merantau sendiri dengan meninggalkan kampung halaman. Demi mencari rezeki agar hidup menjadi lebih baik. Akhirnya aku mendapatkan ide dengan cara membantu Tommy berbicara dengan Pak Roni, atasan kami. Semoga ia dapat mengizinkan Tommy untuk mengambil cuti dan aku akan segera menghadap atasan untuk meminta izinnya.

    “Maaf, Pak! Saya ingin menanyakan sesuatu.”

    “Iya, apa yang ingin kau tanyakan? Katakan saja!” 

    “Begini, Pak! Saya mewakili rekan kerja saya,  Tommy. Ia ingin meminta cuti karena ingin pulang ke kampungnya.” 

    “Tetapi apa alasannya?”

    “Karena ia sudah lama tidak bertemu orangtuanya jadi ia ingin pulang.”

    “Baiklah! Tapi mengapa ia tidak mengatakan sendiri.”

    “Karena ia tidak memiliki keberanian meminta izin, Pak.”

    “Baik! Aku akan mengizinkannya.”

    “Baiklah,  Pak! Terima kasih.”

    Lalu aku kembali untuk memberitahukan kabar baik ini pada Tommy agar ia bisa mempersiapkan untuk pulang bertemu orangtuanya. Pastinya Tommy akan sangat bahagia sekali ketika tahu kabar ini jadi tidak sabar aku untuk memberitahunya.

    “Kawan! Kau jangan bersedih lagi aku ada kabar baik untukmu.” 

    “Kabar apa, Kawan!”

    “Kau telah diizinkan untuk pulang ke kampung halamanmu.” 

    “Kenapa bisa? Aku saja belum meminta izin.” “Aku  mewakili untuk meminta izin dan kau pun di izinkan oleh Pak Rony”“Terima kasih banyak, Kawan! Kau benar-benar rekan kerjaku yang sangat baik!”“Ya, sudah, sama-sama. Terpenting kau bisa pulang kampung menjenguk ibumu.

    Tommy rekan kerjaku pun sangat bahagia dan ia menangis haru mendengar kabar dariku. Apalagi ia akan segera pulang dan melepas kerinduan pada ibunya yang telah dua tahun ia tidak pulang. Akhirnya kini setelah ia kembali aku pun sangat bahagia sekali. Mungkin ibunya pun sama menangis setelah lama anak bujangnya itu tidak pulang.


    “Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”

    Bagikan ke

    Comment Closed: Airmata

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021