KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Antara Ahli Ilmu dan Ahli Ibadah

    Antara Ahli Ilmu dan Ahli Ibadah

    BY 05 Jan 2023 Dilihat: 353 kali

    Penulis : Rois Arifianto (Member KMO Alineaku)

    Jika diberi pilihan menjadi ahli ilmu atau menjadi ahli ibadah manakah jawaban yang anda pilih ?

    Ahli ilmu adalah orang yang menguasai ilmu agama dengan mendalam dan mengajarnya kepada orang lain  supaya taat kepada Allah. sementara ahli ibadah adalah orang yang rajin beribadah kepada Allah, baik wajib maupun sunnah dengan intensitas yang rutin dan terus menerus.

    Jika masih binggung menentukan pilihan? uraian dibawah ini semoga bisa membantu untuk menentukan pilihan 

    Disisi Allah, ahli ilmu dan ahli ibadah memiliki kedudukan yang mulia. keduanya merupakan bentuk implementasi dari keimanan dan  ketakwaan kepada Allah

    Ilmu dan ibadah ibarat dua sisi mata uang keduanya saling berkait, ilmu adalah sarana beribadah kepada Allah. Ibadah yang diterima oleh Allah hanyalah yang sesuai dengan tuntunan Rosul, dan untuk mengetahu tuntunan Rosul dalam beribadah maka harus menuntut ilmu.

    Sebagai contoh Allah memerintahkan orang beriman untuk menegakkan sholat, maka belajar ilmu sholat adalah sarana agar sholat yang dikerjakan sesuai dengan yang disyariatkan Allah.

    Apa akibatnya jika ilmu sholat yang dipelajari salah ? tentu sholat yang dikerjakan tidak diterima oleh Allah. Alih – alih mendapatkan pahala justru pelakunya mendapatkan dosa.  Dari sini bisa diketahui bahwa ilmu adalah kunci agar amalan diterima oleh Allah.

    Orang yang beriman dan berilmu ditinggikan derajatnya dibandingkan orang lain sebagaimana Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 “…… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

    Mengutip dari tafsirweb.com syaikh DR Sulaiman Al Asyqhar dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menjelaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang yang berilmu dengan kemuliaan didunia dan pahala  diakherat. Sementara dalam tafsir wajiz Prof DR Wahbah Az Zuhaili mengatakan Allah mengangkat derajat para ulama dalam kemuliaan  kedudukan yang tinggi didunia dan akherat disebabkan ilmu dan amal yang dimilikinya.

    Terkait dengan kedudukan yang tinggi didunia Rosulullah SAW bersabda “Keutamaan seorang ‘aalim (orang berilmu) dibanding seorang ‘aabid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian.” Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, “Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi, no. 2685. )

     Begitu tingginya kedudukan orang yang berilmu sehingga Rosulullah SAW memberikan permisalan dengan kedudukan beliau yang mulia. Padahal, setinggi apapun derajat yang dicapai tidak ada seujung kukunya jika dibandingkan dengan Rosulullah SAW. bahkan tidaklah pantas umat yang berharap syafa’at dan pertolongannya ini diperbandingkan dengan beliau SAW.

    Dalam hadits yang lain Rosulullah bersabda “ keutamaan orang berilmu ( yang mengamalkan ilmunya ) adalah seperti utamanya bulan dimalan purnama atas  bintang – bintang lainnya “

    Ketika malam hari, sinar bulan purnama mampu menerangi bumi. cahayanya bisa menjadi penunjuk jalan para musafir dan pejalan kaki. Terangnya bulan purnama  mengalahkan terangnya cahaya bintang. ibarat bulan purnama, ahli ilmu bisa menjadi penerang bagi umat yang ada disekitarnya. Berbeda dengan ahli ibadah, dia laksana bintang. sinarnya tidak mampu memberikan penerangan kepada orang lain.  ibadah yang dilakukan hanya berguna bagi dirinya sendiri.

    Rosulullah SAW juga bersabda “Seorang berilmu yang mengajarkan ilmunya lebih ditakuti oleh setan dibandingkan dengan seribu ahli ibadah” ( HR Tirmidzi No2681 )

    dalam cerita – cerita kaum sufi dikatakan bahwa tidurnya ahli ilmu lebih disukai setan dibandingkan dengan ibadahnya orang awam.

    Setan beralasan apabila orang berilmu itu bangun dari tidurnya tentu dia akan mengajarkan ilmunya kepada masyarakat. Masyarakat yang semula mudah digoda akan menjadi susah digoda dan cenderung taat kepada perintah Allah. Sementara ahli ibadah biarlah dia larut dalam ibadahnya bisa jadi ibadahnya masih salah dalam ilmunya, ataupun jika sudah benar tidak akan memberi pengaruh kepada orang lain.

    Itulah sekelumit penjelasan tentang ahli ilmu dan ahli ibadah. Ternyata ahli ilmu derajat dan kedudukannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan ahli ibadah. Jika dikembalikan kepada pertanyaan diawal tulisan manakah yang anda pilih ahli ilmu atau ahli ibadah ?

    Menjadi ahli ilmu dan ahli ibadah sekaligus adalah lebih utama 

    Wallahua’lam 


    “Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”

    Bagikan ke

    Comment Closed: Antara Ahli Ilmu dan Ahli Ibadah

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021