Penulis : Rois Arifianto (Member KMO Alineaku)
Jika diberi pilihan menjadi ahli ilmu atau menjadi ahli ibadah manakah jawaban yang anda pilih ?
Ahli ilmu adalah orang yang menguasai ilmu agama dengan mendalam dan mengajarnya kepada orang lain supaya taat kepada Allah. sementara ahli ibadah adalah orang yang rajin beribadah kepada Allah, baik wajib maupun sunnah dengan intensitas yang rutin dan terus menerus.
Jika masih binggung menentukan pilihan? uraian dibawah ini semoga bisa membantu untuk menentukan pilihan
Disisi Allah, ahli ilmu dan ahli ibadah memiliki kedudukan yang mulia. keduanya merupakan bentuk implementasi dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah
Ilmu dan ibadah ibarat dua sisi mata uang keduanya saling berkait, ilmu adalah sarana beribadah kepada Allah. Ibadah yang diterima oleh Allah hanyalah yang sesuai dengan tuntunan Rosul, dan untuk mengetahu tuntunan Rosul dalam beribadah maka harus menuntut ilmu.
Sebagai contoh Allah memerintahkan orang beriman untuk menegakkan sholat, maka belajar ilmu sholat adalah sarana agar sholat yang dikerjakan sesuai dengan yang disyariatkan Allah.
Apa akibatnya jika ilmu sholat yang dipelajari salah ? tentu sholat yang dikerjakan tidak diterima oleh Allah. Alih – alih mendapatkan pahala justru pelakunya mendapatkan dosa. Dari sini bisa diketahui bahwa ilmu adalah kunci agar amalan diterima oleh Allah.
Orang yang beriman dan berilmu ditinggikan derajatnya dibandingkan orang lain sebagaimana Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 “…… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Mengutip dari tafsirweb.com syaikh DR Sulaiman Al Asyqhar dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menjelaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang yang berilmu dengan kemuliaan didunia dan pahala diakherat. Sementara dalam tafsir wajiz Prof DR Wahbah Az Zuhaili mengatakan Allah mengangkat derajat para ulama dalam kemuliaan kedudukan yang tinggi didunia dan akherat disebabkan ilmu dan amal yang dimilikinya.
Terkait dengan kedudukan yang tinggi didunia Rosulullah SAW bersabda “Keutamaan seorang ‘aalim (orang berilmu) dibanding seorang ‘aabid (ahli ibadah) adalah seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian.” Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, “Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi, no. 2685. )
Begitu tingginya kedudukan orang yang berilmu sehingga Rosulullah SAW memberikan permisalan dengan kedudukan beliau yang mulia. Padahal, setinggi apapun derajat yang dicapai tidak ada seujung kukunya jika dibandingkan dengan Rosulullah SAW. bahkan tidaklah pantas umat yang berharap syafa’at dan pertolongannya ini diperbandingkan dengan beliau SAW.
Dalam hadits yang lain Rosulullah bersabda “ keutamaan orang berilmu ( yang mengamalkan ilmunya ) adalah seperti utamanya bulan dimalan purnama atas bintang – bintang lainnya “
Ketika malam hari, sinar bulan purnama mampu menerangi bumi. cahayanya bisa menjadi penunjuk jalan para musafir dan pejalan kaki. Terangnya bulan purnama mengalahkan terangnya cahaya bintang. ibarat bulan purnama, ahli ilmu bisa menjadi penerang bagi umat yang ada disekitarnya. Berbeda dengan ahli ibadah, dia laksana bintang. sinarnya tidak mampu memberikan penerangan kepada orang lain. ibadah yang dilakukan hanya berguna bagi dirinya sendiri.
Rosulullah SAW juga bersabda “Seorang berilmu yang mengajarkan ilmunya lebih ditakuti oleh setan dibandingkan dengan seribu ahli ibadah” ( HR Tirmidzi No2681 )
dalam cerita – cerita kaum sufi dikatakan bahwa tidurnya ahli ilmu lebih disukai setan dibandingkan dengan ibadahnya orang awam.
Setan beralasan apabila orang berilmu itu bangun dari tidurnya tentu dia akan mengajarkan ilmunya kepada masyarakat. Masyarakat yang semula mudah digoda akan menjadi susah digoda dan cenderung taat kepada perintah Allah. Sementara ahli ibadah biarlah dia larut dalam ibadahnya bisa jadi ibadahnya masih salah dalam ilmunya, ataupun jika sudah benar tidak akan memberi pengaruh kepada orang lain.
Itulah sekelumit penjelasan tentang ahli ilmu dan ahli ibadah. Ternyata ahli ilmu derajat dan kedudukannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan ahli ibadah. Jika dikembalikan kepada pertanyaan diawal tulisan manakah yang anda pilih ahli ilmu atau ahli ibadah ?
Menjadi ahli ilmu dan ahli ibadah sekaligus adalah lebih utama
Wallahua’lam
“Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”
Comment Closed: Antara Ahli Ilmu dan Ahli Ibadah
Sorry, comment are closed for this post.