KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 1 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 1 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 2 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 1: PINTU KAYU YANG BERDERIT

     

    Hujan turun sejak sore.  

    Bukan hujan biasa. Hujan yang dinginnya sampai ke tulang. 

    Hujan yang membuat orang lebih memilih mati kedinginan di dalam rumah daripada basah di luar.

     

    Tio sudah tiga hari tidak makan.  

    Tas di punggungnya kosong. Isinya cuma surat yang tidak pernah dikirim dan batu kecil yang dipungut dari jalan. Katanya buat jimat. Padahal dia tahu jimat tidak mengenyangkan.

     

    Dia tersesat.  

    Katanya kalau jalan lurus ke utara akan ketemu desa. Tapi semua jalan di hutan ini melingkar. Pohonnya sama. Tanahnya sama. Bahkan suara gagak di atas kepalanya juga sama.

     

    “Keluar… tolong…”  

    Suaranya serak. Tidak ada yang menjawab. Hanya guntur.

     

    Lalu dia melihatnya.  

    Cahaya. Kuning. Redup. Dari celah kayu.

     

    Sebuah gubuk.  

    Kecil. Tua. Atapnya bocor di tiga tempat. Tapi asap mengepul dari cerobongnya. Dan baunya…  

    Bukan bau kayu basah. Bukan bau tanah.  

    Baunya sup.

     

    Tio lupa sudah berapa lama tidak mencium bau makanan. Perutnya berbunyi. Tapi kakinya ragu.  

    Gubuk di tengah hutan? Di tengah hujan? Pasti perangkap.

     

    Tapi dinginnya terlalu jahat.  

    Dia melangkah.

     

    Pintu kayunya berderit panjang saat dia dorong.  

    _Kriiieekkk…_

     

    Di dalam, hangat.  

    Ada api kecil di tungku. Ada panci mendidih. Dan ada seorang nenek.

     

    Rambutnya putih semua, diikat asal. Bajunya tambalan. Tangannya keriput tapi kuat, sedang mengaduk panci dengan sendok kayu.

     

    Nenek itu tidak kaget. Seolah sudah menunggu.

     

    “Kamu basah,” katanya. Suaranya pelan. Tidak ramah, tapi juga tidak marah. “Duduk.”

     

    Tio duduk di kursi kayu. Giginya gemetar.

     

    Nenek itu menuang sup ke mangkuk tanah liat. Uapnya naik ke wajah Tio. Hangat. Wangi wortel, jahe, dan sesuatu yang tidak bisa dia sebut namanya.

     

    “Sup Penghangat Hati,” kata nenek itu. “Minum.”

     

    Tio meraih mangkuk dengan dua tangan. Panas. Tapi dia tidak peduli. Tegukan pertama masuk ke tenggorokannya.

     

    Dan dia menangis.

     

    Bukan karena pedas. Bukan karena asin.  

    Karena hangatnya sampai ke dada yang sudah lama beku. Hangatnya seperti tangan yang tidak pernah dia punya. Hangatnya seperti rumah yang tidak pernah dia kenal.

     

    Dia menangis sampai bahunya terguncang. Supnya tumpah sedikit.  

    Nenek Ysra tidak menenangkannya. Hanya duduk di seberang, mengaduk pancinya pelan.

     

    “Kalau sudah selesai menangisnya,” kata nenek itu, “cerita.”

     

    Tio mengangkat wajah. Matanya merah. “Cerita apa?”

     

    “Cerita kenapa kamu ada disini. Sup ini tidak bisa dibayar pakai uang. Dibayarnya pakai cerita jujur.”

     

    Tio diam. Sudah lama dia tidak bicara dengan siapa-siapa.  

    Tapi entah kenapa, di depan api kecil dan mangkuk sup itu, kata-kata keluar sendiri.

     

    “Tentang… tentang aku yang kabur dari panti. Tentang aku yang dicuri orang buat kerja. Tentang aku yang lari lagi. Tentang aku yang… takut pulang karena tidak ada yang menunggu.”

     

    Setiap kalimat, nenek itu mengangguk. Tidak memotong. Tidak menghakimi.  

    Hanya mengaduk sup.

     

    “Wortel ini,” kata Nenek Ysra tiba-tiba, “ditanam di tanah bekas darah. Dua puluh tahun lalu di sini perang. Tanahnya keras. Tapi kalau kau siram tiap hari, dia tetap mau tumbuh.”

     

    Tio menatap mangkuknya.

     

    “Air embun pagi ini aku ambil jam empat. Pas langit masih gelap. Garamnya dari laut. Jauh. Tapi aku jalan kaki untuk mengambilnya.”

     

    “Kenapa?” tanya Tio lirih.

     

    “Karena luka juga butuh perjuangan untuk sembuh,” jawab nenek itu. “Kamu juga.”

     

    Supnya habis. Perut Tio hangat. Dadanya juga. Untuk pertama kali dalam tiga hari, dia tidak menggigil.

     

    Nenek Ysra berdiri. Mengambil selimut tipis, menyampirkannya ke bahu Tio.

     

    “Tidur di sini malam ini. Besok kalau mau pergi, pergilah. Kalau mau tinggal, bantu aku menanam.”

     

    Tio mengangguk. Belum berani bicara banyak.

     

    Sebelum memejamkan mata di tikar jerami, dia melihat ke meja.  

    Di sana ada buku.  

    Sampulnya kayu. Tebal. Tuanya bukan main.  

    Buku itu terbuka sendiri. Di halamannya ada tulisan baru, masih basah:

     

    Resep 1: Sup Penghangat Hati  

    Bahan: Wortel dari tanah bekas darah, air embun pagi, garam laut, 1 cerita jujur.

    Catatan: Yang makan akan menangis dulu. Itu normal.

     

    Di bawahnya, ada coretan kecil:  

    “Selamat datang, Tio.”

     

    Tio tidak ingat pernah menyebut namanya.

     

    Di luar, hujan masih turun.  

    Tapi di dalam gubuk itu, untuk pertama kali…  

    Tio merasa tidak sendirian.

     

    Pintu kayu masih berderit kalau angin lewat.  

    Tapi kali ini, suaranya tidak menakutkan.  

    Suaranya seperti bilang: _“Kamu aman.”_

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 1 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021