KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Bab 1 Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti

    Bab 1 Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti

    BY 18 Jan 2026 Dilihat: 43 kali
    Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti_alineaku

    Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti

    Hari itu tidak datang dengan tanda-tanda.

    Tidak ada petir, tidak ada gempa.

    Langit tetap biru, orang-orang tetap berjalan, waktu tetap berdetak.

    Hanya aku yang merasa dunia berhenti berputar.

     

    Aku masih ingat betul detiknya—saat kabar itu sampai,

    saat namamu disebut dengan nada yang berbeda,

    saat kata “sudah tidak ada” terdengar terlalu berat untuk dimengerti.

     

    Ibu pergi.

    Kalimat itu sederhana, namun rasanya seperti kehilangan separuh napas.

     

    Aku duduk terdiam,

    seakan tubuhku ada, tapi jiwaku tertinggal entah di mana.

    Aku ingin bertanya, “Kenapa secepat ini?”

    tapi lidahku kelu.

    Aku ingin menangis,

    tapi air mataku seperti lupa cara jatuh.

     

    Allah,

    ternyata begini rasanya kehilangan yang sesungguhnya.

     

    “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

     (QS. Ali ‘Imran: 185)

     

    Ayat itu pernah kubaca berkali-kali.

    Aku mengajarkannya, menghafalnya, bahkan menenangkannya untuk orang lain.

    Namun hari itu, ayat tersebut tidak lagi menjadi teori—ia menjelma nyata,

    mengetuk dadaku dengan keras.

     

    Ibu bukan hanya seseorang yang pergi.

    Ia adalah tempat pulang.

    Ia adalah suara pertama yang kucari saat lelah.

    Ia adalah doa yang tak pernah absen menyebut namaku dalam sujud panjangnya.

     

    Dan tiba-tiba…

    semua itu terasa diambil dalam satu waktu.

     

    Aku memandang sekeliling,

    rumah ini masih berdiri,

    kursi itu masih di tempatnya,

    jam dinding masih berdetak seperti biasa.

    Tapi rumah ini tidak lagi sama.

     

    Ada ruang kosong yang tak bisa diisi oleh apa pun.

    Aku mulai bertanya pada Tuhan—bukan dengan amarah,

    melainkan dengan hati yang benar-benar bingung.

     

    “Ya Allah, bagaimana caranya hidup tanpa ibu?”

     

    Hari itu aku belajar satu hal pahit:

    kehilangan tidak selalu datang dengan teriakan.

    Kadang ia hadir dengan sunyi,

    dan justru itu yang paling menyakitkan.

     

    Aku ingin kuat.

    Aku ingin terlihat tegar.

    Namun di sudut hatiku, ada anak kecil yang berteriak ketakutan:

    “Sekarang aku harus bersandar ke siapa?”

     

    Aku tahu, ibu sudah kembali pada Pemiliknya.

    Aku tahu, Allah lebih mencintainya.

    Namun sebagai manusia,

    hatiku belum siap melepaskan.

     

    Dan mungkin…

    Allah memang tidak meminta kita langsung ikhlas.

    Allah hanya meminta kita jujur pada rasa.

     

    Karena duka juga bagian dari iman.

     

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sesungguhnya mata meneteskan air mata dan hati bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai oleh Allah.”

    (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    Hari itu aku menangis.

    Dan untuk pertama kalinya, aku belajar:

    menangis bukan tanda lemah,

    ia adalah cara jiwa bertahan.

     

    Hari itu dunia terasa berhenti.

    Namun tanpa kusadari,

    di situlah awal perjalanan baru dimulai—perjalanan belajar berdiri,

    tanpa ibu di sisi, tapi dengan Allah yang tetap setia menemani.

     

    Setelah Ibu Pergi, Aku Belajar Berdiri

     

    Bab 1

     

    Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti

     

    Hari itu datang tanpa aba-aba.

    Tidak ada tanda khusus di langit, tidak ada suara keras yang memperingatkan.

    Pagi tetap pagi.

    Orang-orang tetap beraktivitas.

    Hanya aku yang merasa waktu tiba-tiba berhenti.

     

    Kabar itu datang pelan, tapi menghantam keras.

    Kata-katanya singkat, namun maknanya terlalu besar untuk diterima.

     

    Ibu pergi.

     

    Aku mengulang kalimat itu dalam hati, berkali-kali,

    seolah berharap maknanya berubah.

    Namun tidak.

    Semakin diulang, semakin terasa nyata.

     

    Tubuhku ada di tempat itu,

    tapi jiwaku seperti tertinggal jauh.

    Aku ingin menangis, tapi air mata seakan takut jatuh.

    Aku ingin berteriak, tapi suara hilang entah ke mana.

     

    Allah,

    ternyata beginilah rasanya kehilangan yang sesungguhnya.

     

    “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”

    (QS. Ali ‘Imran: 185)

     

    Ayat itu bukan hal baru bagiku.

    Aku pernah membacanya dengan tenang,

    mengucapkannya untuk menguatkan orang lain.

    Namun hari itu, ayat tersebut turun langsung ke dadaku,

    tanpa jarak, tanpa jeda.

     

    Ibu bukan hanya seseorang yang kupanggil “mak”.

    Ia adalah tempat aku pulang tanpa perlu menjelaskan apa pun.

    Ia adalah doa paling rutin yang diam-diam mengiringi hidupku.

    Ia adalah nama yang selalu disebut dalam sujud panjangnya.

     

    Dan hari itu, semua terasa diambil bersamaan.

     

    Aku duduk dalam diam yang panjang.

    Tidak tahu harus berbuat apa,

    tidak tahu harus berkata apa pada Tuhan.

     

    *“Ya Allah, setelah ini aku harus bagaimana?”*

     

    Hari itu aku belajar satu hal:

    kehilangan tidak selalu datang dengan jeritan.

    Kadang ia hadir dalam sunyi,

    dan justru itulah yang paling melumpuhkan.

     

    Aku tahu ibu kembali pada Pemiliknya.

    Aku tahu Allah lebih mencintainya.

    Namun hatiku masih manusia—

    ia butuh waktu untuk menerima.

     

    Dan mungkin,

    Allah tidak menuntut kita langsung ikhlas.

    Allah hanya ingin kita jujur pada luka.

     

     

    Kreator : Yustisia Teti ( T. Tisia Oktari )

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 1 Hari Ketika Dunia Terasa Berhenti

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021