KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 1- Pulang

    BAB 1- Pulang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 15 kali
    BAB 1- Pulang_alineaku

    “Pulang, nduk!” 

    Pesan itu ditulis singkat, padat, dan sangat jelas. Riri tersenyum kecut. 

    Pulang kemana? Pikirnya. 

    Sepanjang hidupnya ia tak pernah mengenal apa yang disebut sebagai rumah. Memang dia pernah tinggal di berbagai tipe hunian, dari apartemen, townhouse, hingga vila, tapi ia tak pernah merasakan dan memahami makna terdalam dari sebuah “rumah”. 

     

    Riri melempar ponselnya ke atas tempat tidur sambil membuang nafas panjang. Sejurus kemudian, dia membenamkan wajahnya di bantal, meraba kesunyian yang diam-diam menyesakkan dada. Air matanya mengalir pelan tanpa suara. What choice do I have left? 

    Dia memandangi tumpukan kardus yang tersebar dalam kamar kosnya. Kamar berukuran sekitar 16m² itu penuh sesak dengan kardus kontainer berisi barang-barang pilihan yang masih dia butuhkan atau sangat berkesan sehingga tidak mungkin dibuang. Barang-barang lainnya sudah ia jual, hibahkan, atau sengaja diletakkan di pinggir jalan agar dipungut oleh tukang barang bekas atau siapapun yang berminat. Jujur, ia tak terlalu peduli. Yang penting semua berjalan sesuai rencana. Per Agustus dia sudah mengosongkan rukonya, mendapatkan tambahan uang dari penjualan aset dan barang pribadi, kemudian lepas dari tagihan hutang dan tuntutan hukum yang mencekik leher. Riri bertekad, ‘I need to survive this!’

     

    Pemikiran tersebut membuatnya tenang dan kembali bangkit. Perlahan ia meraih lakban dan kardus yang masih terbuka. Dengan sisa tenaga yg ada, dia ingin menyelesaikan kardus-kardus itu malam ini. Semua harus selesai dilakban, lalu dia akan pikirkan kemana mereka akan dikirim. 

     

    ♪There’s always gonna be another mountain,

    I’m always gonna wanna make it move

    Always gonna be an uphill battle

    Sometimes I’m gonna have to lose…♫

     

    Ringtone ponsel memecah lamunan Riri, membuatnya otomatis melompat dan memencet tombol ‘terima’ sehingga ia tak harus mendengar kelanjutan syair lagu favoritnya itu. 

    “Hey,” Riri menjawab malas.

    “Beib, lo jadi begadang?” suara di seberang berusaha menunjukkan simpati.

    “Hm…,” Riri memencet speaker dan meneruskan pekerjaannya. Suara geretan lakban adalah jawaban dari pertanyaan barusan.

    “Sori beib… gue capek banget tadi.. macetnya OMG… ga bakal terbiasa deh gue sama traffic di sini,” suara Yesi manja.

    “Gue juga udah bilang kan kalo ga butuh bantuan?” Riri menjawab datar. “Dan elo udah cukup bantu gue. Kalo lo ga ngerahin bala tentara lo mungkin sekarang gue masih bingung mikirin barang2 gue musti dikemanain. So, thanks a lot for that. I owe you!”

    Hening, hanya terdengar suara Yesi menarik napas panjang perlahan.

    “Jadi barang-barang elo bakal dikirim kemana, beib?” pertanyaan Yesi sebetulnya juga pertanyaan yang sedang ditimbang oleh Riri.

    “Well… kayaknya gue terpaksa nanya Mama deh.” 

    Riri meraih ponsel, mematikan speaker, membiarkan tubuhnya rebah tanpa semangat dan meneruskan obrolan dengan Yesi. 

    “Mama tadi WA. Dia minta gue pulang,” jawab Riri sambil memijit pelipis kirinya.

    ”Ah… that’s a relief,” ada senyum dalam suara Yesi. Tapi, Riri tak sependapat.

    “Gue takut bakal lebih kacau kalo gue pulang, Yes. Tau sendiri kan emak gue. I’m a disaster in her perfect life. Gue bakal jadi telur dadar kalo pulang, Yes!” 

    “Uhm… engga lah beib…. Bukan telur dadar.. Tapi, telur orak arik,” tawa Yesi pecah. Ujung mulut Riri terangkat sedikit. Kemampuan Yesi untuk menertawakan pahitnya kehidupan tanpa membuat luka baru memang patut diacungi jempol. Diiringi tawa Yesi, Riri bersyukur punya sahabat setulus dia. 

    “Beib…,” lanjut Yesi. 

    “I always believe that everything happens for a reason. Lo mungkin teman terjutek yang pernah gue kenal, tapi hati lo paling baik. Mangkenye lo kena tipu… eits.. jangan marah dulu, hehee…. Maksud gue, jalani aja dulu, beib. Kalo lo musti pulang ke rumah mama elo, ya udah, pulang dulu sono! Liburan di wisma Nyokap elo sambil mikirin langkah kedepan, berantem dikit ma nyokap, trus siapa tau akhirnya lo dapat pencerahan and come out stronger than ever before. Atau…. Siapa tau lo ditaksir ama anak Kepala Desa, nikah, terus jadi tuan tanah deh,” cerocos Yesi sambil mengunyah sesuatu. Sama sekali tak terdengar simpatik atau menenangkan, tapi mampu menghangatkan hati Riri. 

    ”Lo sebenernya mo ngedukung ato ngejatuhin gue sih, Yes?” tanya Riri menahan tawa.

    ”Riri beibeh…. Gue tuh sayang ancur ame eloo. Take my advice deh… walo gue ga jamin anything good will happen yaa… hehe…” Yesi terdengar menyeringai. Riri tertawa kecil.

    “Gue cuman mo realistis aja sih beib, lo tau kalo ga punya pilihan, kecuali lo mau ngerepotin temen-temen which is… lo udah bilang berkali-kali kalo lo ga mau utang budi sama kebanyakan orang. Cukup sama gue aja, yekaan…?” kali ini Yesi terdengar mengunyah kerupuk, telinga Riri tiba-tiba terasa sakit.

    ”Ah, udah lah Yes, kuping gue berdenging denger lo ga brenti ngunyah,” Riri mengambil remote AC dan mematikan AC kamarnya. Badannya seakan menggigil. ”Thanks anyway for your concern, really appreciate it.”

    “Okay beibeeh…. Met tidur yaa.. jangan sakit. Kalo perlu apa-apa kasih tau gue ya saaay, Nighty nite.” Yesi mengakhiri telponnya. 

     

    Kamar kembali hening. Badan Riri masih menggigil. Ia mengambil selimut milik ibu kos dari dalam lemari, lalu meringkuk di bawahnya. Lampu dibiarkan menyala, setidaknya ia berada dalam kamar yang terang, tak gelap seperti batinnya saat ini. 

     

    Mata Riri kembali berkaca-kaca. Tuhan… mengapa ini semua terjadi…. Ia sudah melakukan semuanya dengan benar. Dalam 5 tahun bisnisnya bukan hanya balik modal, tapi meraup keuntungan yang cukup besar dan berpotensi untuk berkembang. Ia bahkan sudah bersiap-siap untuk berpartner dengan teman-temannya yang membuka air BNB di Bali, Raja Ampat, Makasar dan memilki jaringan tour and travel yang solid. Tapi pengkhianatan seseorang yang kerap berada dalam mimpinya, seorang yang ingin ia gandeng untuk meraih masa depan, seorang yang mampu meruntuhkan ego dan dinding hatinya, terlalu berat untuk ditanggungnya seorang diri. Riri tak mengerti, apa yang kurang dari dirinya hingga ia pantas menerima pengkhianatan ini. Mata Riri kembali basah. Ding! Sebuah pesan kembali masuk.

     

    ”Nduk… Mama akan tunggu Riri pulang. Kabari ya… nanti mama masakin lauk kesukaan Riri,” kali ini pesan yang masuk jauh lebih hangat dari sebelumnya. Tangis Riri pecah. Riri menutup mukanya dengan bantal, menenggelamkan suara tangisnya yang sesenggukan dan penuh luka.

     

     

    Kreator : Hilda Candra P. K. Putri (HC. Putri)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 1- Pulang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021