KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB 1 Rumor Suara di Kantin Sekolah

    BAB 1 Rumor Suara di Kantin Sekolah

    BY 18 Okt 2026 Dilihat: 18 kali
    Rumor Suara di Kantin Sekolah_alineaku

    Terlihat beberapa siswa bergerombol di tengah lapangan sekolah. Wajahnya begitu serius mendengarkan salah satu dari mereka bercerita tentang sesuatu. Ya… sesuatu yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan siswa sekolah tersebut. Bahkan mereka semakin antusias dan bertanya-tanya tentang rumor itu. Kebanyakan siswa kelas enam dan kelas lima yang sedang membicarakan cerita tersebut. 

    “Ih… serem.” Salah satu dari mereka menyahut begitu. 

    “Masa iya sih ada suara-suara aneh di kantin sekolah ini?” celetuk siswa yang lain. 

    “Iya, katanya semakin sore dan semakin tidak ada pengunjung kantin, suara teriakan sate…sate…sate… itu semakin terdengar.”

    Belum sempat cerita itu bersambung, bel masuk sekolah berbunyi….

    teng…teng…teng….. 

    Anak anak mulai berhamburan menuju kelasnya masing-masing. Namun masih ada beberapa siswa yang masih meneruskan cerita itu sambil berjalan kaki menuju kelas.

    Siswa mulai berbaris rapi sebelum masuk kelas. Bapak dan ibu guru sudah berada di kelas menyambut mereka dengan berjabat tangan. Ketua kelas segera memimpin berdoa. Selesai berdoa pelajaran segera dimulai.

    “Selamat pagi, anak-anak,” sapa Ibu Esty dengan penuh kehangatan.

    “Selamat pagi, Bu!” jawab siswa serentak.

    “Apa kabar kalian hari ini?”

    “Alhamdulillah, luar biasa! Yes… yes…” jawab mereka dengan penuh semangat.

    Suasana kelas pun menjadi ceria. Ibu Esty mulai menjelaskan pelajaran. Siswa terlihat memperhatikan buku masing-masing. Beberapa siswa mencatat, sedangkan yang lainnya mengerjakan tugas.

    Tidak berapa lama siswa sudah mulai fokus dalam pelajaran yang disampaikan Ibu Esty, wali kelas 6B itu sedang menerangkan tugas yang diberikan kepada mereka.

    Namun, di tengah-tengah keseriusan siswa kelas 6B mengerjakan tugas, siswa yang duduk di barisan paling belakang mulai terlihat ramai dan mengganggu temannya. Ternyata mereka meneruskan cerita yang tadi terpotong saat bel sekolah berbunyi.

    Bima menyenggol lengan Raka. “Jadi, nanti kita ke kantin?”

    Raka mengangguk pelan. Dimas yang duduk di sebelahnya ikut mendekat.

    “Aku ikut. Tapi jangan sampai ketahuan guru.”

    Sinta yang mendengar percakapan mereka langsung menoleh.

    “Kalian mau ke mana?”

    “Ke kantin,” jawab Bima pelan.

    “Ngapain?”

    “Menyelidiki suara sate.”

    Sinta langsung membulatkan matanya.

    “Kalian percaya rumor itu?”

    “Bukan percaya. Kita mau mencari tahu,” jawab Bima.

    “Kalau aku ikut, boleh?”

    “Boleh.”

    Lala yang duduk tidak jauh dari mereka juga akhirnya ikut bergabung. Dalam hitungan detik, kelompok kecil itu sudah beranggotakan lima orang: Bima, Raka, Dimas, Sinta, dan Lala.

    “Sudah, jangan ramai,” tegur Ibu Esty yang ternyata memperhatikan mereka.

    Mereka segera duduk tegak.

    “Maaf, Bu,” jawab Bima.

    Ibu Esty melanjutkan pelajaran, sementara kelima siswa itu berusaha menahan rasa penasaran.

    Hari terasa berjalan lebih lambat dari biasanya. Bagi Bima dan teman-temannya, waktu pulang sekolah terasa sangat lama. Mereka ingin segera mengetahui kebenaran tentang suara misterius yang menjadi bahan pembicaraan sejak pagi.

    Saat jam istirahat tiba, mereka sengaja memperhatikan keadaan kantin.

    Kantin sekolah tampak ramai. Siswa membeli makanan, minuman, dan berbagai jajanan. Penjual kantin sibuk melayani pembeli. Tidak ada sesuatu yang terlihat aneh.

    “Lihat,” kata Raka. “Biasa saja.”

    “Ya, sekarang memang ramai,” jawab Bima.

    “Katanya suara itu muncul saat kantin sepi,” sambung Sinta.

    Mereka kembali saling berpandangan.

    Berarti mereka harus menunggu sampai sore.

    Sepulang sekolah, sebagian besar siswa langsung meninggalkan sekolah. Suasana yang sebelumnya ramai perlahan berubah menjadi sepi. Suara langkah kaki siswa semakin jarang terdengar. Beberapa guru masih berada di ruangannya. Penjaga sekolah mulai berkeliling memeriksa beberapa bagian sekolah.

    Bima dan keempat temannya tidak langsung pulang.

    Mereka berkumpul di dekat lapangan.

    “Jadi kita benar-benar melakukannya?” tanya Lala.

    Bima mengangguk.

    “Kita cuma melihat dari dekat. Tidak boleh masuk sembarangan dan tidak boleh menyentuh apa pun.”

    Dimas terlihat sedikit ragu. “Kalau nanti benar-benar ada suara?”

    “Ya kita dengarkan,” jawab Bima.

    Mereka kemudian berjalan perlahan menuju kantin.

    Langkah mereka semakin pelan ketika mendekati bangunan kantin. Suasana sore itu berbeda dengan suasana saat jam istirahat. Meja dan kursi terlihat kosong. Beberapa pintu kios sudah tertutup. Angin berhembus pelan melewati halaman sekolah.

    Mereka berdiri di balik tembok yang tidak jauh dari kantin.

    “Diam dulu,” bisik Bima.

    Semua terdiam.

    Mereka menunggu.

    Satu menit.

    Dua menit.

    Lima menit.

    Tidak terdengar suara apa pun.

    “Kayaknya kita buang-buang waktu,” bisik Dimas.

    Tiba-tiba…

    “Sate… sate… sate…”

    Kelima anak itu langsung terdiam.

    Mata mereka saling berpandangan.

    Suara tersebut terdengar sangat jelas dari arah kantin.

    “Sate… sate…”

    Dimas mencengkeram lengan Raka.

    “Itu… itu suaranya!”

    Bima berdiri perlahan. Wajahnya yang semula penuh keberanian kini mulai berubah serius.

    “Dari dalam kantin,” bisiknya.

    Mereka tidak ada yang berani bergerak.

    Beberapa detik kemudian terdengar suara benda seperti dijatuhkan.

    Brak!

    Lala hampir berteriak.

    “Bima… kita pulang saja.”

    Namun, sebelum Bima menjawab, terdengar lagi suara dari dalam kantin.

    Kali ini bukan suara “sate”.

    Melainkan suara seperti seseorang sedang berbisik.

    “Tolong… Tolong…”

    Kelima anak itu saling berpandangan.

    Bima menelan ludah.

    “Apa kalian juga mendengarnya?”

    Tidak ada yang menjawab. Mereka hanya berdiri terpaku memandangi kantin yang semakin gelap. 

    Akhirnya mereka sepakat untuk segera pergi dari Kantin. Mereka takut dimarahi Bapak penjaga sekolah karena hari menjelang senja mereka masih di sekolah. Selain itu, mereka juga tidak pamit pada orang tua mereka. Akhirnya, mereka pun bergegas pulang meninggalkan kantin sekolah dengan perasaan cemas dan pikiran yang bercampur aduk ingin segera menguak ada apa sebenarnya di kantin sekolah ini. 

    Namun sebelumnya, mereka sepakat keesokan harinya untuk menyelidiki lebih jauh ada apa di balik kantin tersebut. Tentu dengan pikiran yang sudah berkecamuk dengan hal-hal yang mungkin tak terduga.

    Dan sejak saat itu, rasa penasaran mereka berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius.

     

     

    Kreator : Nur Fitri W (Nooury)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 1 Rumor Suara di Kantin Sekolah

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021