
Menjalankan aktivitas bersama anak-anak bagi saya cukup tertantang dan menantang di setiap harinya penuh cerita dan masalah, namun tak menjadi masalah disinilah kehidupan sesungguhnya kutempatkan rasa sabar, ikhlas paling tinggi agar hati dan pikiran menjadi senang dan bahagia, tidak mudah berada di circle mereka yang tumbuh dan berkembang dan berbagai keunikan dan karakter yang beragam seiring usia dan waktu, silih berganti waktu bersama mereka pun hanya sebentar saja beberapa bulan kemudian tak terasa mereka sudah tumbuh pintar dan bertambah ilmu dan pengetahuannya tak jauh mereka bersama ku namun harus berpindah ruangan di tingkat berikutnya setiap ajaran berganti anak-anak pun silih berganti, terasa sebentar saja mendekap hangat dan memeluknya. belum lama saya mengajar di kelas satu suka duka canda tawa tangisan rengekan yang merajuk.
Setiap sudut ruangan ini penuh cerita bersama mereka, dan semua anak memiliki cerita dan kenangan sendiri. Tantangan terbesarku awal saya mendapat tugas baru menjadi orang tua kelas satu. Meskipun setiap hari bersama anak-anak, namun ada kecemasan sendiri apakah saya bisa menjalankan tugas itu dan mampu membuat cerita baik dari suasana itu, hal yang manusiawi di awal masuk ajaran saya bingung berhenti sejenak apa yang harus saya lakukan dengan yang bernyawa ini yang mereka bentuk dari kepolosan pertumbuhan dan perkembangan nya yang mana memerlukan sosok orang dewasa yang akan membantunya belajar berproses dan berkembang secara fisik dan kognitifnya. Saat itu cukup dengan rintihan dan tak ingin berlarut-larut dalam ketidakmampuan saya harus bangkit mencari jalan penyelesaiannya. Ku cukupkan banyak waktu untuk belajar mencari banyak informasi hingga bisa melewati dan siap untuk menjalankan tugas. Alhamdulilah dukungan dari pihak sekolah yang memberikan wadah dalam menyampaikan pendapat dan komunikasi orang tua membantu memberikan pelayanan yang tepat.
Awal cerita di kelas satu bersama pejuang kecilku. Di saat mereka hadir awal masuk tanpa ku berpikir siapa mereka dengan latar belakang apa dan dari mana mereka mampukah mereka dengan kesiapan masuk untuk belajar di sekolah dasar, bagiku kehadiran mereka sudah memberikan warna untuk lebih mengenalnya, apa yang mereka suka, apa yang membuat mereka senang apa yang membuat tidak nyaman, sifat dan karakter mereka yang beragam sekalipun kembar identik pun pasti tidaklah sama karakter dan kepribadiannya. dengan tangan terbuka kubuka lebar bagaikan kedua sayap burung yang siap terbang bersama cita-citanya sejalan hati mengarahkan dalam setiap kebaikan merasakan gerak kaki bergantian berjalan secara beriringan, seiring pula akan kubentuk cerita bersamanya. Di ruang kecil ini aku kenalkan kelas yang penuh motivasi untuk berkarya, kelas ini serupa rumah kedua bagi mereka yang menyatukan keluh kesah senang bahagia tertawa tangis belajar dan bermain bersama penuh cerita. Keunikan mereka hadir penuh warna seakan membawa hidup lebih berarti, setiap hariku selalu ada berbagi cerita yang bagiku ini hanya sepele dan kadang tidak ada tantangannya, namun bagi mereka cukup berani untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Dari waktu ke waktu, seiring proses tumbuh berbagai karakter mengajarkanku untuk bisa menjadi pribadi yang sabar, berempati dan peduli. Banyaknya yang hadir dalam kedipan mata ini mereka yang nampak pendiam kurang cakap dalam berbicara lingkungan membentuknya menjadi percaya diri. Mereka yang terlihat sehari-harinya lusuh kurang bersemangat datang ke sekolah seakan hanya memperlihatkan dirinya, begitu mengetahui kemampuannya perlahan-lahan berubah menjadi tangguh bijaksana. Mereka yang dianggap acuh dan tak peduli dengan sosialnya, temannya bahkan dirinya sendiri seiring mendampingi bertumbuh waktu menjawab mereka menjadi yang sangat peduli dengan sekitarnya. Setiap guru yang masuk selalu menasehati agar mengurangi perkataan yang kasar belajar menyampaikan dengan baik dan santun, tiba-tiba Allah memberikan hidayah mampu menjadi contoh baik untuk teman-temannya, tak lagi kasar, berubah menjadi lembut dan santun. Ada yang egois selalu ingin yang pertama jika tidak sesuai keinginannya raut wajah yang tertekuk merah dan marah, dan suatu ketika lemparan masalah yang harus dihadapi dan berjuang mampu merubah kemarahan menjadi pribadi yang ramah.
Dari hal kecil sederhana mungkin orang dewasa akan menganggap biasa, namun bagiku merekalah yang cukup berani mengambil pilihan dan berjuang untuk perubahan pada dirinya, dari cerita sederhana dalam kelas kecil ini banyak mengajarkanku arti kehidupan yang sesungguhnya dari kepolosan mereka disanalah kejujuran terbentuk, berani mencoba secara tidak langsung membentuk pengalaman baru, dari lingkungan mengajarkan bahwa lingkungan juga mempengaruhi terbentuknya pribadi-pribadi yang unggul. Terkadang mengingat kembali bagaimana keseruan kita belajar bermain bersama canda tawa yang lepas menggambarkan perasaan bahagia hadir, senyum ramah yang menyapa seolah kehadiranku yang mereka tunggu, terkadang mendengar tangismu hanya untuk sebuah perhatian agar menghampirimu memelukmu, kemampuan gerak lari menunjukkan keaktifannya yang selalu membuat cemasku untuk bagaimana cara melindunginya dari jatuh. Canda tawa tangis kita lalui bersama sepanjang hari memeluk dengan penuh cinta dan kasih sayang sambil kudekap erat tubuh ini sambil kau ucap lirih maafkan aku bu, banyak salah ku perbuat kadang membuatmu jengkel dan marah akan sikapku, aku sering membuat luka namun segala maaf dan kesabaranmu selalu ada tanpa diminta aku belajar tentang bagaimana aku harus mandiri, bertanggung jawab dan disiplin, dengan caramu membimbing dan mendidikku membuka harapan besar untuk mimpi besarku. Tak mudah mengalahkan keegoan ini teruslah berjuang mengejar cita-citamu tanpa menjadi siapapun dirimu jadilah terbaik versimu anak-anakku. Doa dan harapan yang selalu kupanjatkan setiap hari-hariku bersamanya kelak mengantarkan keberhasilannya. Jadilah pribadi yang tangguh kuat dan bermanfaat.
—- ### —-
Di sebuah ruang kelas yang sederhana cukup terang dengan jendela kaca yang tertata, beraneka ragam hiasan hasil kerajinan tangan yang tersusun rapi menghiasi ruang kelas menambah kebersamaan membuat suasana terasa hidup dan nyaman untuk selalu belajar bersama merajut asa mengumpulkan mimpi-mimpi. Ruangan ini pula yang memberiku banyak cerita banyak inspirasi untuk belajar tentang kehidupan. Mungkin cerita ini sedikit menggambarkan separuh perjalanan emosionalku yang menggambarkan sisi lain dari siswa istimewaku dan karakter anak didikku bagaimana perjuangan mereka bertumbuh dan berkembang untuk menjadi kuat.
Di sudut sebelah kanan dekat pintu masuk duduklah siswa yang bernama Atila. Wajah yang tampan bersih berkulit putih berambut agak ikal, mata yang bulat dan yang selalu senyum dan penuh semangat, meski ia ada keterbatasan fisik tidak seperti teman lainnya. Atila siswa yang memiliki kemampuan bermain catur, ia yang mengalami gangguan fisik sejak lahir Menurut informasi dari orang tua, Atila mengalami ketidakstabilan tubuhnya sudah mulai bayi. Sejak awal masuk sekolah ia masih bisa berjalan dan mengikuti kegiatan belajar seperti yang lain aktivitas berjalan, menulis, makan dan minum. Pada saat ia duduk kelas dua sudah mulai mengalami kelemahan fungsi geraknya, batas geraknya ia sudah tidak mampu berjalan jauh, dan merasa capek nafas mulai tak stabil berjalan sepuluh langkah berhenti sebentar sambil mengatur nafasnya setelah cukup stabil ia pun kembali melanjutkan langkahnya. Saya yang mendampingi belajar di sekolah merasa belum bisa banyak membantunya, sedih rasanya
Dengan penuh kesabaran orang tuanya mengantarkan sampai depan kelas. Hari-hari berlalu, waktu berjalan begitu cepat. Seiring pertumbuhan, kemampuan berjalan Atila semakin menurun dan bertambahnya usia semakin ia tak mampu menopang tubuhnya untuk berdiri sempurna. Tubuhnya perlahan tak lagi sekuat dulu. Saya masih ingat ketika menjadi wali kelasnya di kelas dua, saya masih membantu menggendongnya jika ia membutuhkan ke kamar mandi atau pembelajaran membaca di perpustakaan. Namun saya tidak sendiri teman-teman Atila yang selalu membantu. Setiap pagi, Atila hadir lebih awal dibandingkan teman-temannya.
Seiring bertambahnya usia kemampuan berjalan Atila sudah semakin lemah dan menurun. Kemampuan berjalannya sudah tak bisa lagi jika dikelas dua Atila berjalan sepuluh langkah masih mampu, dengan perlahan tangan meraba ke dinding untuk bisa mencapai tujuan, namun sekali ia ia harus berhenti lama untuk mengatur napas, dan menyandarkan tubuhnya ke dinding. Tetapi satu hal yang tak pernah berubah adalah semangatnya. Pada saat itu kemampuan menulisnya tak mengalami hambatan sehingga ia tak pernah kesulitan mengikuti pelajaran di kelas seperti teman-temannya. Tahun ketiga duduk di kelas 3 kondisi Atila semakin melemah tubuhnya perlahan tak lagi sekuat dulu, saat itu jalanpun dua langkah ia jatuh dan sulit untuk kembali, untuk kembali duduk kami harus membantunya.
’’Atila itu sahabat yang kuat,’’ kata Icko, teman sebangkunya. ’’Dia nggak pernah mengeluh dan bahkan menyerah jika tidak bisa. Kalau aku bermalas-malasan aku ingat si Atila yang selalu semangat. Aku jadi malu kalau cepat menyerah’’
Mendengar kalimat itu membuatku tersenyum dan trenyuh. Kadang, guru tidak perlu banyak ceramah. Kehadiran anak istimewa Atila sudah cukup menjadi guru kehidupan bagi semua orang semangatnya untuk selalu ingin masuk sekolah dan belajar membuat inspirasi kita. Kadang orang hanya melihat dari satu sisi saja, yang mungkin diluaran sana anak penyandang disabilitas tak layak bersekolah. Dari kisah Atila ini ada beberapa pesan yang ingin kita sampaikan bahwa siswa yang berkebutuhan atau disabilitas bahwasanya memiliki hak sama untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran seperti siswa yang lain pada umumnya. Dan kedua dengan ketidaksempurnaan Allah pasti memberikan kelebihan.
——— ### ———
Jika aku tak menjadi guru aku tidak akan pernah tahu lika-liku perjalanan hidup setiap peserta didikku yang berbagai macam karakter, lingkungan mereka atau masalah masalah yang mereka hadapi setiap harinya. Hadir sebagai guru tak cukup kesiapan fisik apalagi dengan zaman generasi Gen Z yang mungkin guru kalah pinternya daripada gurunya. Disela melihat perannya yang kelak adalah generasi penerus bangsa sedih jika melihat ada ketidaksiapan mental mereka dalam menghadapi tantangan sehingga peran guru di sekolah sangatlah penting.
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun bangsa, sebagai fondasi dari kemajuan bangsa yang selalu mengalami perubahan dan transformasi seiring perkembangan zaman, di mana proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang nantinya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Dalam hal ini guru memiliki peran yang sangat penting, guru tidak hanya berada di kelas berdiri untuk menjelaskan materi pelajaran sebagai pengajar, tetapi guru juga sebagai sahabat, pembimbing dan panutan untuk anak didiknya.
Sebagai seorang pengajar, guru bertanggung jawab untuk menyampaikan materi pembelajaran secara efektif dan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep serta mendorong mereka dalam berpikir kritis. Namun, peran guru tidak sampai disini saja. Guru juga berperan sebagai sahabat bagi siswanya sebagai tempat yang dapat memberikan kenyaman dalam berkeluh kesah berbagi suka duka sehingga dapat memberikan dukungan secara sosial emosional kepada siswa, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta terbina hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.
Selain itu, guru adalah pembimbing yang membimbing siswa dalam menemukan potensi diri melalui bakat minat siswa, serta membantu mereka menghadapi tantangan dalam proses belajar. Sebagi panutan, guru memberikan contoh nyata dalam hal moral, etika, lisan dan perilaku, sehingga mampu mempengaruhi karakter dan kepribadian siswa secara positif.
Di era transformasi digital ini semakin besar tantangan globalisasi, peran guru dalam membentuk karakter generasi yang tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga cakap dalam spiritual dan emosional. Oleh karena itu, dibutuhkan guru yang berkompeten, intergritas, inovatif, inspiratif, loyalitas serta dedikasi tinggi sangat diperlukan, dan memiliki sikap, nilai, dan moral yang kuat untuk menghadapi masa depan penuh tantangan.
Guru tak sekedar mengajar sebagai pendidik, namun guru sebagai sahabat di mana guru haruslah bisa menjadi teman disekolah bahkan juga sebagai orang tua bagi siswanya. Guru mendekatkan diri pada siswa dengan sikap yang ramah, hangat dan penuh empati untuk menciptakan hubungan yang harmonis. Dalam peran ini, guru tak lagi yang memberi ilmu tetapi menjadi figur yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus dapat menempatkan dan memposisikan diri sebagai pendidik yang selalu dinanti kedatangannya di kelas. Sebagai sahabat, seorang guru berusaha membangun hubungan yang bersifat personal tanpa menghilangkan profesionalisme. Guru berupaya memahami setiap karakter serta kebutuhan murid, baik dalam aspek akademis maupun emosional. Sikap ramah dan terbuka memungkinkan guru menjadi tempat murid berbagai cerita, menghadapi permasalahan, atau mencari solusi atas kesulitan yang mereka alami.
Dengan pendekatan ini, guru dapat mengenali potensi dan tantangan yang dihadapi murid secara lebih mendalam. Hubungan yang harmonis antar guru dan murid dapat meningkatkan motivasi, belajar, kepercayaan diri dan rasa saling menghargai. Selain itu, suasana kelas menjadi lebih inklusif, di mana murid merasa dihargai dan didukung dalam setiap langkah perkembangan mereka.
Peran guru menuntut kesabaran, kemampuan mendengarkan, dan pemahaman yang mendalam terhadap karakter masing-masing murid. Hubungan yang didasari rasa saling percaya ini tidak hanya bermanfaat bagi pencapaian akademis, tetapi juga berdampak positif pada tumbuh kembang dalam pembentukan karakter murid, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang tangguh dan percaya diri.
——— ### ———-
Menjadi guru adalah anugerah setiap harinya mengajar dan bertemu mereka banyak sekali cerita yang membuatku selalu berucap syukur, ketika didalam kelas ada perjuangan guru dan muridnya, aku berikan kisah bersama muridku Rafa bertemu dengan dia juga tidak kebetulan ia siswa pindahan dari Kota udang, ia bukan siswa yang dianggap pintar oleh teman-temannya. Sewaktu ketika ia menghampiri dengan wajah yang kurang bersemangat bertanya bagaimana caranya bisa mendapatkan nilai sempurna 100 seperti teman-temannya. Dan ia bertanya lagi dengan pertanyaan yang mungkin menyentuh hatiku apa jika tidak mendapatkan nilai 100 itu belajar kita belum berhasil ya bu? Kamu jangan salah nilai bukan satu satunya yang menyatakan seseorang berhasil.
Aku sedih bu jika teman-teman meledek aku nilai ku selalu paling bawah dari mereka, (bu guru menghibur) kamu jangan bersedih dengan nilai yang ada saat ini, kamu masih punya kesempatan dengan kerja keras dan tekun, ibu yakin kamu bisa berhasil. Fa, insyaallah pekan depan ibu mau mengadakan ujian formatif, yuk ada kesempatan jika kamu ingin meraih nilai 100 meskipun nilai 100 itu bukan penentu keberhasilan seseorang. Seminggu sudah terlalui dan ujian telah selesai, dan tiba saatnya bu guru mengumumkan hasil nilai ujian semester siswanya. ‘’Bu guru (dengan senyum) baik, anak-anak hasil ujian kalian sudah ibu koreksi. Saatnya ibu mengumumkan hasil ujian semester kalian, ibu senang melihat banyak peningkatan dan kali ini banyak yang mendapatkan nilai sempurna, 100.
‘’Rafa …,’’tanya bu guru. (sambil berbisik didalam hatinya, semoga aku bisa salah satu dari yang mendapatkan nilai sempurna). Iya bu guru! Ini hasil ujianmu nak, selamat ya kamu bisa meraih mimpimu dan keinginanmu untuk mendapatakan nilai sempurna dan hampir keseluruhan mapel dengan pencapaian yang bagus..lho, Fa. Ucap, bu guru yang energik dengan senyum bahagia dan bangga. Rafa: (terkejut) serius, ini bu guru? Nilai saya100?
Bu guru: iya betul Fa, ini hasil ujianmu (sambil menyerahkan kertas hasil ujian ke Rafa). ibu senang melihat semangat dan usaha kerasmu untuk belajar, kamu pantang menyerah jika kamu mengalami kesulitan kamu juga tak malu bertanya dan berani untuk mencari informasi.
Rafa : Masyaallah bu saya juga terharu dan bahagia. Terima kasih, Bu jawab Rafa akhirnya saya juga bisa berhasil ya bu guru.
Bu guru: betul Fa, ibu saja yakin kamu bisa meraih keberhasilan dengan usaha serta kerja kerasmu selama ini, ibu juga memperhatikan kamu, mulai sering bertanya, sering membaca buku, mengunjungi perpustakaan dan terakhir ini kamu juga sering berlatih soal-soal tambahan.
Rafa: iya, bu guru. Awalnya, saya ragu dan sempat putus asa karena selalu ada tantangan dan rintangan. Tapi, saya terus belajar dan selalu mengikuti saran dan nasehat ibu untuk belajar lebih giat dan niat yang tulus.
Kamu tidak mudah menyerah Nilai 100 ini bukan sekedar angka, tapi kamu bisa buktikan sebuah bentuk perjuanganmu. dan menemukan siapa dirimu, ibu yang mendampingi dikelas sangat menghargai proses perjuanganmu dan bagi ibu nilai 100 hanya sekedar angka yang sempurna, namun nilai bentuk kejujuran kerja keras, disiplin dan pantang menyerah inilah yang akan membawamu kesuksesan serta keberhasilan.
100 bukan sekedar angka menuju kesempurnaan hidup, melainkan bentuk perjuangan atas segala proses yang dilakukan sesorang untuk kesuksesan dan keberhasilan.
——— ### ———
Sama halnya kita mencari jawaban ‘’telur dulu, apa ayam dulu’’ induk ayam betina mengerami telurnya dengan sabar hingga menetas muncul anak ayam yang mungil dan siap menatap dunia. Disebuah kandang kecil, seekor induk ayam mengerami telur-telunya dengan penuh kesabaran. Setiap hari induk ayam diam, melindungi telurnya, meski lapar dan lelah, induk ayam tetap setia menjaga telur-telurnya agar tetap hangat. Sesekali ia meninggalkan telurnya hanya sebentar untuk mencari makan, lalu kembali mengerami. Dengan tubuhnya, ia menjaga telur-telur itu dari gangguan hewan lain. Suatu pagi, terdenganr bunyi pelan dari dalam telur. Cangkang telur mulai reatak satu persaatu. Induk ayam semaikin waspada dan mendekap telur-telurnya. Tak lama kemudian, anak-anak ayam kecil pun menetas, nampak bulunya masih basah dan tubuhnya melemah. Induk ayam menyambutnya penuh bahagia dan kasih. Ia mulai mengajarkan bagaimana mencari makan dan melindungi jika ada bahaya. Dari proses mengerami hingga menetas, perjuangan induk ayam menunjukkan kasih sayang dan kesabaran yang besar demi keberlangsungan kehidupan anak-anaknya. Setiap hari anak ayam tumbuh menjadi besar, dan mulai muncul keinginan untuk lepas dari induk dan keluar kandang.
Kehidupan manusia adalah kehidupan dari sang pencipta. Kita menjdai orang tua adalah anugera Tuhan berikan dan menjadi orang tua buka sekedar membesarkan ataupun membiayai kehidupannya, namun menjadi orang tua adalah tentang kesabaran, ketulusan, kasih sayang dan tanggung jawab tanpa balasan.seperti sepenggal lagu kasih ibu kasihnya tak terhingga sepanjang masa. Seperti induk ayam yang setia mengerami, melindungi, dan membimbing anak-anaknya sejak awal kehidupan, orang tua pun dipangil untuk hadir sepenuh hati bagi anaknya-anaknya. Perjuangan, pengorbanan waktu, tenaga dan perasaan yang sering kali tidak terlihat kasat mata, tetap disanalah cinta sejati. Dari induk ayam kita belajar bahwa mendidik anak bukan hanya tentang memberi makan dan perlindungan saja melainkan juga tentang menemani proses tumbuh, menguatkan saat lemah, dan membimbing dengan kasih sayang agar anaknya kelak mampu hidup mandiri dan penuh kebaikan.
Kreator : Enta Fardiansari (ntafardia)
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]
Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]
Part 15: Warung Kopi Klotok Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]
Part 16 : Alun – Alun Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]
Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]
Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]
Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]
Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,, begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]
Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]
Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]
Comment Closed: Bab 1 Semangatku
Sorry, comment are closed for this post.