KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 10 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 10 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 5 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    Bab 10: KOTA CERMIN DAN WAJAH YANG DILUPAKAN

     

    KOTA CERMIN

     

    Dua minggu dari Lautan Kabut.

     

    Kota ini tidak punya tembok. Yang ada hanya gedung kaca setinggi langit. Semua memantulkan wajah.  

    Tapi wajah di cermin… bukan wajah mereka sekarang.

     

    “Benih Ketujuh ada di sini,” kata Lyra. “Benih Kebohongan.”

     

    Tim 12 masuk. Jalanan sepi. Hanya ada gema langkah mereka sendiri.  

    Tio memegang erat kerah baju Veyrin. “Rame banget… pantulannya.”

     

    Veyrin menatap salah satu gedung. Di cermin itu dia masih raja es. Dengan mahkota.  

    Dia menutup mata. “Ayo jalan.”

     

    KEJAR DALANG SURAT “?”

     

    Di tengah alun-alun ada panggung. Diatasnya berdiri seseorang.  

    Punggungnya menghadap Tim 12. Rambut putih panjang. Jubah cermin.

     

    Orang itu berbalik. 

     

    Wajahnya… wajah Veyrin.  

    Tapi lebih muda. 18 tahun. Mata kosong.

     

    Semua terdiam.

     

    “Selamat datang, keluarga,” katanya sambil senyum. “Aku sudah lama menunggu.”

     

    “Siapa kau?” tanya Leon, pedang terhunus.

     

    Orang itu menunjuk dadanya. “Aku. Veyrin.”

     

    Veyrin yang asli mundur selangkah. “Tidak mungkin.”

     

    “Benar,” kata Lyra pelan. “Benih Ketujuh. Ditanam saat kau menyangkal dirimu sendiri.”

     

    Talia berbisik. “Kak, itu kau waktu pertama kali jadi raja.”

     

    MASA LALU VEYRIN DI KOTA CERMIN

     

    Veyrin palsu tertawa. “Ingat tidak? Dua puluh tahun tahun lalu di sini.”

     

    Layar cermin di sekeliling menyala. Memutar ingatan.

     

    Veyrin muda berdiri di tempat ini. Menangis.  

    “Aku tidak mau jadi lemah lagi. Aku tidak mau disakiti lagi.  

    Kalau begitu… aku buang bagian diriku yang lemah.”

     

    Dia menusukkan tangan ke dadanya. Menarik keluar cahaya abu-abu.  

    Cahaya itu jatuh ke tanah. Menjadi Benih Ketujuh.

     

    “Sejak itu aku kuat,” kata Veyrin palsu. “Tapi kosong.”

     

    Veyrin yang asli mengepalkan tangan. Bekas lukanya sakit.  

    “Jadi selama ini… aku melawan diriku sendiri.”

     

    Veyrin palsu mengangguk. “Aku dikirim surat oleh seseorang. Katanya kalau aku kumpulkan Sembilan Benih, aku bisa jadi utuh lagi. Tapi tanpa kalian.”

     

    Dia menunjuk surat di kakinya.  

     

    Tiga sudah selesai. Tiga lagi.  

    Dia kenal kalian semua.  

    Hancurkan mereka. Maka kau akan bebas.  

    – ?

     

    LATIHAN SIHIR GABUNGAN TIM 12

     

    Cermin-cermin pecah. Dari pecahannya keluar ratusan Veyrin palsu.

     

    “Formasi!” teriak Leon.

     

    Tapi kali ini beda. Pedang tidak mempan. Sihir tidak mempan.  

    Karena yang mereka lawan adalah rasa malu Veyrin.

     

    Tio berbisik ke Veyrin. “Om, dia butuh dipeluk, bukan dipukul.”

     

    Veyrin menatap Tio. Lalu menatap dirinya sendiri yang lain.

     

    Dia maju. Tidak pakai sihir. Tidak pakai pedang.  

    “Aku minta maaf,” katanya. “Karena dulu aku membencimu.”

     

    Veyrin palsu menyerang. Tapi Veyrin menahan. Memeluk.

     

    “Kalau kau lemah, aku juga lemah. Kalau kau sakit, aku juga sakit.  

    Kita sama. Dan kita tidak perlu sempurna untuk pulang.”

     

    Cahaya abu-abu hangat keluar dari pelukan itu.  

    Semua cermin pecah. Ratusan Veyrin palsu menangis, lalu menyatu kembali ke dalam Benih Ketujuh.

     

    Benih itu tidak hancur. Dia meleleh, masuk ke dada Veyrin yang asli.

     

    Veyrin terbatuk. Rambutnya yang abu-abu jadi hitam sedikit di ujung.  

    “Aku… aku ingat,” bisiknya. “Aku ingat nangis.”

     

    Selene memeluk Veyrin dari belakang. “Selamat datang pulang. Utuh.”

     

    SURAT KELIMA

     

    Di panggung ada surat terakhir.

      

    Empat sudah selesai. Dua lagi.  

    Yang berikutnya ada di Lembah Tulang.  

    Dan dia adalah orang yang paling kau benci.  

    – ?

     

    Tio mengambil surat itu. “Tulisannya… familiar.”

     

    Veyrin menatap tangannya. Hangat. “Siapapun dia, kita hadapi bareng.”

     

    Eira menatap kompas. “Tujuan berikutnya: Lembah Tulang.”

     

    Veyrin mengangguk. Untuk pertama kalinya, dia tersenyum sungguhan.

     

    “Berangkat. Tim 12.”

     

    Di belakang, Kota Cermin retak. Lalu berubah jadi kota kaca biasa. Memantulkan langit.

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 10 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021