Setiap kesusahan pasti ada jalan keluarnya, dan setiap kesedihan pasti akan berganti dengan kebahagiaan. Selalu yakin bahwa ada Allah yang Maha Melihat dan Maha Penolong. Kata-kata dan doa yang Ibu serta Bapak ucapkan kepada Suli kemarin membuatnya kembali bersemangat.
Hari ini, Suli mengunjungi rumah gurunya. Beliau ingin memberikan surat rekomendasi untuk dibawa ke sekolah Kedung Jati dan diserahkan kepada Pak Wijaya, kepala sekolah di sana yang juga teman baik gurunya. Surat itu bertujuan membantu Suli mendapatkan dana bantuan pelajar berprestasi agar biaya sekolahnya tidak terlalu mahal. Karena sekolah ini adalah sekolah swasta, semua kebutuhan seperti seragam, buku, dan perlengkapan lainnya harus dibayar sendiri.
Hari pertama sekolah akhirnya tiba. Suli, Kang Yoto, dan Kang Yanto kini bisa berangkat bersama karena mereka bersekolah di tempat yang sama — SMP Swasta Kedung Jati. Alhamdulillah, Suli kini memiliki teman jalan untuk berangkat sekolah bersama-sama.
Seperti biasa, setiap pagi Suli membantu Bu’e lebih dulu di dapur, lalu mengantarkan adik kecilnya ke rumah bibi. Bibinya yang akan mengantar si kecil masuk sekolah pertama kali jam sembilan pagi, karena Bu’e dan Bapak sudah ke pasar sejak pukul enam.
Suli mulai terbiasa dengan suasana sekolah barunya. Ia beradaptasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Namun, suatu hari Suli mendengar kabar tak menyenangkan dari temannya yang memiliki saudara di kelas tiga. Katanya, hari ini Kang Yoto dipanggil ke ruang guru pembimbing karena sebuah kasus. Suli penasaran dan mencari tahu lebih lanjut. Ia bertanya kepada kakak kelas dan juga Kang Yanto, namun mereka pun baru mendengar kabar itu.
Ternyata, Kang Yoto terlibat perkelahian dengan temannya. Ia memukul temannya hingga temannya itu masuk rumah sakit akibat luka cukup serius. Menurut Bu Sri, guru pembimbing, ibu dari siswa yang dipukul — Anas — meminta agar Kang Yoto dikeluarkan dari sekolah, sebagai pelajaran bahwa kekerasan tidak dibenarkan. Kang Yoto hanya diam, menahan marah dan sedih. Hati Suli terasa campur aduk melihat kakaknya dalam keadaan seperti itu.
Kreator : Siti Purwaningsih (Nengshuwartii)
Comment Closed: BAB 10 – UJIAN REMAJA
Sorry, comment are closed for this post.