KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » BAB 13 – SAKIT

    BAB 13 – SAKIT

    BY 04 Des 2025 Dilihat: 42 kali
    BAB 13 - SAKIT_alineaku

    Siang hari yang panas ini, semua orang bergegas untuk membalik padi-padi mereka yang dijemur di halaman rumah masih-masing. Bulan ini adalah bulan panen untuk beberapa masyarakat di kampung Suli yang memiliki sawah. Semua orang sibuk dari memanen padi, menjemurnya, mengolah sawah kembali agar bisa segera ditanami jagung dan juga masih banyak hal yang mereka sibukkan di musim panen ini.

    Bersyukurnya, Bapak ikut sibuk menjadi pekerja yang membantu beberapa tetangga. Tidak cuma Bapak, Suli dan kakang-kakangnya  juga ikut mendapatkan pekerjaan membantu Bibi menjemur padi di sekitar rumah Bibi. Setelah mereka menyelesaikan ujian catur wulan kemarin, mereka libur selama dua minggu, dan biasanya mereka ikut membantu tetangga yang panen atau yang sedang menjemur padi mereka.

    Bu’e atau Ibu Suli terkadang juga ikut membantu Bibi menjemur padi. Seperti biasa, saat dagangan cepat habis, Bu’e akan segera pulang dan membantu Bibi atau Bapak yang sibuk menjemur.

     “Uhuk… Uhuk…”

    Suara batuk terus terdengar dari Bapak yang seakan tenggorokannya terasa kering.

    “Bapak sakit, nggih? Saya ambilkan teh atau air ya, Pak,” ucap Suli khawatir.

    “Iya, Nak. Tolong ya. Ini tenggorokan Bapak sakit sekali.”

    “Silahkan Pak, minum dulu. Biar saya yang melanjutkan balik-balik padinya,” ucap Suli sambil menyodorkan air.

    Bapak akhirnya istirahat sebentar. Memang, akhir-akhir ini Bapak jadi banyak bekerja di luar, karena Bapak mau segera melunasi hutangnya kepada bu Sum agar lega dan lebih nyaman saja jika hidup tanpa hutang. Bu’e juga sama saja, sekarang makin banyak yang dikerjakan. Selain berdagang, Bu’e juga membantu memasak untuk keluarga Bu Sukma selama pembantunya cuti lahiran, sekitar empat bulan lamanya.

    “Bu, ngapunten (mohon maaf). Boleh gak saya ngerepotin dulu?”

    Nggih, Bu Sukma. Pripun?”

    Niki kan Mbak Yem lagi cuti lahiran cukup dangu (lama). Boleh ndak Bu Dar bantu masak di rumah saya? Soalnya saya ada banyak tugas ke luar kota beberapa bulan ke depan, jadi anak-anak dan Bapak gak ada yang nyiapin makanan.”

    “Oh, nggih Bu. Saget mawon (bisa, dengan senang hati).”

    Matur nuwun ya, Bu Dar. Masak biasa mawon, yang penting buat anak-anak jangan pedas, dan buat Bapak sedikit pedas.”

              

            Melihat Bapak dan Bu’e makin banyak bekerja membuat Suli jadi sedih. Kakangnya juga sekarang kalau disuruh tetangga untuk mengerjakan sesuatu, langsung antusias mengerjakan. Bersyukur sekali, hutang Bu’e ke Bu Sum tinggal setengah, sebab bulan lalu Kang Tarjo mengirimkan uang cukup banyak untuk kebutuhan sekolah, juga untuk mencicil hutang Bapak dan Bu’e.

    Sejak semalam, Suli terus saja mendengar Bapak batuk tidak berhenti. Ternyata, pagi ini badan Bapak cukup panas. Akhirnya, kami memutuskan membawa Bapak ke puskesmas terdekat. Dokter memeriksa sakit Bapak. Atas saran dokter, Bapak harus segera dibawa ke rumah sakit besar. 

    Niki panas Bapak lumayan tinggi, hampir 39 derajat. Dan, ada keluhan lambung juga tenggorokan. Ini cukup serius, harus di USG di rumah sakit besar. Jadi, saya akan buatkan rujukan untuk dibawa ke rumah sakit umum Cipto.”

    Nggih, dok. Matur nuwun.”

    “Nanti kalau sudah sampai rumah sakit, langsung aja ketemu Dokter Agung ya, spesialis penyakit dalam. Kamu tanya aja di bagian administrasi ya.”

    Nggih, dok.”

    Antara sedih dan ingin menangis bercampur jadi satu, itulah yang Suli rasakan saat ini. Tapi, dia sebisa mungkin menahannya mengingat ada Bu’e yang terlihat sedikit lemas. Suli merangkul ibunya dengan senyuman manis agar tenang dan ikhlas menghadapi ujian ini. Berjalan pelan dan sedikit lelah, Bu’e duduk sebentar di bangku menunggu Bapak dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

    “Apa gak sebaiknya Bu’e pulang saja? Istirahat, Bu. Biar saya dan kakang yang menemani Bapak ke rumah sakit.”

    Ndak, Nak. Bu’e mau ikut nganter Bapak ke rumah sakit agar tenang.”

    Nggih mpun (ya sudah).”

    Ditemani Kang Yoto dan Bu’e, Suli langsung naik mobil ambulans bersama Bapak menuju rumah sakit umum Cipto sampai disana Bapak langsung ditangani dengan cepat oleh suster dan juga Dokter Agung.

    “Sebentar nggih, Bu.”

    Nggih, Pak.”

    Selesai melakukan pemeriksaan, Bapak akhirnya harus di menginap terlebih dahulu di ruang IGD. Sedangkan Suli dan Bu’e menunggu di luar ruangan sambil menunggu Kang Yoto membeli teh hangat untuk Bu’e sebab badannya mulai agak menggigil. Mungkin karena Bu’e belum makan sejak siang. Kondisi Bapak saat ini cukup membuat semua orang, termasuk Bu’e, menjadi sedih dan panik.

                 Suli memberi tahu soal Bapak kepada Kang Tarjo di Kalimantan. Perasaan mereka saat itu campur aduk saat mengetahui bahwa ternyata Bapak mengalami sakit lambung yang cukup serius. Batuk Bapak beberapa kali itu penyebabnya dari asam lambung yang naik dan menghirup debu berlebihan, serta makan yang tidak teratur.

    Setelah beberapa hari di rumah sakit, kondisi Bapak malah semakin drop dan membuat semua keluarga semakin khawatir. Dokter mengatakan Bapak harus segera dioperasi dikarenakan ada gumpalan angin di lambung yang tidak bisa pecah kalau tidak di operasi. Jika terus dibiarkan, kondisi Bapak akan semakin parah.

    Saat itu juga, Kang Yoto menghubungi Kang Tarjo untuk meminta bantuan biaya operasi Bapak yang cukup mahal. Kang Tarjo akhirnya terpaksa meminjam uang di perusahaannya, karena hanya itu satu-satunya jalan keluar untuk saat ini.

    “Kang, iki piye?”

    “Sudah, kamu tenang aja. Alhamdulillah aku bisa pinjam uang kantor dulu.”

    “Makasih ya, Kang.” Ucap Kang Yoto senang, bercampur sedih.

    “Titip Bapak dan Ibu ya. Kamu juga harus jaga kesehatan, jangan lupa.”

    Nggih, Kang. Kamu juga di sana sehat-sehat, Kang.” 

    Ucapan salam dan saling mendoakan selalu mereka lakukan agar mereka selalu dalam lindungan Allah dimanapun berada.

    Setelah Bapak selesai operasi, kondisi Bapak lebih baik dari sebelumnya. Tak terasa sudah sepuluh hari Bapak dirawat. Alhamdulillah, hari ini Bapak sudah boleh pulang oleh dokter dan melanjutkan berobat jalan saja karena kondisinya juga sudah cukup baik dan Bapak sudah minta pulang terus sejak kemarin.

    “Tanyakan dokter nak, kapan Bapak bisa pulang? Bapak wis sehat ini. Badan Bapak juga wis enakan.”

    Nggih, Pak. Sabar riyen. Kemarin memang Dokter sanjang (bilang) kalau Bapak sudah boleh pulang besok, tapi harus tunggu pemeriksaan terakhir dulu dari suster.”

    “Lha kan ini tadi wis di periksa sama susternya.”

    “Geh pak, tapi kan hasilnya dereng(belum) keluar, sabar riyen geh.”

    Suli menenangkan Bapaknya yang sedikit merengek seperti anak kecil.

                 Sampai di rumah, mereka terkejut dengan kehadiran Kang Tarjo yang sampai di rumah. Ternyata, sejak Bapak masuk rumah sakit Kang Tarjo sudah berniat pulang saat itu juga dan langsung mencari tiket kapal ke Jawa. Sayangnya, saat itu tidak ada tiketnya jadi harus menunggu empat hari untuk bisa membeli tiket pulang.

    Bapak senang sekali melihat putra pertamanya berada di dekatnya. Meski kondisi Bapak belum sembuh total dan masih perlu banyak istirahat pasca operasi, akan tetapi Bapak malah terus saja ngobrol dengan putra kesayangannya itu sampai larut malam seakan sedang melepas rindu. Tidak bisa dipungkiri, anak pertama yang jadi gondelan ati (sangat disayang) oleh orang tua, berlaku pada siapapun, sebab biasanya anak pertama yang lebih dulu merasakan banyak hal serta kesusahan dalam hidup bersama orang tuanya dibandingkan anak lainnya.

                    

              Malam ini Kang Tarjo dengan senang hati menemani Bapak di kamar. Mereka terus saja ngobrol dan sesekali tertawa kecil. Hal itu membuat Bapak sungguh merasa gembira karena sudah hampir setahun lamanya kang Tarjo belum pulang ke rumah sejak bekerja. Banyak sekali nasehat-nasehat yang Bapak sampaikan untuk putra kesayangannya itu. Seperti disuruh sering membaca Al-quran, berbuat baik pada siapapun, jangan sedih dengan omongan orang lain, bersemangat kerja dan ibadahnya tidak boleh ditinggal apalagi dilalaikan.

           Tiba-tiba Bapak ingin mendengarkan Kang Tarjo membacakan Al Quran terutama surah Al-baqarah ayat 155-157 dan surah Luqman ayat 17. Kang Tarjo sedikit bingung dan merasa permintaan Bapak ini tidak biasa, akan tetapi ia pun menuruti dengan senang hati.

    Surah Al-baqarah ayat 155, “Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad), kabar gembira kepada orang-orang sabar.”

    Surah Al-baqarah ayat 156, “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna-lillahi wa inna-ilaihi raji-un” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali)”

    Surah Al-baqarah ayat 157, “Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

    Surah luqman ayat 17 :

    “Wahai anakku, tegakkanlah shalat dan suruhlah (mereka) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.”

    Setelah berhenti membacakan surah itu, Kang Tarjo menengok Bapak yang ternyata sudah tertidur pulas. Merasa ada hal aneh, dia mengecek Bapak sekali lagi. Bapak tidurnya sangat pulas, dan ternyatanya Bapak sudah tiada.

    Panggilan Kang Tarjo kepada Bapak yang cukup kencang membuat tangis seisi rumah pecah. Suli dan Bu’e memeluk Bapak untuk yang terakhir kali. Semua menangis merasakan kehilangan yang begitu dalam. Ternyata ini alasan Bapak minta segera pulang ke rumah dari rumah sakit walaupun hari sudah malam, karena Bapak tahu ajalnya sudah dekat dan dia hanya ingin untuk terakhir kali dalam hidupnya berada di rumah bersama istri serta anak-anaknya. Isi dari surah dalam Al-Quran itu mewakili nasehat Bapak untuk istri dan anak-anaknya.

    Bapak, terima kasih atas kasih sayang dan perjuanganmu selama ini, menyayangi dan merawat tanpa pamrih dan sangat bertanggung jawab atas semua hal yang ada di rumah ini tak kenal lelah. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa Bapak dan menempatkan Bapak di dalam surganya, Amiin. Bapak selamat jalan, sampai bertemu lagi dengan kami nanti di surga.

     

     

    Kreator : Siti Purwaningsih (Nengshuwartii)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 13 – SAKIT

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021