KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 2 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 2 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 2 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 2: ROTI UNTUK ANAK YANG TAKUT PULANG

     

    Pagi di Tanah Fajar datang tanpa matahari.  

    Langitnya putih. Udara masih dingin. Tapi tidak setajam semalam.

     

    Tio bangun karena bau roti.  

    Bukan bau roti toko. Ini bau roti yang baru keluar dari oven tanah liat. Wangi gandum, madu, dan sesuatu yang hangat.

     

    Nenek Ysra sudah di dapur. Meja kayu penuh tepung. Tangannya sedang menguleni adonan.

     

    Duduk, kata nenek itu tanpa menoleh. Uleni.

     

    Tio mendekat. Tangannya kotor. Kukunya hitam.  

    Caranya?

     

    Tinju. Lipat. Putar. Ulangi seratus kali. Tiap ulenan bisikin. Kamu aman.

     

    Tio melakukannya. Awalnya canggung. Adonannya lengket.  

    Tapi lama tangannya ingat. Kayak pernah melakukan ini dulu. Waktu kecil. Waktu masih ada dapur dan ibu.

     

    Untuk siapa, tanya Tio pelan.

     

    Nenek Ysra menunjuk ke pintu.  

    Di luar, berdiri seorang anak perempuan.

     

    Umurnya sekitar dua belas tahun. Bajunya basah kuyup. Rambutnya menempel di pipi. Di tangannya ada karung kecil. Kosong.

     

    Dia tidak masuk. Hanya berdiri di ambang pintu. Kayak takut kalau melangkah satu kaki lagi, lantainya akan runtuh.

     

    Namanya Lyra, kata Nenek Ysra. Dia takut pulang.

     

    Lyra tidak menjawab. Matanya menatap lantai.

     

    Tio berhenti menguleni. Kenapa takut?

     

    Karena dia pikir rumahnya sudah tidak mau menerimanya lagi, jawab nenek itu. Tiga hari lalu dia kabur. Bertengkar dengan ibunya. Sekarang ibunya sakit. Dan Lyra takut kalau dia pulang, yang ada hanya nisan.

     

    Lyra menggigit bibir. Bahunya bergetar.

     

    Nenek Ysra mengambil adonan dari tangan Tio. Membaginya menjadi dua.  

    Roti ini harus dibagi dua. Separuh untuk yang takut. Separuh untuk yang ditakuti.

     

    Dipanggangnya di atas bara. Bukan api besar. Pelan pelan. Sampai pinggirnya kecoklatan dan dalamnya tetap lembut.

     

    Wangi madu memenuhi gubuk.

     

    Lyra, panggil nenek itu. Masuk.

     

    Lyra menggeleng pelan.

     

    Kalau kamu tidak masuk, rotinya gosong, kata Nenek Ysra datar. Dan sayang. Gandumnya dari ladang ibumu.

     

    Kalimat itu yang membuat Lyra melangkah. Satu langkah. Dua langkah.  

    Kakinya gemetar.

     

    Tio menyodorkan setengah roti yang masih hangat.  

    Ini untuk kamu.

     

    Lyra mengambilnya dengan dua tangan. Tidak makan dulu. Dipeluknya ke dada. Hangatnya merambat ke jari jarinya yang biru karena dingin.

     

    Kamu aman, bisik Tio, menirukan kata yang tadi dia ucapkan ke adonan. Nenek menyuruh bilang begitu tiap menguleni.

     

    Lyra mendongak. Air matanya jatuh ke roti.

     

    Ibu benar benar sakit?

     

    Nenek Ysra mengangguk. Demam. Tiga hari. Menunggu kamu.

     

    Lyra langsung berdiri. Rotinya masih di tangan.

     

    Mau kemana, tanya Tio.

     

    Pulang, jawab Lyra cepat. Ini separuhnya untuk Ibu.

     

    Dia lari. Tidak menunggu jawaban. Karung kecilnya ditinggal di lantai.

     

    Gubuk menjadi hening lagi. Hanya ada suara bara.

     

    Tio menatap setengah roti yang tersisa di meja.  

    Dia berani ya.

     

    Belum, kata Nenek Ysra. Dia baru melangkah satu langkah. Roti ini tidak menyembuhkan. Roti ini hanya membuat berani melangkah.

     

    Nenek itu mengambil buku di meja. Halamannya terbuka sendiri. Tintanya masih basah.

     

    Resep 2: Roti untuk Anak yang Takut Pulang  

    Bahan: Gandum dari ladang Lyra, madu dari lebah Aira, ragi dari napas Tio.  

    Cara: Uleni seratus kali. Tiap ulenan bisikin kamu aman.  

    Catatan: Rotinya harus dibagi dua. Karena luka tidak pernah hanya di satu sisi.

     

    Di bawahnya ada coretan baru:  

    Lyra sudah pulang. Separuh roti sudah sampai.

     

    Tio menatap tangannya. Masih ada tepung yang menempel.  

    Ragi dari napas saya?

     

    Nenek Ysra tersenyum pertama kali sejak Tio datang.  

    Kamu yang menguleni. Napas kamu masuk ke adonan. Makanya dia berani.

     

    Siang itu, hujan berhenti.  

    Dari kejauhan, terdengar suara pintu dibuka. Lalu suara tangis. Tapi bukan tangis takut. Tangis lega.

     

    Nenek Ysra menutup bukunya.  

    Ada satu tamu lagi besok. Lukanya lebih berat.

     

    Tio mengangguk. Dia tidak tahu kenapa, tapi tiba dia tidak mau pergi dari gubuk ini.

     

    Di luar, pintu kayu berderit lagi karena angin.  

    Tapi kali ini tidak ada yang ketakutan.  

    Karena di dalam gubuk itu, ada roti. Ada hangat. Dan ada kata. Kamu aman.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 2 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021