
Semenjak tamat mengaji, aku diminta ustadz Azwar membantunya mengajar mengaji di Masjid. Aku sangat senang sekali, menurut Ustadz Azwar, aku sangat pintar mengaji. Banyak teman-teman sebayaku yang tidak lagi mengaji di masjid jika sudah tamat SD. Santriwan dan santriwati yang mengaji di masjid adalah anak-anak TK dan SD saja.
Dikampungku, mengaji di Masjid dilaksanakan pada malam hari. Ada sekitar 45 anak yang mengaji disini. Aku mengajar anak-anak belajar Iqro’. Sedangkan Ustadz Azwar dan tek Niar, mengajar anak-anak yang sudah Al-Quran. Pada setiap malam minggu Tek Niar mengajarkan cara mengaji irama. Tek Niar sangat merdu suaranya. Saat beliau membacakan ayat-ayat suci Al-Quran, begitu indah terdengar.
“ Assalamualaikum, iIbuuu “ dengan suara centil dan intonasi yang khas anak-anak, Caca mengucapkan salam sepulang kami dari Masjid.
“ Waalaikumussalam, Caca yang sholehah sudah pulang ya Nak., bagaimana ngajinya… lancarkan” jawab Ibu
“ Tentu dong Ibu, tanya aja sama Abang Arif” goda Caca padaku
“Tadi Caca dapat bintang” sahutnya.
Caca memang adikku yang sangat pintar. Teman-temannya masih Iqro’ 1 atau Iqro’ 2 , dia sudah masuk Iqro’ 4.
“ Iya Bu, Caca Luar biasa” sambil kuacungi jempol.
” Buka mukenanya dan lipat ya, terus makan dengan Abangmu” sambung Ibu.
” Baik Bu” tanpa komando kami menjawab dengan serempak.
Kamipun makan bersama. Sungguh nikmat makan bersama, walaupun Bang Nando tidak ada tapi masakan Ibu tiada duanya. Pernah saat kami sedang makan Bang Nando Vidio Call kulihat matanya berkaca-kaca karena merasakan kebahagiaan kami dan rasanya ingin juga menyantap masakan Ibu. Dia bilang bahwa masakan yang dibelinya di tempat kos tidak enak dan tidak cocok dengan lidah orang minang, cendrung manis.
Teringat bang Nando, aku jadi cemberut lagi. Cepat-cepat kuhabiskan nasiku dan langsung pergi ke kamar.
“ Ibu, Caca besok sekolah di SDIT Permata Hati, Ya bu?”tampaknya Caca masih ingin merayu Ibu.
Tanpa sadar kudengar Caca nyeletuk. Tapi kusegan berbalik untuk mendengar percakapan Caca dengan Ibu. Entah apa yang disampaikan Ibu, sayup-sayup kudengar kemudian Caca bersorak kegirangan. Caca yang baru tamat SD sudah mampu mengungkapkan pendapatnya dan langsung bertanya kepada Ibu, Aku…., sampai sekarang masing terombang-ambing dengan kegalauan.
Bagaimana mungkin, Aku yang dikenal di kampungku sebagai remaja yang cerdas, rajin, sholeh dan guru ngaji tapi tak mampu mengungkapkan isi hatiku kepada Ibu tentang pilihanku. Aku kalah dari Caca. Rasanya kebencianku pada Bang Nando semakin besar. Kubenamkan kepalaku ke bantal, terus dan terus sampai terasa ku memasuki dimensi alam bawah sadarku dimana aku melihat semua orang mengelilingi sambil menertawakan kebodohanku tersebut. Serasa kecil dunia ini, tak ada lagi tempat bersembunyi. Perasaanku semakin kecut dan hampir tak bisa aku bernafas.
” Assalamualaikum”
Tiba-tiba kepalaku kembali timbul kealam sadarku dan ternyata Ibu sudah duduk diranjangku.
” Waalaikummussalam” sembari duduk kujawab salam Ibu.
” Arif pusing ya?”
”Ini ada minyak kayu putih, ayo sini, Ibu oleskan didahinya” akupun duduk dan terasa hangatnya minyak kayu putih di dahiku.
Minyak kayu putih dikenal dapat meredakan sakit kepala atau pusing karena kandungan cineole di dalamnya. Cineole dapat memberikan sensasi hangat dan menenangkan tubuh serta memberikan sensasi yang lebih menghangatkan .
” Terima kasih Bu”
”Tidurlah, mungkin Arif kelelahan mudah-mudahan besok pagi kembali segar ya, Nak”
Ibu mengambilkan selimut, dan mematikan lampu kamarku. Dan kulepas kepergian Ibu dengan senyumanku. Aku tak ingin membuat Ibu bersedih karena memikirkanku.
Mungkin karena cepat tidur semalam, Aku terbangun sekitar jam 2 dini hari. Dingin merasuki tulangku. Aku bimbang apakah akan sholat tahajud atau tidur lagi. Aku memang tak biasa bangun tengah malam. Terakhir aku sholat Tahajjud saat pesantren Ramadhan yang diadakan disekolah. Kucoba tetap memejamkan mataku, tapi karena kelopak mataku baru terbuka, dia tak mau terpejam. Kucoba terus untuk tidur tapi tetap tak bisa.
Tiba-tiba kandung kemih terasa mau pecah, sehingga terpaksa aku berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isinya yang hampir pecah. Menurut para ahli urinologi bahwa ada hubungan anatra rasa cemas dengan keinginan untuk buang air kecil sebab otot-otot tubuh bisa menegang saat seseorang cemas. Salah satu otot tersebut bisa jadi termasuk kandung kemih sehingga rasa ingin kencing pun muncul. Ada kelegaan saat kukeluarkan isinya.
Dingin…, tubuhku sedikit menggigil saat aku melangkahkan kakiku keluar kamar mandi namun tak jadi karena terasa ada yang menyuruhku balik lagi dan mengambil gayung.
Bismillah, kupaksakan tanganku untuk mengambil air wudhuk. Akupun berwudhuk. Kutahan dingin itu dengan tekad yang kuat aku harus sholat Tahajjud. Walaupun yang kutahu niatnya dalam bahasa Indonesia, aku tetap sholat 2 rakaat. Shalat tahajud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.
Sholat yang kulakukan terasa cepat selesainya, padahal aku membaca bacaan sholat dengan lebih khusuk dari biasanya, maka kutambah sholat 2 rakaat lagi yaitu sholat sunat istikharah, dan Aku berdo’a kepada Allah agar diberikan petunjuk atas pilihanku. Kemudian kurebahkankan kembali badanku di peraduaanku.
Angin pagi kembali menusuk-nusuk tulangku, aku sangat malas untuk bangun. Do’a yang kupanjatkan semalam ternyata belum dijawab oleh Allah. Aku malah semakin gelisah.
”Ya Allah… , Apa yang terjadi dengan diriku” aku meratapi kesengsaraan hati yang menimpaku
Akupun kembali menunaikan kewajibanku sholat subuh.
Seperti biasa Ibu sudah berkawan dengan asap didapur.
Kembali kurebahkan badanku ke ranjang, kulihat burung-burung seperti riang gembira bernyanyi di pucuk pohon Akasia disamping rumahku, Nyanyian itu sejenak melupakaan kegalauan hatiku.
Jam 10 Pagi Bang Nando kembali menelpon, namun tak aku angkat telponnya. Kemudian kulihat pesan WA masuk, tapi tak kubaca pesan itu. Aku malah pergi dari rumah, dan meninggalkan Smartphoneku dirumah. Jadi jika nanti Abang menelpon lagi, aku ada alasan kalau HP ku ketinggalan.
Aku tak tahu harus melangkah kemana, kujalani saja jalan kampungku. Dikampung ini aku dilahirkan dan dibesarkan. Kata Ibu aku lahir prematur. Ibu pernah bercerita saat itu Ibu ikut Ayah ke sawah menyabit padi kami yang hanya 1 petak kecil. Sehingga pengerjaan memanennya mulai dari menyabit, mengumpulkannya dan menghempaskannya sampai menjadi gabah kering dikerjakan oleh Ayah dan Ibu saja dan tentu saja Bang Nando yang masih kelas 1 SD sudah diajak untuk membantu.
Kandungan Ibu memasuki usia 7 bulan. Bidan Yeni ( Bidan di kampung tetangga) mengatakan bahwa kandungan Ibu lemah dan dinasehati agar sangat hati-hati menjaganya. Apalagi Ibu pernah keguguran anak keduanya.
Saat sedang disawah itu, Ibu kontraksi. Ayah panik dan membawa Ibu pulang dengan menaikkan Ibu ke gerobak. Untung saja jarak sawah dengan rumah tidaklah terlalu jauh. Ketuban Ibu sudah pecah, Ayah minta tolong ke tetangga kami Pak Guru Arizal untuk menjemput buk Bidan Yeni. Kata Ibu, aku telah lahir sebelum Bidan Yeni datang membantu. Kata Ibu Aku lahir prematur. Selama 1 minggu, aku dipanasi/ dihangatkan dengan lampu bohlam. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar suhu tubuh bayi tetap hangat atau stabil
Menurut ahli kedokteran, suhu tubuh bayi yang lahir prematur membutuhkan perhatian lebih karena bayi prematur cenderung rentan terhadap ketidakstabilan suhu. sejumlah faktor yang menyebabkan bayi prematur mengalami suhu tubuh tidak stabil, salah satunya adalah aktivitas massa otot yang tidak tidak memadai sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan panasnya sendiri.
Tak terasa dalam lamunanku, aku dicegat oleh Hamdi teman sepermainanku dan juga sekelas denganku dari SD sampai sekarang.
“ Woi, tertabrak mobil nanti, kasihan aku melihat mobilnya jadi ringsek” gurauannya.
Kamipun tertawa. Begitulah Hamdi, temanku yang suka melucu. Tubuhnya yang gembul, perawakannya yang periang dan suka bercanda membuatku sangat akrab dengannya. Setiap pagi kami jalan kaki menuju madrasah syaikh Muhammad Arifin. Madrasah Syaikh Muhammad Arifin, merupakan madrasah yang terdiri dari dua tingkat yaitu madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Dulu seperti ada peraturan walaupun tidak tertulis bahwa setiap warga kampungku yang tamat sekolah dasar wajib sekolah disana, termasuk Ayah dan Ibuku. Namun sekarang kebanyakan anak-anak di kampungku sudah banyak sekolah di Madrasah Negeri dan SMP Negeri di kampung tetangga bahkan sampai ke kota.
”Aku perhatikan dari tadi, kau melamun saja, ada apa? tanya Hamdi.
” Ah, nggak kok” Jawabku singkat.
”Oh ya, kau sudah daftarkan di Aliyah?” seakan dia mengetahui isi pikiranku yang sedang galau.
” Tentu dong, Aku anak yang kedua mendaftar di Madrasah Aliyah Syaikh Muhammad Arifin” sahutku.
“Kalau kamu?” ku balik bertanya.
Hamdi kelihatan tertegun, Lalu kamipun duduk di batang pohon kelapa yang sudah roboh dekat pinggir sawah Makwo Sari. Aku menghadap ke barat daya, aku melihat seekor kerbau sedang asyik mandi tepatnya berkubang dilumpur sepertinya kerbau itu sanat bergembira sekali. Berkali-kali dia membalikkan tubuhnya sambil mengunyah pawa dalam pelajara IPA aku tahu bahwa kerbau adalah hewan ruminansia atau hewan pemamah biak. Kerbau melakukan itu dalam rangka proses mencerna rumput yang dimakannya dan Hamdi menghadap ke Selatan
“ Kemarin aku diantar Ayahku mendaftar di Aliyah, tapi yang daftar baru 9 orang” Aku rasa tidak ada lagi yang mendaftar, Senin besok sudah masuk tahun ajaran baru, mungkin sama dengan tahun lalu , kelas X Aliyah hanya 12 orang, kelas XI hanya 15 orang dan yang tamat tahun ini hanya 19 orang” Hamdi menjelaskan pertanyaanku.
“Benarkah?, sekarang hari Kamis, mudah-mudahan dalam 3 hari kedepan akan bertambah” sahutku menghIbur diri.
” Justru sebaliknya, Aku rasa akan berkurang, kemarin aku bertemu Basri, dia sudah mendaftar di STM, Padahal dia juga daftar Madrasah Aliyah, Lina juga sudah daftar pula di SMEA Bakti Pendidikan, Aku sendiri mau sekolah di STM, tapi Ayahku tidak mengizinkan.” Jawab Hamdi dengan mimik serius.
”Arif, kamu memang mau tetap melanjutkan ke Madrasah Aliyah Syaikh Arifin?” selidik Hamdi.
”Iya, aku mau jadi seorang ulama” jawabku tegas.
Tiba-tiba melintas bayangan bang Nando. Aku tertegun lagi
“Kenapa Rif?”
“ Eh nggak, Aku pulang dulu ya, mau kasih makan kambing,” Jawabku berdusta. Aku tak mau membahasnya dengan Hamdi.
Kreator : al-misykar
Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]
Part 15: Warung Kopi Klotok Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]
Part 16 : Alun – Alun Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]
Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]
Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]
Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]
Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,, begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]
Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]
Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]
Comment Closed: Bab 2 Madrasah Aliyah
Sorry, comment are closed for this post.