KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » BAB 20 – USAI

    BAB 20 – USAI

    BY 04 Des 2025 Dilihat: 50 kali
    BAB 20 – USAI_alineaku

    Seandainya waktu bisa ku putar kembali

    Tak akan aku biarkan diri ini pergi 

    Akan aku peluk selalu raga ini

    Yang tinggal beberapa detik bersama kami

    Dia tak akan pernah kembali

    Allah lebih mencintai beliau ketimbang kami

    Anaknya yang tak mampu merawatnya sendiri

    Kesedihan ini tak kuasa kami rasakan sangat menyayat hati

    Melihat sosoknya yang terbujur kaku sendiri

    Melihat senyum di wajah yang begitu pucat dan putih berseri

    Melihat sosok yang masuk ke liang lahat tanpa kami

    Dialah seorang ibu yang berumur 57 tahun 10 bulan 14 hari

    Yang meninggalkan kami sendiri

    Berpulang dengan senyum di hari jumat yang diberkati.

    Kami merindukan mu wahai ibu yang baru saja pergi

    Sampai berjumpa lagi,  mari kita berkumpul di surgawi

    Betapa banyak orang yang mendoakan dan membantu pemakaman Bu’e, membuat Suli dan Kang Yoto kembali tersadar bahwa mereka sudah tidak memiliki orang tua. Bapak tiada, Ibu pun tak punya. Hanya Allah yang mereka miliki. Tidak pernah terlintas dalam benak mereka jika ternyata hari ini benar-benar telah usai umur Bu’e. Bagaimana mereka akan menjalani hari-hari jika pujaan hati telah pergi.

    Bagaimana mereka menjalani hidup jika sosok pemilik doa telah tiada. Bagaimana juga mereka berjuang untuk hidup jika tiada ibu di sisi mereka. Tak kuasa jiwa ikut meronta, tetapi mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikannya.

    Mereka mengetahui, setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Tapi, jika secepat ini akankah mereka mampu melewati.

    Ratapan tak diperbolehkan, tangisan tak akan cukup menenangkan. Walau semua tak masuk akal, mereka terpaksa menerima dengan sabar. Karena mereka yakin dalam surah Ali Imran ayat 185, Allah mengatakan bahwa:

    “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati dan balasan penuh akan diberikan di hari kiamat.”

    Kemudian, surah Az-Zumar ayat 42:

    “Allah memegang nyawa seseorang saat ia meninggal dan saat ia tidur.”

                    Dalam surah Ar-Rahman ayat 26-27:

    “Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan, tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulian.”

    Qs. Al-Mulk ayat 2:

    “Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia.”

    Qs. Ali Imran ayat 145:

    “Setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali atas izin Allah.”

    Qs. Al-A’raf ayat 34:

    “Setiap umat memiliki ajal yang tidak bisa ditunda atau dipercepat.”

    Qs. Al-Jumuah ayat 8:

    “Kematian pasti akan menemui setiap orang.”

                    

                 Cepat atau lambat kita akan menyusul. Ini hanya masalah waktu siapa yang duluan pulang dan siapa yang lanjut berjuang. Yang sekarang perlu dipikirkan dan dipersiapkan adalah bekal pulang, karena hidup yang belum usai dengan mengumpulkan amal shaleh sebanyak-banyaknya untuk pulang dan kembali berkumpul dengan orang tua yang sudah mendahului kami.

    Karena, hanya doa dari anak sholeh lah yang amal jariahnya tak akan putus. Harus mulai sadar diri untuk berdiri di kaki sendiri dan kuat dengan cobaan hati, karena hati tak akan mampu bertahan kecuali meminta pertolongan kepada Sang Pemilik hati ini.

    Badan boleh lelah tapi hati tak boleh resah

    Badan boleh tumbang tapi hati tak boleh menyerah

    Badan boleh sakit tapi hati tak boleh pahit

    Berdiri  bangkit, belum saatnya pamit 

    Kuatkan hati, teguhkan iman,  yakinkan diri

    Jalani hidup dengan mandiri, tidak merepoti

    Jalan masih panjang, menunggu giliran pulang

    Dengan tersenyum, gembira dan senang

    Allah selalu menjaga dan tak akan pernah jauh dari diri yang bertawakal kepada-Nya dengan sepenuh hati.

    Cobaan ini membuat Suli menyadari satu hal bahwa semua di luar kehendaknya dan kemampuannya. Apa daya yang bisa dia lakukan karena dia juga kehilangan.

    Banyak tetangga yang mulai bergosip tentang bagaimana Bu’e meninggal dunia. Ada yang mengatakan stres karena memikirkan anak perempuannya yang tak beres dalam berumah tangga. Ada yang mengatakan kesedihan yang mendalam sejak suaminya tiada. Ada yang mengatakan anak-anaknya tak mengurusnya. Banyak hal yang sudah Suli dengar dari mereka yang mengaku peduli, namun mencibir di belakang Suli.

    Tidak perlu klarifikasi, tidak perlu peduli omongan yang tak menyemangati dan tidak perlu sakit hati dengan mereka yang tak mengerti. Diam dan lanjutkan hidup, karena ada pesan mulia yang perlu dijaga. Ada doa terakhir yang perlu disyukuri, ada hikmah yang perlu diambil. 

    Tak perlu risaukan orang lain, karena yang mati tak akan bersuara dan yang hidup tak akan mampu menyenangkan mereka. Fokus pada tujuan menyelesaikan masalah dan melanjutkan hidup, kumpulkan bekal sebanyak mungkin agar pulang nanti tak sia sia.

    Karena semua belum usai. Ada hari yang masih harus dijalani. Ada waktu yang masih harus disyukuri. Dan, ada keluarga yang masih harus dijaga. Hidup harus terus berjalan karena kita tidak tau di depan ada apa yang sedang menanti. Tak tahu apa, bagaimana dan siapa yang nantinya akan jadi pemenang.

    Sepuluh hari sudah berlalu, diawali dengan pernikahan, pengkhianatan, kematian dan perpisahan. Tapi, Suli yakin ini belum usai.

    Dia akhirnya memutuskan bercerai dengan Mas Ardi setelah berpikir panjang dengan tenang dan yakin dalam mengambil keputusan.

    Di saat-sat seperti ini Suli mengingat Bu’e yang baru tiada. Apa mungkin harus diakhiri segera setelah ibu pergi. Sedih dan penuh air mata terus mendera jiwa. Luka tak bisa sembuh hanya dengan pujian kata.

    Akan tetapi, mempertahankan pun hanya akan membuat kebohongan terus merajalela, yang jika semakin dipendam akan semakin menyakitkan. Tidak ada kata yang tepat kecuali usai. Atas keputusan Suli ini kakang-kakangnya juga mendukung.

    “Akhiri saja jika memang tak sanggup dan tak ada tanggung jawabnya. Sepertinya itu yang terbaik bagi kalian berdua. “ 

    Kang Yoto memeluk adik perempuannya yang tak kuasa menangis dalam pelukannya.

    Dukungan moral dan semangat agar terus kuat dan sabar adalah yang paling Suli butuhkan saat ini. Tidak ada yang lebih baik dari itu. Tidak ada yang lebih tepat dari keputusan itu.

    Suli hanya butuh tenang dan diam. Banyak bicara semakin tidak menyelesaikan masalah. Banyak mengeluh juga tak akan habis perkara.

    Suli sudah mengatakan keputusan pisah ini dengan Mas Ardi walau tanggapannya tidak baik. Tapi dia yakin, ini yang terbaik. Dia tidak ingin menjalani rumah tangga dengan bersikap baik-baik saja padahal sebaliknya. Dia tidak ingin menjalani rumah tangga hanya karena ada kata terlanjur menikah. Tak peduli kata orang, tak peduli nanti akan jadi bahan cemoohan, Suli tidak peduli lagi.

    Diam adalah solusi terbaik, seperti apa yang kemarin Suli baca dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 155:

    “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang sabar.”

    Surah Al-Baqarah ayat 286 :

    “Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya.”

    Surah Al-Insyirah ayat 6:

    “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

    Surah Al-Baqarah ayat 186:

    “Apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

    Suli yakin awal dia memulai pernikahan ini adalah dengan berbaik sangka kepada Allah. Jika ternyata hasilnya tidak baik bukan salah prasangkanya, tapi memang ada ujian bagi setiap manusia. Tidak akan ada satupun makhluk di bumi ini yang bernyawa lolos dari ujian. Maka, terima saja dengan sabar dan meminta petunjuk dengan sholat sebagai jalan terbaik untuk berjuang melanjutkan hidup.

     

     

    Kreator : Siti Purwaningsih (Nengshuwartii)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB 20 – USAI

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021