KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 3 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 3 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 3 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 3: TEH EMBUN PENENANG

    Malam ketiga di gubuk itu hujan enggan turun.  

    Tapi dinginnya lebih menusuk. Hampir seperti dingin yang datang dari dalam dada.

     

    Tio tidak bisa tidur.  

    Di tikar sebelahnya, Nenek Ysra sedang duduk. Di pangkuannya ada buku kayu itu. Halamannya terbuka sendiri.

     

    Angin membawa suara langkah kaki. Pelan. Berhenti di depan pintu.  

     

    Tok. Tok.

     

    Tidak ada jawaban dari luar. Hanya napas tertahan.

     

    Nenek Ysra menutup bukunya.  

    “Bukakan.”

     

    Tio membuka pintu kayu yang berderit itu.  

     

    Di luar berdiri seorang laki-laki.  

    Umurnya sekitar tiga puluh. Bajunya mahal tapi kotor lumpur. Wajahnya lelah. Matanya merah. Di tangannya ada kendi kosong.

     

    Dia tidak masuk.  

    “Saya cuma mau air,” katanya. Suaranya kasar, menahan sesuatu. “Boleh?”

     

    Nenek Ysra mengangguk. “Masuk. Duduk. Tehnya masih panas.”

     

    Laki-laki itu ragu. Tapi akhirnya masuk. Duduk paling jauh dari api.

     

    “Nama saya Daren,” katanya cepat. “Saya dari istana. Saya utusan. Saya… saya nyasar.”

     

    Tio menuang teh ke cangkir tanah liat. Uapnya tipis. Baunya embun pagi dan daun mint.

     

    “Teh Embun Penenang,” kata Nenek Ysra. “Minum.”

     

    Daren meneguk. Tangannya gemetar.  

    “Rasanya… tawar,” katanya. “Kayak air biasa.”

     

    “Karena kamu belum cerita,” jawab nenek itu. “Teh ini baru ada rasanya kalau kamu jujur.”

     

    Daren tertawa pendek. Pahit. “Saya tidak punya cerita. Saya cuma utusan.”

     

    “Utusan yang tiga hari tidak pulang karena takut,” kata Nenek Ysra pelan. “Utusan yang bawa surat perintah penangkapan. Tapi suratnya kamu buang di sungai.”

     

    Tangan Daren berhenti di tengah jalan. Cangkirnya bergetar.

     

    “Bagaimana nenek tahu?”

     

    “Karena bukunya bilang begitu,” jawab Nenek Ysra, menepuk sampul kayu. “Kamu diperintah menangkap anak kecil. Anak yang mencuri roti karena adiknya kelaparan. Dan kamu tidak tega.”

     

    Daren menunduk. Bahunya turun.  

    “Saya sudah dua puluh tahun jadi prajurit,” bisiknya. “Saya selalu nurut. Tapi kali ini… saya lihat matanya. Mirip adik saya yang mati waktu perang.”

     

    Dia diam lama. Lalu air matanya jatuh ke teh.

     

    Tio tidak bicara. Hanya duduk, mendengarkan suara bara.

     

    “Saya buang suratnya,” lanjut Daren. “Saya lari. Sekarang saya buronan. Kalau kembali, saya dihukum. Kalau tidak kembali, saya pengecut.”

     

    Nenek Ysra mengambil kendi kosong dari tangan Daren. Mengisinya dengan teh.

     

    “Bawa ini,” katanya. “Bukan untuk kamu. Untuk anak itu. Bilang… bilang maaf dari paman yang tidak jadi menangkapnya.”

     

    Daren mengangkat wajah. “Kenapa nenek bantu saya?”

     

    “Karena teh ini butuh dua orang biar manis,” jawab nenek itu. “Yang menyeduh, dan yang mau minum kejujurannya.”

     

    Buku di meja bergetar pelan. Halamannya terbuka.

     

    Resep 3: Teh Embun Penenang  

    Bahan: Embun yang diambil sebelum matahari terbit, daun mint dari pinggir sungai, satu rahasia yang selama ini dipendam.  

    Cara: Seduh sambil mengingat wajah orang yang kamu sakiti.

    Catatan: Pahit di tegukan pertama. Manis di tegukan terakhir. Kalau kamu berani sampai habis.

     

    Di bawahnya ada tulisan baru:  

    Daren memilih. Dia pulang bukan ke istana. Dia pulang ke sungai.

     

    Daren berdiri. Meminum tehnya sampai habis. Kali ini tidak pahit.  

    Dia mengangguk sekali ke Nenek Ysra, lalu ke Tio.  

    Lalu pergi. Kendi di tangannya tidak kosong lagi.

     

    Di luar, fajar mulai naik. Pelan. Tidak terang, tapi cukup untuk melihat jalan.

     

    Tio menarik napas.  

    “Dia akan baik-baik saja?”

     

    “Tidak tahu,” kata Nenek Ysra. “Tapi dia sudah memilih. Itu langkah pertama.”

     

    Nenek itu menuang sisa teh ke tanah.  

    “Untuk luka yang belum sempat minta maaf,” katanya.

     

    Tio menatap cangkir kosong di tangannya. Hangatnya masih ada.  

    Untuk pertama kali, dia mengerti.  

    Gubuk ini bukan tempat orang sembuh.  

    Gubuk ini tempat orang berani jujur.

     

    Di luar, pintu kayu berderit lagi.  

    Tapi kali ini bukan karena tamu baru.  

    Hanya angin. Yang membawa pergi satu rahasia.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 3 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021