KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 3 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 3 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 13 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    BAB 3: JEJAK YANG MEMBEKU DAN SIHIR YANG BELAJAR

     

    KEJAR-KEJARAN

    Asap dari atap yang jebol masih mengepul.

     

    Pasukan bertopeng es mundur karena bunga es dari sisa kekuatan Eira. Tapi dari kejauhan terdengar terompet. Pasukan kedua datang.

     

    Leon menarik napas.  

    “Kita tidak bisa bertahan. Bawa semua orang ke hutan.”

     

    Kael menggendong dua anak desa. Toran memecahkan jendela belakang. Vanya membuat lorong es.  

    Riko dan Mira melindungi anak-anak yang menangis.

     

    Eira masih berdiri. Matanya biru belum padam. Rantai liontinnya kosong.

     

    “Eira, ayo,” kata Lyra sambil menarik tangannya.

     

    Selene menggenggam tangan Ardin. “Kita harus pergi. Sekarang.”

     

    Ardin mengangguk. “Tuntun aku.”

     

    Mereka berlari. Salju tebal. Bulan tertutup awan.  

    Di belakang, suara langkah pasukan semakin dekat.

     

    Anak panah es melesat. Mira mendorong Riko. Panah itu meledak di pohon.  

    “Terlalu banyak,” bisik Vanya.

     

    Suara Veyrin menggema.  

    “Selene. Anak itu milikku. Kau tidak bisa melindunginya selamanya.”

     

    Selene berhenti. “Dulu aku lari darimu. Sekarang tidak.”

     

    Dia maju ke tengah jalan. Dari tangannya keluar cahaya hangat keemasan. Salju mencair.  

    “Aku tidak lari lagi. Aku melawan.”

     

    Eira ikut maju. Debu cahaya dari liontinnya berputar.  

    Dia mengangkat tangan. Dari tanah tumbuh bunga es raksasa yang melindungi semua orang.

     

    Anak panah memantul. Tapi bunga itu mulai layu. Kekuatan Eira belum cukup.

     

    Leon menggendong Eira. “Jalan lagi. Sekarang.”

     

    Saat berlari, Eira berbisik. “Kak, lihat.”  

    Di salju ada jejak kaki kecil dan satu helai rambut putih. Arahnya ke utara. Ke gunung.

     

    LATIHAN EIRA

     

    Mereka berhenti di balik batu besar. Napas mereka terengah.

     

    Lyra membuka Buku Sihir Tanah Fajar. Halamannya terbuka sendiri.

     

    Bab Tujuh. Benih Kedua.  

    Terletak di tempat kelahiran si penanam. Di Gunung Es Ardentia.

     

    Semua terdiam.  

    “Jadi kita harus ke istananya Veyrin,” kata Eira pelan.

     

    Selene menatap gunung yang saljunya hitam. “Ya. Untuk menghentikan semua ini.”

     

    Malam itu mereka membuat perkemahan darurat.  

    Lyra duduk di samping Eira. Membuka buku di pangkuan mereka.

     

    “Ra, dengarkan,” kata Lyra. “Kekuatanmu bukan dari liontin. Liontin hanya pemantik.”

     

    Eira mengangguk. Matanya masih sembab.

     

    Lyra menunjuk tulisan.  

    Untuk mencabut benih dibutuhkan tiga hal. Darah yang memaafkan, Air mata yang jujur, dan Sihir yang hangat.

     

    “Coba rasakan,” bisik Lyra. “Ingat hangatnya pelukan Ayah tadi. Ingat.”

     

    Eira menutup mata. Tangannya bergetar.  

    Dari telapak tangannya keluar uap hangat kecil. Salju di dekatnya mencair dan menumbuhkan bunga es mini.

     

    Ardin yang duduk di sebelah tersenyum walau buta.  

    “Itu dia. Salju yang belajar jadi bunga.”

     

    Selene memeluk Eira dari belakang. “Kamu hebat, nak.”

     

    Tapi Eira menggeleng. “Aku takut. Kalau aku tidak cukup kuat.”

     

    Leon jongkok di depan mereka. “Maka kita sembilan yang akan jadi kuat bersamamu.”

     

    VEYRIN MARAH

     

    ISTANA ES ARDENTIA

     

    BRAKKK

     

    Singgasana es hancur berkeping-keping.  

    Veyrin berdiri di tengah ruangan. Nafasnya berat.

     

    Di depannya, cermin retak. Di dalamnya terlihat Eira yang baru saja menumbuhkan bunga es.

     

    “TIDAK MUNGKIN,” geramnya. “Benih pertama seharusnya melemahkannya.”

     

    Penasihatnya berlutut gemetar. “Tuan. Benih itu… retak. Karena air mata.”

     

    Veyrin meninju dinding. Es pecah.  

    “Air mata? Air mata apa yang bisa melelehkan kutukanku?”

     

    Dia berjalan ke peta besar. Tiga titik. Gunung menyala merah.  

    “Kalau begitu percepat. Bangunkan Benih Ketiga sekarang.”

     

    “Benih Ketiga belum stabil, Tuan.”

     

    Veyrin menoleh. Matanya abu-abu es penuh amarah.  

    “Aku bilang BANGUNKAN. Aku tidak akan kehilangan dia dua kali.”

     

    Dia menancapkan tangan ke tanah. Rune ᛜ menyala hitam.  

    Dari bawah istana terdengar suara jeritan. Tanah bergetar.

     

    “Selene… Eira…” bisik Veyrin. “Kalian datang kepadaku. Dan kali ini, tidak ada yang akan hangat lagi.”

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 3 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021