Definisi Kerja
Nah, disinilah kita harus berhenti dan mulai bertanya: Emang definisi “kerja” itu apa sih? Apakah cuma sebatas ngantor dari jam 9 sampe jam 5, pake pakaian formal, terus dapet slip gaji tiap bulan? Kalo gitu, berarti semua orang yang nggak ngelakuin itu otomatis dibilang nganggur dong?
Kalo definisi kerja sesempit itu, berarti kita udah ngelupain banyak banget hal penting dalam hidup ini! Kita udah ngelupain bahwa:
- Ibu rumah tangga itu CEO keluarga! Mereka ngatur keuangan, ngurus anak, masak, bersih-bersih, dan masih banyak lagi. Multi-tasking abis! Kalo mereka dapat gaji, mungkin udah jadi miliarder dari dulu.
- Relawan itu pahlawan tanpa tanda jasa! Mereka ngasih bantuan tanpa pamrih, ngurusin orang yang kesusahan, dan bikin dunia ini jadi tempat yang lebih baik. Kalo mereka dapet penghargaan, mungkin udah penuh tuh lemari pajangannya.
- Petani kecil itu penjaga ketahanan pangan! Mereka menanam padi, sayur, buah, dan segala macam yang kita makan tiap hari. Kalau mereka nggak ada, kita mau makan apa? Batu?
- Pengemudi ojol itu penyelamat di kala macet! Mereka nganterin kita ke mana aja, kapan aja, tanpa kenal lelah. Kalo mereka nggak ada, mungkin kalian udah telat semua ke sekolah, kampus, kantor, minimal kamu jadi sendirian, gak ada yang nganter.
Jadi, definisi kerja yang bener itu apa dong?
Definisi kerja yang bener itu adalah segala aktivitas yang menghasilkan nilai, simak tuh, nilai, baik itu nilai ekonomi, nilai sosial, nilai budaya, maupun nilai spiritual.
Nilai ekonomi itu gampang diukur, ada uangnya, ada barangnya, ada jasanya, tapi nilai sosial, budaya, dan spiritual itu lebih susah diukur, karena nggak keliatan, nggak bisa dipegang, nggak bisa difoto. Bukan berarti nggak ada!
Nilai sosial itu contohnya kayak gini:
- Seorang teman yang selalu ada buat dengerin curhatan kita pas lagi sedih.
- Seorang tetangga yang selalu bantuin kita pas lagi kesusahan.
- Seorang guru yang selalu sabar mengajari kita ilmu pengetahuan.
- Relawan yang membersihkan sungai dari sampah: Mereka tidak dibayar, tapi mereka menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat untuk semua orang. Mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan itu penting. Kayak lagi investasi buat masa depan anak cucu.
- Seorang anak muda yang membantu orang tua menyeberang jalan: Tindakan sederhana ini menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap orang yang lebih tua. Kayak lagi ngasih contoh ke generasi muda tentang pentingnya sopan santun.
- Warga yang gotong royong membangun rumah tetangga yang terkena musibah: Mereka tidak mengharapkan imbalan, tapi mereka menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Kayak lagi bikin Indonesia jadi lebih kuat karena persatuan.
- Seorang gamer yang membuat streaming amal untuk membantu korban bencana: Dia menggunakan hobinya untuk mengumpulkan dana dan meningkatkan kesadaran tentang masalah sosial seakan membuktikan bahwa gamer juga bisa jadi pahlawan.
- Komunitas yang mengadakan kegiatan belajar gratis untuk anak-anak kurang mampu: Mereka memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Mereka membuka pintu masa depan buat generasi penerus.
Nilai budaya itu contohnya kayak gini:
- Seorang seniman yang menciptakan karya seni yang indah dan menginspirasi.
- Seorang budayawan yang melestarikan tradisi dan adat istiadat leluhur.
- Seorang penulis yang menggarap cerita menghibur dan mendidik.
- Seorang pengrajin batik yang mempertahankan motif-motif kuno: Dia menjaga warisan budaya tetap hidup dan melestarikannya untuk generasi mendatang. Kayak lagi nyimpen harta karun yang tak ternilai harganya.
- Seorang musisi yang menciptakan lagu-lagu daerah dengan aransemen modern: Dia memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia dengan cara yang menarik dan relevan. Kayak promosiin Indonesia ke turis mancanegara.
- Seorang penari yang mengajarkan tarian tradisional kepada anak-anak muda: Dia memastikan bahwa seni tari tetap lestari dan tidak punah. Kayak lagi ngasih warisan yang lebih berharga daripada sekedar uang.
- Seorang content creator yang membuat video tentang sejarah dan budaya Indonesia: Dia memberikan edukasi kepada masyarakat tentang identitas dan warisan bangsa. Kayak bikin film dokumenter yang lebih seru dari sinetron.
- Komunitas yang mengadakan festival budaya untuk merayakan keberagaman: Mereka mempromosikan toleransi dan persatuan melalui seni dan budaya. Kayak lagi bikin pesta yang lebih meriah dari konser musik.
Nilai spiritual itu contohnya kayak gini:
- Seorang ulama yang memberikan pelayanan spiritual menenangkan hati.
- Seorang biarawati yang berdoa untuk kedamaian dunia.
- Seorang guru spiritual yang membimbing kita menuju pencerahan.
- Seorang tokoh agama yang menyampaikan ceramah tentang pentingnya toleransi: Dia menyebarkan pesan damai dan persatuan di tengah perbedaan. Kayak lagi jadi duta perdamaian dunia.
- Seorang relawan yang memberikan dukungan psikologis kepada korban bencana: Dia membantu orang-orang untuk mengatasi trauma dan menemukan harapan. Layaknya berperan jadi malaikat penolong di masa-masa sulit.
- Seorang guru yoga yang mengajarkan meditasi untuk mengurangi stres: Dia membantu orang-orang untuk menemukan kedamaian batin dan meningkatkan kesehatan mental. Gambarannya seperti ngasih resep awet muda dan bahagia.
- Seorang seniman yang menciptakan karya seni yang merefleksikan nilai-nilai spiritual: Dia menginspirasi orang-orang untuk merenungkan makna hidup dan mencari kedamaian. Kayak lagi bikin lukisan yang bisa bikin orang nangis terharu biru.
- Komunitas yang mengadakan kegiatan sosial berdasarkan ajaran agama: Mereka membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang, membuktikan kalo agama itu cinta, bukan fanatisme atau kebencian.
Masih banyak lagi yang bisa kita temukan kalau kita memang peduli dan mau tahu. Semua nilai itu sama-sama penting, semua nilai itu saling terkait, dan semua nilai itu berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan kita bersama.
Jadi, mulai sekarang, mari kita buka mata dan hati kita lebar-lebar! Mari kita hargai semua bentuk kerja, tanpa terkecuali. Mari kita lihat nilai yang ada di balik setiap pekerjaan, bukan cuma uang yang ada di slip gaji! Karena kalo kita cuma fokus sama uang, kita bakal jadi orang yang picik, materialistis, dan nggak bahagia.
Kalau kita mau fokus pada nilai yang ada di dalamnya, seperti kasih sayang, rasa hormat, tanggung jawab, dan kejujuran, kita bakal jadi orang yang bijaksana, dermawan, dan bahagia sebab, nilai-nilai inilah yang akan menuntun kita untuk mampu menjalin hubungan yang sehat, berkontribusi pada masyarakat, sekaligus menemukan makna hidup kita masing-masing.
Pilihan ada di tangan kita. Mau jadi orang yang picik atau orang yang bijaksana? Mau jadi orang yang materialistis atau orang yang dermawan? Mau jadi orang yang nggak bahagia atau orang yang bahagia?
Kalo aku sih, jelas pilih yang bahagia lah!
Makanya, aku ngajak kamu semua buat mikir cerdas, bertindak bijaksana, agar hidup kamu jadi bahagia!
Kreator : Adhipateyya Khanti Wardoyo (ADWANTHI)
Comment Closed: Bab 3_Definisi Kerja
Sorry, comment are closed for this post.