KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 4 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 4 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 2 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 4: SUP UNTUK HATI YANG BEKU

     

    Musim gugur datang ke Tanah Fajar tanpa suara.  

    Daun-daun dari 24 pohon jatuh semua dalam satu malam. Tanahnya menjadi kuning.

    Dinginnya bukan berasal dari angin. Tapi datang dari orang-orang yang lewat gubuk dan tidak pernah menoleh.

     

    Tiga minggu sejak Daren pergi, Tio yang mengambil alih.

    Tio yang menguleni, menyeduh serta menyapu lantai.

     

    Hari ini tidak ada tamu.  

    Sampai sore.

     

    Kriiieekkk… Pintu kayu berderit panjang. 

     

    Yang masuk bukan seorang anak. Bukan pula prajurit.  

    Melainkan seorang perempuan. Jubahnya hitam. Mahkota kecil di kepalanya retak. Wajahnya cantik, tapi kosong. Hampir seperti patung es.

     

    Nenek Ysra tidak menoleh. “Tutup pintunya. Angin masuk.”

     

    Perempuan itu menutup pintu. Tangannya kaku.

     

    “Aku Seraphina,” katanya. “Ratu Tanah Fajar.”

     

    Tio berhenti mengaduk. Ratu? Di gubuk ini?

     

    Nenek Ysra baru sekarang menatap. “Aku tahu. Duduklah.”

     

    Seraphina duduk. Punggungnya tegak. Terlalu tegak.  

    “Aku tidak butuh makanan. Aku butuh jawaban.”

     

    “Sup dulu,” kata Nenek Ysra. “Baru jawaban.”

     

    Panci besar diletakkan di atas tungku. Isinya air, tulang, wortel, dan sesuatu yang putih bening seperti es.

     

    “Apa itu?” tanya Tio.

     

    “Air mata yang dibekukan,” jawab nenek itu. “Dua puluh tahun disimpan.”

     

    Seraphina menegang. “Itu air mataku.”

     

    “Iya,” kata Nenek Ysra. “Waktu kamu kehilangan Alistair. Waktu kamu pilih takhta daripada memaafkan.”

     

    Keheningan. Hanya suara air mendidih.

     

    Seraphina mengepalkan tangan. “Dia yang pergi duluan.”

     

    “Dan kamu yang mengunci pintu,” sahut nenek itu pelan. “Selama dua puluh tahun.”

     

    Tio menyodorkan mangkuk. Uapnya naik. Tapi tidak hangat. Dingin. Seperti menembus kabut.

     

    “Sup untuk Hati yang Beku,” kata Nenek Ysra. “Minum.”

     

    Seraphina menatap mangkuk itu lama. “Aku tidak bisa menangis lagi. Sudah kering.”

     

    “Justru karena itu harus diminum,” kata nenek itu. “Sup ini tidak menghangatkan. Sup ini mencairkan.”

     

    Tegukan pertama. Seraphina tidak bereaksi.  

    Tegukan kedua. Alisnya bergetar.  

    Tegukan ketiga. Air matanya jatuh. Satu. Dua. Panas. 

    Membakar pipinya yang sedingin es.

     

    Dia menutup wajah. Bahunya tidak terguncang. Dia cuma… meleleh.  

    Dua puluh tahun jadi ratu. Dua puluh tahun tidak boleh lemah.  

    Dan sekarang, di gubuk kayu, dia menangis seperti anak kecil.

     

    “Aku rindu,” isaknya. “Aku rindu memarahinya. Aku rindu bertengkar dengannya. Aku rindu ketika pulang dan dia masih menunggu di meja makan.”

     

    Tio duduk di lantai. Tidak bicara. Hanya mendengarkan.

     

    Nenek Ysra mengaduk sup. “Kamu tanam 24 pohon bersamanya. Satu pohon untuk tiap kali kalian gagal memaafkan. Sekarang pohon-pohon itu rontok semua.”

     

    “Aku takut,” kata Seraphina. “Kalau aku minta maaf, dia tidak mau.”

     

    “Kalau kamu tidak minta, kamu tidak akan pernah tahu,” jawab nenek itu.

     

    Buku di meja terbuka sendiri. Halamannya basah.

     

    Resep 4: Sup untuk Hati yang Beku  

    Bahan: Tulang dari kenangan lama, wortel dari tanah penyesalan, air mata yang dibekukan dua puluh tahun, satu kata maaf yang belum terucap.

    Cara: Rebus sampai mendidih. Biarkan dingin. Lalu minum selagi berani.

    Catatan: Tidak akan hangat. Tapi akan cair. Dan yang cair bisa mengalir lagi.

     

    Di bawahnya ada coretan:  

    Seraphina sudah menangis. Langkah selanjutnya: berjalan.

     

    Seraphina menghabiskan supnya. Wajahnya masih basah. Tapi matanya tidak kosong lagi.

     

    Dia berdiri. “Di mana dia?”

     

    “Di pondok seberang sungai,” kata Nenek Ysra. “Menanam pohon ke dua puluh lima.”

     

    Seraphina mengangguk. Dia tidak minta diantar. Dia jalan sendiri. Jubah hitamnya terseret di daun kering.

     

    Sebelum keluar, dia berhenti di pintu.  

    “Terima kasih,” katanya. Suaranya pecah. “Untuk supnya.”

     

    Pintu tertutup. Kali ini tidak berderit marah. Hanya lelah.

     

    Gubuk jadi sunyi lagi.

     

    Tio menatap Nenek Ysra. “Mereka akan baikan?”

     

    “Tidak tahu,” jawab nenek itu. “Tapi es sudah mulai cair. Itu cukup.”

     

    Malam itu, untuk pertama kali, Tio melihat Nenek Ysra duduk di depan jendela. Menatap 24 pohon yang gundul.

     

    “Besok kita tanam lagi,” kata nenek itu pelan. “Pohon ke dua puluh lima.”

     

    Tio mengangguk. Di luar, bulan naik. Menerangi jalan ke seberang sungai.

     

    Di dalam, sup sudah habis.  

    Tapi hangatnya masih tinggal. Bukan di panci.  

    Tapi di dalam dada.

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 4 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021