KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 4 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 4 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 17 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    BAB 4: SALJU HITAM DAN INGATAN YANG RETAK

     

    PERJALANAN KE GUNUNG ES ARDENTIA

     

    Tiga hari mereka berjalan ke utara. 

     

    Salju semakin hitam. Bukan karena kotor. Tapi karena ada sesuatu di bawahnya yang menolak cahaya.

     

    Eira berjalan di tengah, diapit Leon dan Selene. Rantai liontinnya sekarang diikatkan di pergelangan tangan Ardin.  

     

    “Supaya Ayah ingat jalan pulang,” kata Eira.

     

    Ardin tersenyum. “Ayah hafal. Dari bau bunga salju.”

     

    Di malam hari Lyra terus melatih Eira. Tanpa liontin, tanpa tongkat. Hanya dengan ingatan hangat.  

    Setiap kali Eira berhasil menumbuhkan bunga es, Tim 9 akan bersorak pelan supaya tidak ketahuan patroli.

     

    Tapi Eira selalu gelisah.  

    “Jejak itu,” bisiknya ke Leon di tenda. “Jejak kaki kecil dan rambut putih. Siapa?”

     

    Leon menggeleng. “Kita cari tahu pas sampai.”

     

    RAHASIA RAMBUT PUTIH

     

    Hari keempat. Mereka sampai di kaki Gunung Es Ardentia.

     

    Di depan gerbang istana, tidak ada penjaga. Yang ada hanya satu sosok kecil duduk di atas batu.

     

    Anak perempuan. Umur sekitar delapan tahun. Rambut putih panjang sampai tanah. Baju compang-camping.  

    Di tangannya, dia menenun selendang. Polanya sama seperti yang dibuat Ardin.

     

    Semua berhenti.

     

    Anak itu menoleh. Matanya biru. Sama persis dengan Eira.

     

    Eira maju selangkah. “Kamu siapa?”

     

    Anak itu tidak menjawab. Dia hanya menatap Selene lama sekali.  

    Lalu berbisik. “Ibu.”

     

    Selene tercekik. “Apa?”

     

    Anak itu berdiri. Dari jejak kakinya tumbuh bunga es, sama seperti Eira.  

    “Aku dengar kalian. Di mimpi. Wanita es itu bilang… kalau aku anak yang gagal.”

     

    Lyra langsung membuka Buku Sihir Tanah Fajar. Tangannya gemetar.

     

    Bab Sembilan. Benih Gagal.  

    Jika benih ditanam sebelum waktunya, ia akan menciptakan bayangan. Anak dari kesedihan dan kebencian.

     

    “Veyrin,” kata Selene pelan. 

    “Dia mencoba membuat anak dari ingatanku. Sebelum aku pergi.”

     

    Ardin jatuh berlutut. “Jadi dia… adikmu, Eira.”

     

    Eira menatap anak itu. Tidak takut. Dia mengulurkan tangan.  

    “Namamu siapa?”

     

    Anak itu ragu. Lalu berbisik. “Aku tidak punya nama. Dia hanya memanggilku Bayangan.”

     

    Eira menggenggam tangan Bayangan. Hangat.  

    “Mulai sekarang namamu Aira. Punya nama, punya rumah.”

     

    Aira menangis. Pertama kalinya.

     

    FLASHBACK VEYRIN DAN SELENE

     

    ISTANA ES ARDENTIA, 11 TAHUN LALU

     

    Selene muda berdiri di depan Veyrin. Dia hamil.  

    “Aku tidak mau anak kita lahir di tempat ini,” katanya. “Tempat penuh dendam.”

     

    Veyrin mencengkram bahu Selene. “Dendam ini yang membuat kita kuat. Anak kita akan jadi raja baru.”

     

    Selene menggeleng. “Kalau begitu aku pergi.”

     

    Malam itu Selene kabur. Veyrin mengejar. Di tengah badai, dia menusukkan rune ke tanah tempat Selene jatuh.  

    “Kalau aku tidak bisa memilikimu… maka aku akan menciptakan kamu lagi.”

     

    Dari tanah itu tumbuh benih pertama. Benih Patah Hati.

     

    Veyrin berbisik ke benih itu. “Tumbuh. Jadi dia. Jadi Selene yang tidak akan pernah meninggalkanku.”

     

    Tapi benih itu gagal. Yang keluar hanya anak kecil berambut putih. Tidak bisa bicara, tidak bisa merasakan hangat.  

    Veyrin membuangnya ke desa. “Gagal.”

     

    KEMBALI KE SEKARANG

     

    Aira bersandar di pelukan Eira.  

    “Kak… apakah Ayah benci aku?”

     

    Ardin yang dari tadi diam, meraba ke depan. Tangannya menemukan kepala Aira.  

    “Tidak,” kata Ardin. “Ayah tidak pernah benci. Ayah hanya tidak tahu kamu ada.”

     

    Veyrin muncul di atas gerbang istana.  

    Dia melihat Selene, Eira, dan Aira berpelukan.

     

    Wajahnya retak. Bukan karena marah. Karena sakit.

     

    “Jadi kalian memilih bayangan gagal itu,” katanya dingin. “Bagus. Masuklah. Benih Ketiga sudah menunggu.”

     

    Pintu istana terbuka sendiri. Di dalamnya gelap. Dan di tengahnya, ada cahaya merah berdenyut.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 4 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021