KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 5 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 5 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 4 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 5: ROTI PENYEMBUH LUKA LAMA

     

    Pagi setelah Seraphina pergi, gubuk terasa kosong.  

    Bukan karena sunyi. Tapi karena tidak ada lagi suara orang menangis.

     

    Tio bangun lebih awal. Dia yang nyalain api. Dia yang menyapu daun kering di depan pintu.

     

    Nenek Ysra duduk di meja. Buku kayu itu ada di depannya. Tapi belum terbuka.

     

    “Hari ini untukmu,” kata nenek itu.

     

    Tio berhenti nyapu. “Untuk saya?”

     

    Nenek Ysra menepuk kursi di depannya. “Duduk. Uleni.”

     

    Di atas meja sudah ada tepung, air, dan semangkok kecil berisi sesuatu yang hitam. Kayak arang yang ditumbuk halus.

     

    “Ini apa?” tanya Tio.

     

    “Abu,” jawab Nenek Ysra. “Abu dari surat yang tidak pernah kamu kirim.”

     

    Tangan Tio gemetar. Surat di tasnya. Yang sudah tiga tahun dia bawa kemana-mana.

     

    “Kamu kira aku tidak tahu?” kata nenek itu pelan. “Surat untuk ibumu. Yang isinya cuma satu kalimat: Maaf aku pulang terlambat.”

     

    Tio menunduk. Tenggorokannya tercekat.

     

    “Roti hari ini beda,” lanjut Nenek Ysra. “Roti ini tidak untuk dibagi. Roti ini untuk menyembuhkan yang bikin.”

     

    Dia menuang abu ke adonan. Warnanya langsung jadi abu-abu. Kusam.

     

    “Tinju. Lipat. Putar. Seratus kali,” perintah nenek itu. “Tiap ulenan, sebut satu hal yang kamu sesali.”

     

    Tio mulai. Tangannya berat.

     

    “Saya kabur dari panti,” bisiknya. Tinju.  

    “Saya percaya orang jahat,” bisiknya. Lipat.  

    “Saya tidak cari Ibu,” bisiknya. Putar.  

    “Saya takut pulang,” bisiknya lagi. Tinju.

     

    Satu. Dua. Sepuluh. Lima puluh.  

    Air matanya jatuh ke adonan. Membuatnya makin lengket.

     

    “Saya pikir kalau saya pulang, Ibu sudah tidak ada,” akhirnya dia pecah. “Jadi saya pilih tidak pulang sama sekali.”

     

    Adonan selesai. Seratus kali.

     

    Nenek Ysra membentuknya jadi satu roti bulat. Tidak besar. Tidak cantik. Permukaannya retak-retak.

     

    “Dipanggang dengan api kecil,” kata nenek itu. “Karena luka lama tidak bisa dibakar. Harus dihangatkan pelan-pelan.”

     

    Wangi yang keluar bukan wangi madu. Bukan wangi gandum.  

    Wanginya rumah. Wangi hujan di genteng seng. Wangi pelukan yang sudah lama hilang.

     

    “Ambil,” kata Nenek Ysra.

     

    Tio mengambil roti itu dengan dua tangan. Masih panas.

     

    “Makan,” kata nenek itu. “Sendiri. Habiskan.”

     

    Tegukan pertama, rasanya pahit. Kayak abu.  

    Tegukan kedua, rasanya asin. Kayak air mata.  

    Tegukan ketiga… rasanya lega.

     

    Tio menangis sambil makan. Tidak tersedu. Hanya air mata yang terus jatuh.  

    Dia makan sampai habis. Sampai remah terakhir.

     

    Setelah selesai, dadanya ringan. Berat yang dia gendong tiga tahun… hilang.

     

    Buku di meja terbuka sendiri.

     

    Resep 5: Roti Penyembuh Luka Lama  

    Bahan: Tepung dari gandum yang ditanam sendiri, air dari sumur gubuk, abu dari surat yang tidak terkirim, satu pengakuan jujur.

    Cara: Uleni seratus kali. Tiap ulenan sebut satu penyesalan.

    Catatan: Rasanya tidak enak. Tapi setelah habis, kamu bisa jalan lagi.

     

    Di bawahnya ada tulisan baru:  

    Tio sudah pulang. Bukan ke rumah. Tapi ke dirinya sendiri.

     

    Nenek Ysra menyentuh kepala Tio. “Sekarang kamu pilih. Mau tetap di sini bantu aku. Atau pulang. Cari ibumu.”

     

    Tio mengusap wajahnya. “Saya… saya mau pulang, Nek.”

     

    “Bagus,” kata Nenek Ysra. Senyumnya tipis. “Tapi ingat. Pulang bukan cuma soal kaki. Pulang soal berani mengetuk pintu.”

     

    Siang itu Tio mengemasi tasnya. Suratnya sudah tidak ada. Tinggal abu di mangkok.

     

    Sebelum pergi, dia memeluk Nenek Ysra. Kencang.  

    “Terima kasih untuk supnya. Untuk rotinya. Untuk semuanya.”

     

    “Jaga pintunya tetap terbuka,” kata nenek itu.

     

    Tio melangkah keluar. Pintu kayu berderit.  

    _Kriiieekkk…_

     

    Kali ini suaranya bukan “kamu aman”.  

    Suaranya bilang “selamat jalan”.

     

    Di luar, matahari akhirnya keluar. Menghangatkan 24 pohon yang mulai bertunas lagi.

     

    Di dalam, Nenek Ysra menutup bukunya.  

    “Ada tamu lagi besok,” bisiknya. “Tapi hari ini… istirahat dulu.”

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 5 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021