KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 6 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 6 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 3 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 6: TEH UNTUK DUA ORANG YANG TERLAMBAT

     

    Sudah dua bulan sejak Tio pergi.  

    24 pohon di depan gubuk sudah bertunas. Daun mudanya hijau, malu-malu.

     

    Hari ini hujan gerimis. Bukan dingin. Hanya basah yang menenangkan.

     

    Pintu kayu berderit.  

    _Kriiieekkk…_

     

    Yang masuk dua orang. Jalan beriringan. Tapi jaraknya satu langkah.

     

    Seraphina. Jubah hitamnya sudah tidak ada. Diganti selendang abu-abu.  

    Alistair. Tangan kanannya bawa keranjang. Isinya 25 biji pohon.

     

    Mereka tidak saling pandang.

     

    Nenek Ysra sedang menyeduh teh. “Duduk.”

     

    Mereka duduk. Di ujung meja yang berbeda. Ada jarak satu kursi kosong di tengah.

     

    “Hening sekali,” kata Alistair akhirnya. Suaranya serak.

     

    “Dua puluh tahun,” jawab Seraphina pelan. “Wajar kalau canggung.”

     

    Nenek Ysra menuang teh ke dua cangkir. Uapnya naik pelan. Baunya melati, kayu manis, dan hujan.

     

    “Teh untuk Dua Orang yang Terlambat,” kata nenek itu. “Aturannya: satu cangkir, diminum berdua. Bergantian. Sampai habis.”

     

    Seraphina mengerutkan dahi. “Kenapa tidak dua cangkir?”

     

    “Karena luka kalian satu,” jawab Nenek Ysra. “Jadi obatnya juga harus satu.”

     

    Alistair mengambil cangkir pertama. Menyerahkannya ke Seraphina.  

    “Silakan.”

     

    Seraphina menerima. Minum setengah. Lalu mengembalikan ke Alistair.  

    Tangannya hampir bersentuhan. Hampir.

     

    Tehnya pahit di awal.  

    “Maaf,” kata Seraphina tiba-tiba. “Aku yang milih takhta waktu itu. Aku yang takut kalah.”

     

    Alistair diam. Lalu minum sisa di cangkir itu.  

    “Aku juga yang pergi tanpa pamit. Aku yang bilang kamu pilih saja. Aku pengecut.”

     

    Cangkir diisi lagi. Kali ini Seraphina yang menyodorkan ke Alistair.

     

    “Anak-anak di desa masih cerita tentang 24 pohon kita,” bisik Seraphina. “Katanya tiap daun jatuh, ada satu kata maaf yang belum terucap.”

     

    Alistair tertawa kecil. Pahit. “Sekarang ada pohon ke dua puluh lima. Aku tanam sendiri. Namanya Veylara.”

     

    Seraphina menoleh. “Veylara?”

     

    “Pohon Pulang,” jelas Alistair. “Orang dulu bilang, kalau dua hati yang terpisah duduk di bawahnya, akarnya akan saling mencari sampai bertemu.”

     

    Seraphina menggenggam biji itu erat. “Kalau begitu… kita tanam di sini.”

     

    Minum lagi. Bergantian.  

    Pahitnya mulai hilang. Tinggal rasa manis kayu manis yang tertinggal di lidah.

     

    “Aku kangen masakanmu,” kata Alistair. “Sup jamur yang kamu bikin tiap musim gugur.”

     

    “Aku masih ingat resepnya,” jawab Seraphina. “Tapi dapurnya sudah kosong dua puluh tahun.”

     

    “Isi lagi,” kata Alistair pelan. “Bareng-bareng.”

     

    Seraphina menatapnya. Untuk pertama kali dalam dua puluh tahun, matanya tidak berkaca karena marah. Karena rindu.

     

    Tegukan terakhir. Cangkir kosong.

     

    Nenek Ysra mengambil cangkir itu. Mencucinya.  

    “Selesai.”

     

    Buku di meja terbuka sendiri. Tintanya berkilau karena embun.

     

    Resep 6: Teh untuk Dua Orang yang Terlambat  

    Bahan: Air hujan pertama musim gugur, daun melati dari pagar Seraphina, kayu manis dari kebun Alistair, dua puluh tahun diam.

    Cara: Seduh satu cangkir. Minum bergantian. Tiap giliran ucapkan satu kebenaran.

    Catatan: Tidak akan mengembalikan waktu. Tapi bisa memulai waktu yang baru.

     

    Di bawahnya ada coretan:  

    Seraphina dan Alistair sudah minum. Jarak satu kursi sudah hilang. Veylara sudah ditanam. Jalan pulang sudah terbuka._

     

    Mereka berdiri bersamaan.  

    Alistair menyerahkan keranjang. “Ini. Bijinya.”

     

    Seraphina mengambilnya. Jari mereka bersentuhan. Tidak ditarik.

     

    “Nek,” kata Seraphina. “Boleh kami tanam di sini?”

     

    Nenek Ysra mengangguk. “Tanahnya sudah menunggu.”

     

    Mereka keluar bersama. Tidak berpegangan tangan. Tapi langkahnya sudah sejajar.

     

    Pintu kayu berderit.  

    Kali ini suaranya bilang: “Selamat datang kembali.”

     

    Di dalam, Nenek Ysra duduk. Menuang sisa teh ke tanah.  

    “Untuk waktu yang terbuang,” bisiknya. “Semoga jadi pupuk.”

     

    Gubuk hening lagi. Tapi bukan hening yang berat.  

    Hening yang lega.

     

    Di luar, gerimis berhenti. Matahari muncul dari balik awan.  

    Menyinari dua orang yang menanam Veylara. Berdampingan.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 6 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021