“Pshhhh…..”
Suara tarikan rem bus terdengar. Maru membuka mata. Untuk sesaat, ia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal, akibat seharian duduk.
Para penumpang didalam bus mulai melangkah keluar satu per satu.
Di Barisan kedua jok kursi, Maru meraih tas ranselnya. Perlahan mulai berdiri di antrian paling belakang.
Saat turun dari bus, matanya disuguhkan oleh lampu-lampu kota yang terang.
Suara klakson mobil terdengar meramaikan jalanan kota. Meskipun hari sudah malam, jalanan masih tetap ramai dengan aenka kendaraan yang terus berlalu lalang.
Maru mulai melangkah keluar terminal. Ia berjalan menyusuri pinggiran jalan. Sesekali pandangannya di arah kan ke sekitar, seolah tengah mencari sesuatu. Tanpa sengaja pandangannya terhenti pada sebuah kedai kecil di seberang jalan.
Maru merogoh saku celananya. Mengambil uang yang masih tersisa. Ia menghela nafas lalu mengusap layar ponselnya.
menuju sebuah kedai kecil hendak menyeduh kopi sambil beristirahan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Di kedai itu ia menumpang untuk mengecas hp nya sambil melihat arah alamat pabrik yang akan ia datangi dipagi harinya. Tidak lupa dia juga memesan sepiring nasi dengan lauk sederhana.
Setelah dirasa kenyang dan hp pun terisi penuh tepat di pukul 1 malam ia berjalan menysuusri jalan hendak mencari tempat untuk istirahat.
Setelah lama berjalan ia menemukan sebuah mushola.
Kreator : Ayra (Pisces aqua)
Comment Closed: Bab 6. Semangat
Sorry, comment are closed for this post.