KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 7 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Bab 7 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    BY 25 Sep 2026 Dilihat: 3 kali
    novel Rahasia buku sihir nenek Ysra_alineaku

    BAB 7: SUP TERAKHIR UNTUK NENEK YSRA

     

    Musim gugur datang lagi.  

    Daun dari 24 pohon tua rontok. Tapi kali ini tidak ada yang menangis.  

    Dan di tengahnya, Veylara sudah setinggi lutut. Daunnya berkilau tiap malam.

     

    Sudah setahun sejak Seraphina dan Alistair menanamnya.  

    Mereka datang tiap minggu. Bawa sayur. Bawa cerita.  

    Tio juga datang. Bawa ibunya. Mereka makan di meja panjang.

     

    Gubuk tidak pernah sepi lagi.

     

    Tapi hari ini… hanya ada Nenek Ysra.

     

    Tubuhnya semakin kurus. Tangannya gemetar kalau mengaduk.  

    Buku kayu di meja sudah penuh. 6 resep. 6 cerita. 6 luka yang sembuh.

     

    “Kriiieekkk…”  

    Pintu terbuka. Yang masuk bukan tamu.

     

    Angin.

     

    Nenek Ysra tersenyum. “Waktunya.”

     

    Dia menyalakan api. Pelan. Kompor tua itu masih mau menyala untuknya.

     

    Di atas meja: wortel, jamur, seikat daun kering, dan air dari sumur gubuk.  

    Bahan yang sama seperti Sup Pengingat. Tapi kali ini beda.

     

    Ini untuk dirinya sendiri.

     

    Nenek Ysra mengiris. Tangannya lambat.  

    “Tiap potong, ingat satu orang,” bisiknya.

     

    Iris. Tio. Anak yang akhirnya berani pulang.  

    Iris. Seraphina. Ratu yang belajar melepas mahkota.  

    Iris. Alistair. Raja yang belajar menunggu.  

    Iris. 24 orang yang pernah duduk di kursi ini.

     

    Sup mendidih. Wanginya tidak sekuat dulu. Lebih lembut. Kayak perpisahan.

     

    Nenek Ysra menuang sup ke mangkuk. Satu-satunya mangkok di meja.  

    Dia duduk. Sendiri. Tapi tidak kesepian.

     

    Buku di depannya terbuka di halaman kosong. Halaman ketujuh.

     

    Tangannya menulis dengan tinta yang memudar.

     

    Resep 7: Sup Terakhir untuk Nenek Ysra 

    Bahan: Sisa sayur dari kebun, air dari sumur yang sudah memberi selama 100 tahun, kenangan dari semua orang yang pernah makan di sini.

    Cara: Masak sendiri. Makan sendiri. Lalu tutup pintunya.

    Catatan: Penjaga tidak butuh disembuhkan. Penjaga hanya butuh pulang.

     

    Di bawahnya dia menambahkan satu kalimat:  

    Terima kasih sudah datang. Pintunya akan tetap terbuka untuk yang lain.

     

    Nenek Ysra meneguk sup itu. Hangat.  

    Rasanya seperti semua sup yang pernah dia buat. Pahit, manis, asin. Jadi satu.

     

    Di luar, Veylara berdesir. Daunnya menetes embun cahaya.

     

    Setelah mangkok kosong, Nenek Ysra berdiri.  

    Dia mengelus meja kayu. Mengelus kompor. Mengelus buku.

     

    “Lakukan tugasmu,” bisiknya ke buku itu. “Jaga mereka.”

     

    Gub. Buku itu menutup sendiri.

     

    Nenek Ysra berjalan ke pintu. Membukanya.  

    Kriiieekkk…

     

    Kali ini suaranya bukan “kamu aman”.  

    Bukan “selamat datang”.  

    Suaranya bilang: “Sampai jumpa.”

     

    Dia melangkah keluar. Ke arah 25 pohon.  

    Angin mengantarnya. Daun-daun berjatuhan mengelilinginya seperti selimut.

     

    Di dalam gubuk, api di kompor padam sendiri.  

    Tapi uap dari mangkok terakhir masih mengepul. Lama.

     

    Tiga hari kemudian Seraphina dan Alistair datang.  

    Meja bersih. Kompor dingin. Buku kayu tertutup rapat.

     

    Di atasnya ada satu mangkok kosong. Dan di pegangannya terikat sehelai pita abu-abu.

     

    Alistair membuka buku itu. Halaman pertama kosong.  

    Halaman kedua kosong.  

    Semua resepnya… hilang.

     

    Tinggal satu tulisan di halaman terakhir, dengan tinta baru:

     

    Gubuk ini sekarang milik kalian. Masaklah.  

    Untuk orang yang tersesat.  

    Untuk orang yang lupa jalan pulang.  

    Resepnya ada di hati.

     

    Seraphina memeluk buku itu. Menangis.  

    Tapi bukan tangis sedih. 

     

    “Dia pulang,” kata Alistair pelan. “Ke 25 pohonnya.”

     

    Mereka menatap keluar. Veylara bergoyang.  

    Dan di bawahnya, tanahnya hangat.

     

    Pintu kayu berderit lagi.  

    _Kriiieekkk…_

     

    Kali ini bukan Nenek Ysra yang buka.  

    Tapi gubuknya sendiri. Menunggu tamu berikutnya.

     

    —

     

    Nenek Ysra sudah “pulang”. Tapi warisannya tetap.  

    Sekarang gubuk itu milik Seraphina, Alistair, dan Tio.

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 7 dari novel Rahasia buku sihir nenek Ysra

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021