KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 7 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 7 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 2 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    Bab 7: PASIR YANG MENANGIS DAN MASA LALU YANG TERKUBUR

     

    GURUN PASIR MERAH

     

    Tiga minggu perjalanan dari Akademi.

     

    Gurun Pasir Merah tidak merah karena pasir. Merah karena darah yang mengering di bawahnya. Angin panas membawa bisikan. 

    “Kembali… kembali…”

     

    Tim 10 berjalan beriringan. Leon berada di depan memimpin barisan. Lyra memegang kompas. Eira dan Aira berada di tengah. Sedangkan, Veyrin berada paling belakang, membawa air dan tenda.

     

    “Berhenti,” kata Veyrin pelan. “Pasirnya bergerak.”

     

    Benar. Di kejauhan ada pusaran pasir. Di tengahnya, ada cahaya merah berdenyut.  

    Benih Keempat.

     

    Tapi sebelum mereka mendekat, pasir meledak. Keluar monster kalajengking raksasa. Ekornya beracun.

     

    “Formasi!” teriak Leon.

     

    Pertarungan dimulai. Vanya buat perisai es. Kael dan Toran panah. Riko dan Mira lindungi anak-anak desa yang ikut.

     

    Eira dan Aira saling pandang.  

    “Gabung?” bisik Eira.

     

    Aira mengangguk. Mereka menggenggam tangan. Cahaya keemasan keluar.  

    Veyrin di belakang ragu. Lalu dia ikut meletakkan tangan di atas tangan mereka.

     

    Tiga cahaya menyatu. Hangat, putih, abu-abu.  

    Pasir dibawah monster mencair jadi kaca. Monster itu jatuh.

     

    Benih Keempat bergetar. Retak sedikit.

     

    SEKOLAH DULU, BARU JALAN

     

    Malamnya mereka berkemah di oasis kecil.

     

    Aira duduk sambil menulis di buku. “Hari pertama misi.”

     

    Eira tertawa. “Kita ini tim atau kelas?”

     

    Lyra membuka Buku Sihir Tanah Fajar. “Sebelum lawan Benih, kita latihan dulu. Aturannya: setiap malam 1 jam pelajaran.”

     

    “Pelajarannya apa?” tanya Kael.

     

    “Memahami Benih,” jawab Lyra. “Benih ini tumbuh dari apa.”

     

    Veyrin yang duduk paling jauh tiba-tiba bicara.  

    “Dari kesepian.”

     

    Semua menoleh.

     

    Veyrin menatap api. “Benih Ketiga tumbuh dari kesepianku. Aku rasa yang ini juga.”

     

    FLASHBACK MASA KECIL VEYRIN

     

    Api unggun memantulkan wajah Veyrin. Matanya kosong.

     

    “Aku umur 7 tahun,” bisiknya. “Dibuang ke gurun ini. Karena ibuku bilang aku lemah.”

     

    “Aku jalan tiga hari. Tidak ada air. Tidak ada orang.”  

    “Aku gali pasir dengan tangan sampai berdarah. Aku teriak. Tidak ada yang jawab.”

     

    Dia mengepalkan tangan. Bekas lukanya masih ada.  

    “Pasir ini menelanku. Tapi aku menolak mati. Aku bilang ke pasir: Kalau kau tidak mau aku hidup, aku akan buat kau tunduk.”

     

    Dari situlah dia belajar sihir es. Dari dendam. Dari dingin.

     

    Selene menggenggam tangan Veyrin. “Kamu tidak sendiri lagi.”

     

    Veyrin menatap Selene. Lalu menatap Eira dan Aira.  

    “Aku… aku takut kalau Benih ini ingat aku.”

     

    Eira maju. Dia duduk di sebelah Veyrin. “Kalau gitu kita lawan bareng. Kamu tidak gali pasir sendirian lagi.”

     

    Veyrin mengangguk. Air matanya jatuh ke pasir. Dan anehnya, pasir di situ jadi basah. Tumbuh bunga kecil.

     

    KEMBALI KE BENIH

     

    Subuh. Mereka sampai di pusaran pasir.

     

    Benih Keempat melayang. Bentuknya seperti hati yang terbuat dari kristal merah.

     

    “Benih Kesepian,” kata Lyra.

     

    Benih itu bicara tanpa suara. Kalian akan meninggalkanku juga. Seperti semua orang._

     

    Eira maju. “Tidak.”

     

    Aira maju. “Kami janji.”

     

    Veyrin maju paling akhir. Tangannya gemetar. “Dan aku… aku minta maaf karena dulu aku menyalahkan pasir.”

     

    Tiga cahaya lagi. Tapi kali ini Veyrin yang memimpin.  

    Cahaya abu-abu hangatnya paling terang.

     

    Benih Keempat berteriak. Retak. Lalu hancur jadi debu merah.  

    Debu itu jatuh ke tanah dan menumbuhkan bunga poppy merah.

     

    Gurun berhenti berbisik.

     

    SURAT KEDUA

     

    Di bawah bunga poppy ada surat kecil.

     

    Isinya:  

    Satu sudah selesai. Lima lagi.  

    Jangan percaya semua yang tersenyum.  

    – T

     

    Tim 10 saling pandang.

     

    Leon menatap kompas. “Tujuan berikutnya: Hutan Akar Hitam.”

     

    Eira menatap Veyrin. “Siap, Om?”

     

    Veyrin mengangguk. Untuk pertama kalinya, dia yang jalan paling depan.

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 7 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021