KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » Bab 9 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Bab 9 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    BY 24 Sep 2026 Dilihat: 3 kali
    Sihir Tanah Fajar_alineaku

    JILID 9 – BAB 3: KABUT YANG BERBISIK DAN TEMAN YANG TIDAK INGIN DILAWAN 

     

    LAUTAN KABUT

     

    Seminggu dari Hutan Akar Hitam.

     

    Tidak ada laut. Yang ada hanya kabut tebal setinggi gunung. Putih. Dingin. Tapi tidak membekukan.  

    Di dalamnya ada suara tawa anak kecil.

     

    “Benih Keenam ada di sini,” kata Lyra. “Benih Kesendirian.”

     

    Tim 12 masuk. Veyrin, Thalia, dan Tio jalan di samping.  

    Talia masih canggung. “Aku… aku belum biasa ramai.”

     

    Veyrin mengangguk. “Pelan-pelan.”

     

    Tio duduk di pundak Veyrin. “Aku juga belum biasa punya keluarga.”

     

    Kabut tiba-tiba membentuk wajah. Wajah anak laki-laki umur 10 tahun.  

    “Halo,” katanya. “Kalian datang buat ngancurin aku juga?”

     

    SIAPA PENGIRIM SURAT MISTERIUS ITU

     

    Anak itu duduk di atas batu apung. Di tangannya ada tumpukan surat.

     

    “Ini,” dia lempar satu. “Tulisanku.”

     

    Isinya sama persis:  

    Dua sudah selesai. Empat lagi.  

    Hati-hati. Yang berikutnya tidak ingin dihancurkan. Dia ingin berteman.  

    – T

     

    Eira maju. “Namamu siapa?”

     

    Anak itu menunduk. “Aku tidak punya nama. Benih ini manggil aku Teman.”

     

    Lyra membuka buku. Tangannya gemetar. “Benih Keenam. Ditanam oleh Veyrin 18 tahun lalu.”

     

    Veyrin terpaku. “Aku?”

     

    “Ya,” kata Teman. “Pas kau kabur dari istana pertama kali. Kau menangis di sini tiga hari. Lalu kau bilang: Kalau aku tidak punya teman, aku buat satu dari kabut.”

     

    Talia menutup mulut. “Kak…”

     

    Veyrin jatuh berlutut. “Aku tidak ingat. Aku terlalu marah waktu itu.”

     

    Teman menatap Veyrin. “Kau janji akan kembali. Tapi tidak pernah.”

     

    TALIA BELAJAR JADI BAIK

     

    Akar kabut mulai melilit kaki Tim 12.

     

    Teman menggeleng. “Jangan lawan aku. Aku capek sendirian.”

     

    Eira menatap Aira. Aira mengangguk.

     

    Talia yang biasanya maju paling depan, malah mundur. “Aku… aku tidak tahu harus apa.”

     

    Veyrin menatap Talia. “Ingat yang Aira bilang? Hangat itu pilihan.”

     

    Talia menarik napas. Lalu dia duduk di depan Teman. Tidak pakai sihir.  

    “Aku juga dulu sendirian,” kata Talia pelan. “Di hutan. Tidak ada yang ngajak ngomong.”

     

    Teman menatapnya. “Bohong.”

     

    “Beneran,” kata Talia. “Tapi sekarang aku punya kakak. Punya keluarga baru. Mau… mau jadi keluarga kita juga?”

     

    Teman diam lama. Kabut bergetar.

     

    LATIHAN SIHIR GABUNGAN TIM 12

     

    Kabut menyerang. Bukan untuk melukai. Untuk menguji.

     

    Lyra berteriak. “Semua! Gabung!”

     

    Kali ini bukan cahaya. Tapi pelukan.

     

    Leon peluk Kael. Vanya peluk Mira. Riko gendong anak desa.  

    Selene peluk Ardin. Eira peluk Aira.  

    Veyrin peluk Talia. Talia peluk Tio. Tio peluk semua.

     

    Dua belas orang. Satu lingkaran.

     

    Dari tengah lingkaran keluar cahaya putih lembut. Bukan menyerang. Menghangatkan.

     

    Kabut yang tadinya dingin jadi hangat.  

    Benih Keenam di dada Teman berdenyut, lalu keluar sendiri. Melayang.

     

    Benih itu tidak hancur. Dia berubah jadi lonceng kecil dari kristal.

     

    Teman mengambilnya. “Jadi… aku boleh ikut?”

     

    Eira tersenyum. “Boleh. Namamu siapa?”

     

    Teman mikir. “Panggil aku… Tio. Karena aku suka surat.”

     

    Semua tertawa.

     

    SURAT KEEMPAT

     

    Di batu apung ada surat terakhir dari kabut.

     

    Isinya:  

    Tiga sudah selesai. Tiga lagi.  

    Yang berikutnya ada di Kota Cermin.  

    Dan dia kenal kalian semua.  

    – ?

     

    Tio menatap surat itu. “Ini bukan tulisanku.”

     

    Veyrin mengepalkan tangan. “Berarti ada dalang lain.”

     

    Eira menatap kompas. “Tujuan berikutnya: Kota Cermin.”

     

    Tio naik ke pundak Veyrin. “Aku mau ikut. Aku mau lihat kota.”

     

    Veyrin menatap langit yang mulai cerah. “Berangkat. Tim 12.”

     

    Di belakang, kabut perlahan menghilang. Meninggalkan danau jernih.

     

     

     

    Kreator : Nadya Putri

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bab 9 dari novel Sihir Tanah Fajar Perjalanan 9 bintang

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021