Dalam kandungan seorang ibu,
Aku hanyut dalam buaian kehangatan dan kepasrahan.
Makan, minum dan seluruh pertumbuhan jiwa ragaku,
Bersandar pada kecintaan dan kesabaran serta kasih seorang ibu.
Mata-ku terpejam dalam isolasi pagi,
Tak kulihat kemegahan dunia yang selalu menawarkan keindahan semata.
Gerakan tubuh-ku, terpaku pada ikatan pusaran membelenggu.
Hari ini aku ingin membuka lembaran baru.
Sembilan bulan sepuluh hari aku terbelenggu,
Hidup dalam dinding kerahiman ibu.
Mata-ku tertutup dalam terangnya qalbu,
Goreskan perjalanan cinta kekasih menunggu.
Wahai Ibu, maafkan anakmu.
Mengosongkan diri atas budi perjuanganmu,
Aku tersadar saat membuka segudang ilmu,
Menorehkan perjuangan untuk selalu melihat syukur dengan qalbu.
Terima kasih Pahlawan-ku,
Hidupku sangat berarti bagi perjuanganmu.
Aku tidak akan pernah menjadi benalu,
Tetap berbakti melihat hal baru.
Lahirnya penglihatan-ku selalu ditunggu,
Memancarkan kasih kesetiaan sebagai penghuni baru.
Rembulan malam dengan setia menunggu,
Menerobos semangat mengolah jiwa raga-ku.
Ini jaman perjuangan,
Siapkan diri dengan berbagai peluru.
Penglihatan tertuju dengan ilmu,
Membentuk syukur atas lahirnya penglihatan jitu.
Terinspirasi Al-Qur’an Surat 16:78 dalam pembinaan Santriwan dan Santriwati PONPES Darul Musthofa. Ditulis di KANKEMENAG CILEGON
Selasa, 13 Januari 2026, Pkl. 10.00 -10.29 WIB sebagai Introspeksi Diri dalam Melihat Panca Indra Mata Wujud Syukur.
Kreator : A. Hendrid Suko Prastyono ( Abdullah Suko )
Comment Closed: BAB I KELAHIRAN MELIHAT
Sorry, comment are closed for this post.