KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Antalogi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Self-Improvement
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » BAB I – Prolog Buku Biru

    BAB I – Prolog Buku Biru

    BY 05 Okt 2026 Dilihat: 9 kali
    BAB I – Prolog Buku Biru_alineaku

    Hai…

    Apa kabarmu di sana?

    Hal-hal membaik di sini

    Aku mungkin tak lagi sama dengan yang pernah kau kenal

    Kini sedikit lebih percaya diri

     

    Sebenarnya tidak semuanya membaik di sini

    Tapi aku mencoba menjalani apa adanya

    Seperti yang selalu kau harapkan dariku: menikmati prosesnya (kan?)

     

    Aku melanjutkan hidupku di sini tanpa tahu kabarmu

    Tapi yang kurasakan, kau menemaniku di setiap ceritaku

    Terima kasih untuk itu

     

    Aku selalu membawa buku biruku kemana-mana. Bahkan, kalau tidak membawa tas sekalipun, aku akan menyisipkan selembar kertas dan pena di saku celanaku. Kalau aku merasakan sesuatu, aku bisa menuliskannya saat itu juga. Terasa di seluruh tubuhku, dari ujung kakiku sampai helai rambutku, rasa pilu yang hangat. Campuran bahagia dan sendu saat aku mengizinkan hipokampus memproyeksikan memori-memori bersamamu dahulu. Aku masih bisa menuliskan dengan jelas, seperti apa rasanya melihat pancaran teduh dari matamu.

     

    Tapi, aku tidak ingin seorang pun membaca tulisanku. Aku ingin menyimpan ini semua sendirian. Sebab tiap katanya terlalu berharga untuk direndahkan orang lain dengan kalimat, “Kamu berlebihan merindukan seseorang yang tidak merindukanmu.” 

    Aku berhenti menjelaskan diriku pada mereka yang tidak mau mengerti. Lagi pula apa yang bisa mereka lakukan terhadap sesuatu yang hanya ada di dalam sini? Mereka tidak akan mampu menyentuhnya. Biarkan aku sendirian dengan perasaan ini. Mereka tidak bisa mengambil ingatan itu dariku.

    Ini sesuatu yang menyebalkan. Bagaimana bisa jantungku terasa seperti disentil tangan tak kasat mata, sakit sekali, saat satu poster film ditampilkan di lorong-lorong bioskop.

    Aku waspada segera dari lamunku saat melihatnya. Judulnya tidak asing. Kurasa ini bukan perasaanku saja. Aku merasa benar-benar pernah membaca judulnya. Tak butuh waktu lama sampai aku menyadari di mana aku pernah membacanya.

     

    “Cerita ini mau dijadikan film, loh. Makanya aku mau baca bukunya dulu.”

    “Wah pasti bagus banget filmnya nanti, dari bukunya aja udah sebagus itu. Penasaran banget.”

    “Nontonnya nunggu aku selesai baca buku dulu ya, pengen bisa ngerasain sensasi kecewa yang umum dirasain orang-orang karena ekspektasi sama realita filmnya gak ketemu itu.”

    “Hahaha oke, baca dulu bukunya pelan-pelan aja.”

     

    Sesampainya di rumah, kucari buku itu di antara tumpukan bukuku. Ketemu! Benar saja, ada buku yang judulnya sama persis dengan judul film baru tadi.

     

    Padahal, bioskop sebelumnya jadi tempat netral dan cenderung menyenangkan bagiku yang suka pergi-pergi sendirian sekaligus penikmat film. Tapi sejak janji nonton bareng yang tidak akan terealisasi itu, entah apakah masih akan sama hubunganku dengan film-film lagi.

     

    ***

     

    Banyak orang bilang, supaya semangat melakukan sesuatu perlu ada reward yang dinanti. Mungkin dia salah satu orang yang setuju dengan hal itu.

     

    “Pengen dikasih apa kalau lulus nanti?” 

    “Mmm, mau bunga deh, bunga hidup ya.” 

    “Kamu yakin? Tapi cepat layu loh. Nanti gak bertahan lama, cepat lupanya.”

     

    Yah, dia gak tahu aja gimana aku kalau mengingat sesuatu. Apalagi untuk hal yang seindah itu. Dari orang sespesial dia pula.

     

    “Ada sekarang itu inovasi namanya resin, bunga yang udah kering pun bisa diabadikan. Atau, bisa juga dijadiin dry flowers, ditempel di buku.”

     

    Padahal, tanpa bukti fisik pun, aku juga bakal ingat terus.

     

     

    Kreator : Amajida Nuha (N. Noyada)

    Bagikan ke

    Comment Closed: BAB I – Prolog Buku Biru

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021