Pola asuh atau parenting memang bukan sesuatu yang mudah. Parenting memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah merawat semangat untuk terus belajar. Belajar bukan hanya milik anak-anak ataupun yang berstatus pelajar di sekolah dan instansi pendidikan, sejatinya belajar adalah tanda kehidupan karena kita bertumbuh dan berubah setiap waktunya menjadi lebih tahu dan lebih bijaksana.
Meskipun parenting itu tidak mudah, namun yang juga penting untuk diketahui adalah bahwa setiap keluarga memiliki nilai-nilai sendiri di dalamnya, yang mungkin mirip tetapi sebenarnya berbeda dengan keluarga lain bahkan dengan keluarga dari generasi sebelum kita. Oleh karena itu, sebenarnya para orang tua yang baru tidak perlu merasa panik ataupun “galau” dengan maraknya informasi seputar teknik parenting yang banyak saat ini. Pilih dan sesuaikan-lah gaya parenting anda sendiri yang disesuaikan dan cocok bagi anggota keluarga kita, temukan alat bantu dalam parenting yang cocok dan mudah bagi anda, kemudian lakukan observasi perkembangan anak anda dan keluarga. Yang lebih penting lagi adalah kreatifitas anda sebagai orang tua dalam menerapkan pola asuh tersebut.
Kenapa kreativitas sangat penting bagi orang tua? Karena anak anda adalah anak anda, bukan anak orang lain, bukan anak narasumber dari seminar parenting yang anda ikuti, bukan anak dari teman anda maupun tetangga anda. Setiap anak selalu terhubung dengan orang tuanya, maka jadilah diri anda sendiri dalam parenting dan latihlah kreatifitas anda. Kreatifitas yang datangnya murni dari dalam diri anda akan jauh lebih berkesan dan cocok bagi anak anda dibandingkan parenting hasil “copas” untuk anak anda. Dengarkanlah dan simak ide-ide serta imajinasi anak anda; bekerjasamalah dengan anak anda dan jadilah taman diskusi yang empatik dan tidak terlalu banyak kritik atau nasehat.
Ketika anak pertama saya masih usia balita, saya pun mengalami kebingungan saat kebiasaan dan sikap anak saya tidak seperti yang umumnya saya baca dan saya dengar dalam ilmu-ilmu parenting, lalu saya pun merasa menjadi ibu yang gagal. Tentu saja sesungguhnya tidak ada istilah ibu yang gagal selama ibu terus semangat untuk belajar. Ibu yang terbaik bagi anak-anaknya adalah ibu yang bersedia belajar terus dalam membersamai anak-anaknya.
Peran ibu tidak lepas dari dukungan dan kerjasama ayah, ibu dan ayah menjadi tim dalam parenting untuk mendampingi tumbuh kembang anak, masing-masing memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan anak, memberikan contoh dan saling menghormati satu sama lain, saling berkomunikasi tanpa rasa tertekan dan saling mendukung, tidak malu meminta maaf bila salah dan mencintai tanpa syarat.
Itu sebabnya sangat penting bagi ibu dan ayah untuk mengenal diri sendiri terlebih dahulu sebelum ingin mengenal anak, kenali diri, pahami apa yang sudah dilalui di masa lalu yang mempengaruhi diri, mempengaruhi emosi dan alasan dari segala keputusan yang diambil ketika dewasa, karena parenting itu bukan balas dendam dan melampiaskan ekspektasi diri kepada anak, parenting yang baik adalah terus belajar, menerima dan mencintai anak dan keluarga apa adanya, mendukung semangat anak meskipun berbeda dari ekspektasi orang tua dan menjadi tempat pulang yang aman bagi anak dan seluruh anggota keluarga.
Kreator : Laksmira Kumala
Comment Closed: Bab#1 Parenting
Sorry, comment are closed for this post.