Di saat si jiran mengusut bola yang tersandung
Di saat masih ada yang memandangmu dengan bingung,
Di saat masih ada yang telusur asal usulmu, Bung.
Malam ini, dalam tayangan langsung,
Kalian berdiri gagah, tak canggung
Yakin dengan bangga dengan dada membusung
Pertahankan tiap jengkal lapangan hijau,
Dari lawan yang mengepung.
Menit-menit selanjutnya….
Seluruh pemain berjibaku
Mengolah bola menendang batu
Bara semangat kaki kaki kayu
Menahan sakit, menunda rindu
Naturalisasi bukan hal baru
Meski sedikit bujuk rayu
Yang penting fifa setuju
Demi Indonesia satu, tuk
Nuju piala dunia.
Ladalah….
Maksud hati ini yang kau mainkan itu,
Supporter inginkan winning eleven, kau ramu formasi baru
Para pengamat bola minta game plan,
Taktik ini, kau buat strategi jitu,
Katanya….
Akhirnya peluit panjang sang pengadil berkumandang
Bagai gendering perang,
Perang antara pendukung dan si anti Petrik
Kubu-kubu terbelah
Ragam rasa membuncah
Kita belum waktunya !
Salah masukkan winning eleven !
Pelatih kacangan !
Reformasi pengurus!
Lalu,
Siapa yang salah
Apanya yang salah….
Entah ….
Jawabku pongah ….
Trik…trik….trik…..teriak supporter *
Meminta turun atau sekalian mundur
Lihatlah hasil banyak kecewanya
Menang tiga kalah empat imbang sekali
IT room, 27 Oktober 2025
*diucapkan seperti lagu ‘Tik tik tik bunyi hujan’
Kreator : Arif Mardiono
Comment Closed: BALADA SI PETRIK
Sorry, comment are closed for this post.