KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » BALASAN TANPA DENDAM

    BALASAN TANPA DENDAM

    BY 16 Nov 2025 Dilihat: 80 kali
    BALASAN TANPA DENDAM_alineaku

    PART 2

     

    Waktu terus berjalan, anak kecil yang dulu sering diejek dan dikucilkan kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang tangguh. Ia tak pernah melupakan masa kecilnya  bukan untuk menyimpan dendam, tapi untuk mengingat betapa kuatnya ia bisa bertahan. Setelah lulus sekolah menengah, ia bekerja sambil kuliah. Siang bekerja di toko buku kecil, malam belajar hingga larut. Hidupnya sederhana, tapi semangatnya luar biasa. Ia menolak menyerah, meski banyak orang berkata,

     “Perempuan sepertimu tak akan ke mana-mana.”

    Namun kata-kata itu justru menjadi bahan bakarnya. Sedikit demi sedikit, perjuangannya membuahkan hasil. Ia menjadi guru pekerjaan yang sejak kecil ia impikan. Guru yang bukan hanya mengajar membaca dan menulis, tapi juga mengajarkan anak-anak untuk percaya pada diri sendiri, meski dunia tidak percaya pada mereka.

    Beberapa tahun kemudian, ia sudah dikenal di kotanya, bukan karena harta, tapi karena ketulusan dan keberhasilannya membangun taman baca untuk anak-anak kurang mampu. Ia menamai tempat itu “Rumah Senyum” karena baginya, senyum adalah hal pertama yang ia pelajari untuk menutupi luka. Kini ia ingin membuat anak-anak belajar tersenyum tanpa harus menahan sakit.

    Suatu sore, saat ia sedang membereskan buku-buku di taman baca itu, datanglah seorang pria paruh baya. Wajahnya tirus, langkahnya gontai. Ia sempat ragu untuk masuk, tapi akhirnya duduk di kursi panjang dekat jendela. Wanita itu menoleh, jantungnya berdebar. Ia mengenali wajah itu,  paman yang dulu meludah dan menginjak fotonya.

    Paman itu menunduk dalam. Suara parau keluar pelan dari bibirnya,

    “Nak… aku dengar kau yang mengelola tempat ini. Aku… butuh pertolongan. Anak laki-lakiku sakit, tak ada yang mau menolongku. Aku sudah tak punya siapa-siapa lagi.”

    Sunyi sejenak, wanita itu hanya menatapnya dalam diam, bayangan masa kecilnya berkelebat: tawa ejekan, rasa sakit, air mata yang dulu ia sembunyikan. Tapi kali ini, ia hanya tersenyum, senyum lembut, tanpa amarah, tanpa kebencian. Ia berkata pelan,

     “Paman, tak apa. Mari duduk dulu. Di sini semua orang bisa mendapat bantuan, siapa pun mereka.”

    Paman itu tertegun, matanya berkaca-kaca.

     “Kau… tidak marah padaku?”

    Wanita itu menggeleng.

     “Kalau dulu Paman membuatku menangis, itu berarti Allah sedang mengajarkanku arti sabar. Kalau sekarang Paman datang padaku, mungkin Allah sedang mengajarkan arti memaafkan.”

    Air mata mengalir di pipi sang paman. Ia terisak,

     “Aku malu, Nak… aku benar-benar malu.”

    Wanita itu menepuk bahunya pelan,

     “Tak perlu malu. Kadang, kita diuji untuk tahu seberapa dalam hati kita bisa mengampuni.”

    Mereka berdua terdiam, matahari sore menyusup lewat jendela, menyinari foto-foto anak-anak yang tertempel di dinding  wajah-wajah kecil yang penuh harapan.

    Beberapa bulan kemudian, anak paman itu sembuh setelah mendapat bantuan medis dan dukungan dari komunitas “Rumah Senyum”. Paman itu kini sering datang ke taman baca, membantu memperbaiki rak buku, menyapu halaman, atau sekadar menyapa anak-anak yang datang belajar. Suatu hari, ia menatap ke arah wanita itu yang sedang membacakan cerita untuk sekelompok anak kecil. Air matanya jatuh lagi  kali ini bukan karena penyesalan, tapi karena rasa syukur.

    “Ternyata, anak kecil yang dulu aku injak harga dirinya… kini justru jadi orang yang paling luhur hatinya.”

    Wanita itu tersenyum, menutup buku cerita, dan berkata kepada anak-anak,

     “Ingat ya, Nak. Kebaikan tidak pernah rugi. Memaafkan tidak membuat kita kecil  justru di sanalah letak kekuatan yang sesungguhnya.”

    Dan sejak hari itu, “Rumah Senyum” bukan hanya menjadi tempat belajar, tapi juga tempat banyak hati menemukan kembali cahaya yang pernah padam.

     

     

    Kreator : Ferayanti, S. HI.

    Bagikan ke

    Comment Closed: BALASAN TANPA DENDAM

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021