Bayi yang Ditunggu Itu, Adalah Aku
Hari itu, tepatnya hari Minggu, 5 Juli 1970 bertepatan dengan sensus penduduk. Pada saat ayah dan ibu ditanyai tentang data kependudukan, tiba-tiba ibu mengeluh sakit pada bagian perut dan punggungnya. Ibu mengerang menahan sakit karena kontraksi-kontraksi yang terjadi pada kandungannya. Mengetahui hal tersebut, Nunu bergegas mengambil tikar yang sudah sejak lama ia persiapkan dan menggelarnya di atas dipan ibu, Nunu lalu memapah ibu untuk masuk ke kamar dan membantu membaringkannya. Nunu mengelus elus perut ibunya dan sesekali memijat punggung ibunya. Sambil menahan sakit, Ibu meminta Nunu untuk membuat ramuan minyak kelapa dan telur ayam kampung untuk ibu. Konon kabarnya ramuan ini dapat membantu memperlancar proses persalinan. Nunu pun bergegas ke dapur memenuhi keinginan ibu. Nunu sangat bersemangat dan penuh harap agar adik yang dilahirkan nanti adalah bayi perempuan yang begitu ia rindukan.
Ibu telah meminum ramuan yang dibuatkan Nunu, sambil tetap berbaring dan ditemani Ayah dan tante Mia, bidan di kampung kami saat itu, sementara Nunu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan ibu untuk melahirkan, pekerjaan Nunu belumlah selesai, tiba-tiba dari dalam kamar ibu terdengar suara tangis bayi memenuhi ruangan. Ibu sudah melahirkan.
“Nunu, ibumu sudah melahirkan, bayinya perempuan,” seru ayah gembira.
Tak ayal, Nunu melompat dan berlari meninggalkan pekerjaannya di dapur, dengan penuh sukacita dan rasa haru ia pun masuk ke kamar ibu, melihat kelahiran adik perempuan yang sangat dinantinya. Tepat pukul dua siang aku lahir ke dunia, pada hari Minggu bulan Juli tanggal lima tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh sehingga pamanku yang bernama Aswin Saehana yang sedang melaksanakan tugas sensusnya pada saat itu memberikan aku nama “Julmin” singkatan dari Juli Minggu, kelak nama itu diubah oleh kakak saya Nunu menjadi “Zulmin” yang sampai saat ini masih kupakai, yang ketika dewasa aku mencari arti namaku, Zulmin dalam bahasa Arab yang berarti Zalim, tetapi aku bukanlah sosok yang zalim, hehehe.
Kreator : Zulmin Marandani
Comment Closed: Bayi yang Ditunggu Itu, Adalah Aku
Sorry, comment are closed for this post.