KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Belajar Dari Peradaban Dinasti Abbasiyah

    Belajar Dari Peradaban Dinasti Abbasiyah

    BY 07 Des 2022 Dilihat: 446 kali

    Oleh : Shimizu Akari

    Sebagai penyuka sejarah, ini menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Mungkin beberapa dari kita terasa asing mengenai dinasti Abbasiyah. Perkembangan budaya Islam pada masa daulah Abbasiyah sering dipandang sebagai nostalgia umat Islam yang akan hilang hingga saat ini. Kemajuan, dalam segala hal, kini menjadi milik Barat, Kita bisa melihat teknologi bahkan ilmu pengetahuan saat kini. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan, mengingat ilmu pengetahuan dan perkembangannya yang ada pada masa daulah Abbasiyah hingga mencapai ke kejayaan yang pernah dimiliki kembali oleh umat Islam. Dibalik kemajuan yang dimiliki Barat saat ini, memang tidak dapat disangkal bahwa kontribusi umat Islam sangat penting untuk mewujudkannya, meskipun terkadang tersembunyi sekarang jika tidak dikatakan bahwa kontribusi ini telah dihilangkan. Sehingga nampaknya kemajuan budaya barat terjadi sendiri, tanpa kontribusi dari peradaban/kebudayaan Islam.

    Transisi dari dinasti Umayyah ke dinasti Kekhalifahan Abbasiyah tahun 750 M adalah sejarah yang tidak pernah dilupakan oleh para intelektual khususnya sejarawan Muslim. Masa yang bukan hanya masa dimana peradaban Islam mencapai masa keemasa, akan tetapi, itu juga titik balik putaran dalam sejarah dunia ditandai dengan penaklukan afrika pada tahun 710 M dan wilayah Spanyol 711 M silam. 

    Kekuasaan Abbasiyah mencapai puncaknya pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid, Hal ini sangat dikenal dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa pemerintahannya, pada saat itu semua orang dapat menikmati proses pembelajaran, yang membuat lahirnya cendikiawan muslim. pemerintahan Abbasiyah hidup di bawah kekuasaan Harun al-Rashid pada saat itu mengingat semua hal yang baik. Ini suatu kemajuan dan sejarah ini tidak dapat disangkal saat ini. Harun al-Rashid dibawah kepemerintahannya selalu mengutamakan kejujuran, kebenaran, keadilan, dan memiliki rasa cinta untuk ilmu pengetahuan sangat tinggi.

    Daulah Abbasiyah ini pasti semua orang menginginkannya. Dimana, kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesusantraan, bahkan kebudayaannya mengalami pertumbuhan yang pesat. 

    Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat yang tidak tertandingi. Saat naiknya Harun Al-Rasyid sebagai khalifah kalima yang menggantikan Al-Hadi selalu membawa perubahan besar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah. Hal ini ditandai pula dengan banyaknya para ilmuwan yang hidup pada masa pemerintahannya. Di antaranya, Qadri Abu Yusuf, keluarga Bermakid, Abu Atahiyah, Ishak al-Mausuli dan lain-lain. Kemajuan yang dicapai Dinasti Abbasiyah di bawah kekuasan khalifah Harun Al-Rasyid beserta putranya tersebut di atas, paling tidak disokong oleh gaya kepemimpinan yang mereka anut bersifat terbuka. Hal ini dibuktikan dengan adanya data keperibadian khalifah Harun AlRasyid yang terkenal murah hati, lebih mengedepankan akal dari pada emosi dan senantiasa berlaku sopan santun serta dermawan terhadap seluruh rakyatnya. 

    Di masa ini kota Bagdad yang sekarang ini adalah ibukota Irak waktu itu telah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan yang sangat pesat. Data sejarah juga membuktikan bahwa pada masa pemerintahan beliau, dibangun pula sebuah perpustakaan sebagai pusat telaah referensi segala macam ilmu pengetahuan dan sebagai pusat diskusi ilmu pengetahuan yang diberi nama Baitul Hikmah yang berarti gedung ilmu pengetahuan. 

    Tidak hanya itu, pada masa kekuasaan khalifah Harun al-Rasyid, berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, astronomi dan kemiliteran tidak kalah pesatnya. Sehingga para sejarawan telah membandingkan bahwa khalifah Harun al-Rasyid benar-benar membawa perubahan dan menempati sebuah derajat yang sangat tinggi dalam hal kebudayaan dan peradaban, jika dibandingkan dengan Karel Agung di Eropa yang menjalin persahabatan dengannya. Bagdad sebagai ibu kota Dinasti Abbasiyah memang tidak ada yang dapat menyaingi walaupun dengan Kostantinopel yang merupakan ibu kota Binzantium.

    Bani Abbasiyah memberikan kontribusi besar dalam hal ini. proses membangun peradaban Dunia Islam Terkenal, Eksistensi diakui di segala bidang menjadi bukti bagi dunia sejarah kemegahan Islam pada masa itu. 

    Puncak kejayaan Abbasiyah menjadi pondasi keberadaan dan perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat dan mempromosikan pengembangan ilmu pengetahuan dunia. Pada masa pemerintahan dinasti Dinasti Abbasiyah menghasilkan banyak karya, banyak intekletual dan pemimpin di berbagai bidang seperti karya al-Kindi di bidang Filsafat, Kimia, Optik. Namun, sungguh memperihatin, buku-buku ilmiah bersejarah yang dibuat oleh para ilmuwan Muslim telah dimusnahkan oleh bangsa Mongol di ambang kehancuran dinasti Abbasiyah. Inilah yang menjadi pemutus perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam saat ini.

    Referensi


    Muksin, M. (2016, Juni). Islam Dan Perkembangan Sains & Teknologi (Studi Perkembangan Sains dan Teknologi Dinasti Abbasiyah). Tekonologi & Manajemen Informatika, Vol.2, No.4, Hal.15-19.

    Bagikan ke

    Comment Closed: Belajar Dari Peradaban Dinasti Abbasiyah

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021