Sebagai penyuka sejarah, ini menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Mungkin beberapa dari kita terasa asing mengenai dinasti Abbasiyah. Perkembangan budaya Islam pada masa daulah Abbasiyah sering dipandang sebagai nostalgia umat Islam yang akan hilang hingga saat ini. Kemajuan, dalam segala hal, kini menjadi milik Barat, Kita bisa melihat teknologi bahkan ilmu pengetahuan saat kini. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan, mengingat ilmu pengetahuan dan perkembangannya yang ada pada masa daulah Abbasiyah hingga mencapai ke kejayaan yang pernah dimiliki kembali oleh umat Islam. Dibalik kemajuan yang dimiliki Barat saat ini, memang tidak dapat disangkal bahwa kontribusi umat Islam sangat penting untuk mewujudkannya, meskipun terkadang tersembunyi sekarang jika tidak dikatakan bahwa kontribusi ini telah dihilangkan. Sehingga nampaknya kemajuan budaya barat terjadi sendiri, tanpa kontribusi dari peradaban/kebudayaan Islam.
Transisi dari dinasti Umayyah ke dinasti Kekhalifahan Abbasiyah tahun 750 M adalah sejarah yang tidak pernah dilupakan oleh para intelektual khususnya sejarawan Muslim. Masa yang bukan hanya masa dimana peradaban Islam mencapai masa keemasa, akan tetapi, itu juga titik balik putaran dalam sejarah dunia ditandai dengan penaklukan afrika pada tahun 710 M dan wilayah Spanyol 711 M silam.
Kekuasaan Abbasiyah mencapai puncaknya pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid, Hal ini sangat dikenal dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa pemerintahannya, pada saat itu semua orang dapat menikmati proses pembelajaran, yang membuat lahirnya cendikiawan muslim. pemerintahan Abbasiyah hidup di bawah kekuasaan Harun al-Rashid pada saat itu mengingat semua hal yang baik. Ini suatu kemajuan dan sejarah ini tidak dapat disangkal saat ini. Harun al-Rashid dibawah kepemerintahannya selalu mengutamakan kejujuran, kebenaran, keadilan, dan memiliki rasa cinta untuk ilmu pengetahuan sangat tinggi.
Daulah Abbasiyah ini pasti semua orang menginginkannya. Dimana, kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesusantraan, bahkan kebudayaannya mengalami pertumbuhan yang pesat.
Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat yang tidak tertandingi. Saat naiknya Harun Al-Rasyid sebagai khalifah kalima yang menggantikan Al-Hadi selalu membawa perubahan besar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah. Hal ini ditandai pula dengan banyaknya para ilmuwan yang hidup pada masa pemerintahannya. Di antaranya, Qadri Abu Yusuf, keluarga Bermakid, Abu Atahiyah, Ishak al-Mausuli dan lain-lain. Kemajuan yang dicapai Dinasti Abbasiyah di bawah kekuasan khalifah Harun Al-Rasyid beserta putranya tersebut di atas, paling tidak disokong oleh gaya kepemimpinan yang mereka anut bersifat terbuka. Hal ini dibuktikan dengan adanya data keperibadian khalifah Harun AlRasyid yang terkenal murah hati, lebih mengedepankan akal dari pada emosi dan senantiasa berlaku sopan santun serta dermawan terhadap seluruh rakyatnya.
Di masa ini kota Bagdad yang sekarang ini adalah ibukota Irak waktu itu telah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan perdagangan yang sangat pesat. Data sejarah juga membuktikan bahwa pada masa pemerintahan beliau, dibangun pula sebuah perpustakaan sebagai pusat telaah referensi segala macam ilmu pengetahuan dan sebagai pusat diskusi ilmu pengetahuan yang diberi nama Baitul Hikmah yang berarti gedung ilmu pengetahuan.
Tidak hanya itu, pada masa kekuasaan khalifah Harun al-Rasyid, berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, astronomi dan kemiliteran tidak kalah pesatnya. Sehingga para sejarawan telah membandingkan bahwa khalifah Harun al-Rasyid benar-benar membawa perubahan dan menempati sebuah derajat yang sangat tinggi dalam hal kebudayaan dan peradaban, jika dibandingkan dengan Karel Agung di Eropa yang menjalin persahabatan dengannya. Bagdad sebagai ibu kota Dinasti Abbasiyah memang tidak ada yang dapat menyaingi walaupun dengan Kostantinopel yang merupakan ibu kota Binzantium.
Bani Abbasiyah memberikan kontribusi besar dalam hal ini. proses membangun peradaban Dunia Islam Terkenal, Eksistensi diakui di segala bidang menjadi bukti bagi dunia sejarah kemegahan Islam pada masa itu.
Puncak kejayaan Abbasiyah menjadi pondasi keberadaan dan perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat dan mempromosikan pengembangan ilmu pengetahuan dunia. Pada masa pemerintahan dinasti Dinasti Abbasiyah menghasilkan banyak karya, banyak intekletual dan pemimpin di berbagai bidang seperti karya al-Kindi di bidang Filsafat, Kimia, Optik. Namun, sungguh memperihatin, buku-buku ilmiah bersejarah yang dibuat oleh para ilmuwan Muslim telah dimusnahkan oleh bangsa Mongol di ambang kehancuran dinasti Abbasiyah. Inilah yang menjadi pemutus perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam saat ini.
Referensi
Muksin, M. (2016, Juni). Islam Dan Perkembangan Sains & Teknologi (Studi Perkembangan Sains dan Teknologi Dinasti Abbasiyah). Tekonologi & Manajemen Informatika, Vol.2, No.4, Hal.15-19.
Comment Closed: Belajar Dari Peradaban Dinasti Abbasiyah
Sorry, comment are closed for this post.