KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Benarkah Jokowi mulai kehilangan cengkraman kekuasaan

    Benarkah Jokowi mulai kehilangan cengkraman kekuasaan

    BY 10 Sep 2024 Dilihat: 127 kali
    gejala laten terbunuhnya demokrasi_alineaku

    Pemilu sudah berakhir. Pemenangnya sudah diumumkan KPU. Rakyat tinggal beberapa minggu memiliki Presiden baru. Indonesia telah berhasil mentradisikan suksesi secara Damai. Kemenangan Prabowo juga dengan suara yang signifikan. 

          Tapi mengapa justru pemilu yang menurut banyak orang demokratis, paska pemilu muncul gonjang ganjig yang dipicu rencana revisi RUU Pilkada, yang prosesnya kilat.  Baleg DPR  bersidang pada sore hari tanggal 20 Agustus 2024, paginya mereka bersepakat menggelar sidang paripurna DPR. Kapan uji publiknya ?

             Inilah yang memicu kemarahan Masyarakat sipil. Kali ini mahaiswa tidak mau kehilangan momentum. Dan konsilidasi mereka tentu sama sekali tidak diperhitungkan DPR. Pagi harinya gedung DPR  Dikepung mahasiswa

               Mahasiswa tidak hanya marah kepada DPR, tetapi kepada presiden juga.  Demo besar  berawal dari sidang yang dilakukan baleg untuk menggelar sidang paripurna DPR  Yang akan Presiden dianggap turut campur tangan dalam pengguliran revisi RUU   Pilkada. Revisi ini buntut dari Keputusan MK terkait dg keputusan no 60 dan Keputusan tentang Batasan usia pencalonan terhitung sejak pencalonan.  Keputusan ini akan membuat peluang Kaesang untuk mencalonkan kepala Daerah berantakan. 

                DPR berdalih sebelum jatuh Keputusan MK, MA mendahului membuat putusan  bahwa pembatasan itu dihitung saat calon dilantik yakni sekitar Pebruari 2025. Lagi pula jadi ada semacam kompikasi hukum. DPR sendiri berdalih amar putusan pengjian uji materi yang dimohonkan pemohon ditolak. Keputusan MK yang beda dengan hanya di pertimbangan hukum. Tapi MK berbeda dengan DPR dan mengeluarkan rilis bahwa amar putusan dan pertimbangan hukum itu mengikat.

           DPR tetap nekat dan berdalih untuk mengikuti MA. Maka cepet cepetan DPR  buat revisi RUU pilkada. Keputusan 60 itu juga merugikan Koalisi Indonesia Maju, karena membuat koalisi besar bisa berantakan, karena Keputusan 60 memungkinkan partai dan gabungan partai bisa mengajukan calon sendiri sama dengan calon perseorngan sekitar 6,5 sampai 10 persen tergantung DPT  dari perolehan DPRD pada pileg terakhir.  

             DPR pun seperti kebiasaan menggelar sidang pada waktu yang tidak biasa untuk mengelabui publik. Dan prosesnya pun super kilat. Baleg DPR langsung menyepakati menggelar sidang paripurna keesokan harinya.  

           Sangat pedenya sekali Baleg DPR.   Jokowi pun semakin memancing kemarahan publik dan dengan  enteng buat statement yang intinya agar Keputusan masing- masing institusi dihormati. Arahnya jelas, OK putusan MK dihargai, tetapi Tapi DPR pun berhak karena DPR merupakan b.adan pembuat UU.

               Tapi menarik revisi  RUU pilkada menurut Machfud MD  sekedar akal- akalan, karena yang mau dibahas adalah keputusan MK yang mau disandingkan keputusan MA. revisi pilkada Januari lalu pernah diminta diuji oleh kalau tidak salah oleh anak UI terutama pasaal tentang menggeser jadwall Pilkad,dari November ke September, dan sudah ditolak. Jadi Revisi Pilkada ini menurut Machfud MD sudah masuk kotak.

                 

                 Kemarahan publik itu pasti sudah dibaca elit kekuasaan atau mungkin Prabowo, sehingga yang diomongkan Arteria Dahlan dari fraksi PDIP bukan isapan jempol. Buktinya  keesokan hari DPR   gagal menyetujui. RUU Pilksda karena tak mencapai kuorum.  Dan anehnya kegagalan itu antara lain karena keengganan anggota aketuanya dari Gerindra.

              Hal ini bisa dibaca kalau Prabowo tidak setuju dengan langkah fraksi Gerindra.  Prabowo tentu akan membaca kalau eskalasinya berlanjut akan beirisan dengan masa depan dirinya sebagai presiden terpilih Ia akan kena imbas. Jadi wajar kalau ada analisis ada peran Prabowo dibalik  kegagalan revisi RUU pilkada ini.

              Tentu  Keputusan MK akan berdampak di pilkada serentak di berbagai daerah. Dampak mulai dirasakan KIM. Tentu Koalisi Pemerintah  yang tergabung dalam Koalisi KIM  mulai dirasakan yaitu akan goyahnya koalii ini. Koalisi ini mulai terpengauh,juga di bebreapa daerah

               Lihat saja yang terjadi di Banten, cagup dari KIM yang semula juga didukung Golkar  karena Golkar mencabut calonnya sendiri yang telah  beberapa waktu dipersiapkan, balik kanan meninggalkan KIM karena Golkar enggan kehilangan kadernya, karena Airin tetap bisa maju melalui PDIP, padal Airin sudah diancam kalau maju Bersama pdip akan dipecat dari Golkar. Tapi di Surakarta Golkar mengorbankan kadernyua demi solidnya Bersama KIM.

              Apakah kegagalan pembahasan revisi Pilkada yang tidak hanya ditunda, tapi dibatalkan ini, hanyalah penanda mulai redupnya pengaruh Jokowi ?

              Mulai tampak tanda tanda dalam kondisi saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan Jokowi. Sebetulnya ia berharap banyak dan membackup partai yang dikomandani anaknya, tapi partai itu  masih tetap kecil. Upaya menggolkan anakny jadi    salah satu calon gubernur juga berantakan. Upaya mengendalikan pilkada mungkin hanya punya pengaru di Sumut dan Jateng. 

               Dalam situai yang tinggal hitungan minggu ini tak banyak lagi yang bisa ia buat. Untuk meningkatkan nilai tawar Gibran di hadapan Prabowo juga kian sulit

                 Mungkin ini hanyalah tanda cengkeran politiknya mulai habis. Mungkin saat inilah saatnya ia mengucapkan selamat tinggal kekuasaan.

     

     

    Kreator : Goris Prasanto

    Bagikan ke

    Comment Closed: Benarkah Jokowi mulai kehilangan cengkraman kekuasaan

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021