KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Bermain Monopoli

    Bermain Monopoli

    BY 16 Nov 2025 Dilihat: 48 kali
    Bermain Monopoli_alineaku

    Di saat zaman teknologi yang semakin maju, segala sesuatu yang konvensional mulai ditinggalkan. Segalanya beralih ke digital dan banyak orang, baik usia tua maupun muda, lebih suka memainkan gawainya daripada hal lain.

    Baru bangun tidur di pagi hari, benda yang paling pertama dicari pastilah telepon genggam. Siang, sore, malam… seperti itu terus ritme kehidupannya. Bahkan, karena asyik memainkan benda yang satu itu, hubungan komunikasi antar manusia mulai berkurang. 

    Di depan tv, di ruang keluarga jika malam tiba, semua anggota keluarga berkumpul. Duduk bersama di sofa itu. Bukannya saling berkomunikasi, berbagi cerita hari itu, berbagi tawa, tetapi asyik dengan telepon genggamnya masih-masih. Acara kumpul keluarga besar, kumpul bersama teman di cafe, berbicara secara langsung pun jarang terjadi. Semua asyik menunduk, entah itu bermain media sosial, membaca berita terbaru, atau sekedar bermain games.

    Sungguh dengan adanya telepon genggam pintar, bagaikan buah simalakama. Di satu sisi benda itu memberikan banyak keuntungan bagi manusia, seperti dapat berkomunikasi jarak jauh tanpa melalui surat seperti zaman dulu, bisa membaca koran, menonton, bahkan bisa membayar berbagai layanan tanpa harus mengantri berjam-jam. Sama seperti aku ketika 20 tahun lalu harus mengantri hanya untuk membayar listrik, air, dan telepon. Yang kadang bisa menghabiskan waktuku selama seharian penuh. Belum lagi jika ingin membeli tiket pesawat, tiket bis, atau hal lainnya juga harus memperhatikan jam operasional kantor perusahaan yang menjual jasa tersebut. Namun, dengan adanya telepon genggam yang pintar itu, kita bisa membeli itu semua bahkan sambil rebahan di rumah. Dan masih banyak lagi keuntungan  lainnya.

    Di sisi lainnya, adanya teknologi ini ternyata mengurangi interaksi antara orang-orang sekitarnya, khususnya interaksi dengan anggota keluarga di rumah. Semua asyik dengan dunianya sendiri.

    Lalu…Apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan keasyikan interaksi sebelum adanya telepon genggam? Ya, kita harus meletakkan telepon itu dan melupakannya sejenak.

    Cerita asyiknya interaksi dengan sesama anggota keluarga bermula dari ide anak sulungku yang beberapa minggu ini mulai asyik bermain monopoli dengan teman kuliahnya jika jam perkuliahan telah usai. Permainan monopoli, sebuah permainan sederhana yang pernah ku mainkan ketika masih kecil ternyata menciptakan permainan mengasyikkan dengan teman-temannya. Permainan ini juga berupa selembar kertas berisi gambar dilengkapi dengan dadu, rumah mini, kartu dan peralatan lainnya. Harganya pun cukup murah. Sebuah permainan yang hampir terlupakan oleh zaman, ternyata dimainkan kembali oleh anak sulungku.

    Suatu sore, ketika sedang mampir ke toko mainan untuk membeli mainan anak bungsuku, Si Sulung melihat permainan monopoli juga ada dijual di toko mainan tersebut. Di rumah, kucoba mengingat cara memainkannya, dibantu Si Sulung yang menjelaskan bagaimana aturan permainannya. Setelah dimainkan, permainan monopoli berhasil menyita waktu senggang kami di malam hari sebelum tidur. Di ruang tamu yang biasanya hanya diisi dengan main telepon genggam masing-masing, berganti dengan canda tawa dan keriuhan berrnain monopoli yang semakin lama semakin seru. Bermain sambil berkhayal punya negara, punya perusahaan air, perusahaan listrik sangat mengasyikkan. Monopoli, sebuah permainan sederhana dan murah telah berhasil menciptakan kembali interaksi yang hampir hilang ditelan teknologi. Bahkan anak bungsuku yang belum mahir membaca pun ikut memainkannya. Interaksi seperti ini yang kurindukan seperti sebelum mengenal gawai.

    Walaupun kita hidup di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, usahakan untuk menjalin komunikasi, berinteraksi minimal dengan anggota keluarga di rumah. Karena dengan salah satu cara ini bisa menciptakan kenangan indah antara orang tua dan anak-anak. Selain itu juga dapat meningkatkan hubungan yang lebih erat dan lebih akrab. Tidak hanya dengan memainkan permainan monopoli, sebenarnya masih banyak permainan lainnya yang bisa dimainkan seperti permainan ular tangga, halma, lompat tali, atau hanya sekedar menggambar bersama. Jadi, tunggu apa lagi? Ajak anakmu untuk bermain apa yang pernah kamu mainkan ketika masih kecil. Dan itu sangat mengasyikan.

     

     

    Kreator : Fatrisia Yulianie

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bermain Monopoli

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021