Di sudut alam semesta nan jauh, sebuah Bintang kecil terlahir. Ia begitu kecil, sangat mungil tak kasat mata, bahkan teleskop paling canggih sekalipun tak mampu melihatnya. Bintang kecil itu Bernama Covid-19. Ia lahir dari sebuah ledakan kecil di alam semesta mikro, sebuah peristiwa yang tak terduga dan tak tercatat dalam Sejarah sebelumnya.
Perjalanan Panjang dimulai, saat Bintang kecil itu melayang-layang di angkasa, melewati jutaan galaksi dan akhirnya mendarat di sebuah planet biru Bernama Bumi. Tanpa disadari ia menumpang pada seekor kelelawar dan terhempas berpindah pada tubuh seorang manusia yang mendarat di Bumi.
Di bumi, Bintang kecil ini mulai bersinar terang. Cahayanya bukanlah Cahaya biasa, melainkan Cahaya yang sangat membahayakan bagi makhluk hidup yang dihinggapinya. Berawal dari kondisi lemah, demam biasa, batuk-batuk dan pilek, sesak atau kesulitan bernafas adalah gejala-gejala yang disebabkan oleh terkontaminasinya tubuh seseorang ataupun makhluk hidup dari Cahaya yang ditularkan oleh Bintang kecil Covid-19.
Setiap saat, setiap menit bahkan dalam hitungan detik, satu demi satu korbannya mulai tumbang. Tak terhitung lagi berapa banyak korban akibat serangan wabah Covid-19 ini. Kota-kota besar yang biasanya ramai kini berubah menjadi sepi, sunyi dan mencekam. Rumah Sakit tak sanggup lagi menampung para pasien yang selalu datang silih berganti. Paramedis berjuang sekuat tenaga berada di garda terdepan, bahkan sudah berapa banyak pula para medis seperti dokter dan perawat yang menjadi korban Bintang kecil Covid-19 ini. Sungguh suatu pemandangan yang sangat pilu dan menyesakkan dada.
Virus ini tak mengenal batas, serangannya begitu dahsyat. Ia menyebar dengan cepat melintasi benua dan samudera. Roda perekonomian terhenti, jutaan orang kehilangan pekerjaan. Ribuan nyawa melayang. Anak kehilangan orang tuanya. Orang tua kehilangan saudaranya. Entah berapa banyak lagi korban melayang. Hari demi hari selalu diselimuti kesedihan berkepanjangan, seakan tak ada yang mampu menghentikannya. Dunia seakan lumpuh, lumpuh total.
Dalam keheningan di sebuah ruang kecil laboratorium nan sepi, nampak secercah cahaya terang memancarkan harapan, sang Ilmuwan tengah duduk menghadap sebuah alat bernama mikroskop. Ia tampak sedang mengamati sesuatu di depannya. Yah, dialah seorang ilmuwan sedang mengadakan penelitian untuk menemukan obat pencegah Virus Covid-19. Namun, ia tidak sendiri. Ia tergabung dalam team relawan yang beranggotakan para ahli dan tenaga medis. Mereka terdorong untuk membantu mengatasi pandemi yang sedang merajalela. Sesama tim mereka berusaha saling menguatkan satu dengan lain, saling bahu membahu menemukan cara yang ampuh menghambat atau sebisa mungkin menekan jangan terjadi banyak korban lagi. Sudah cukup sudah. Inilah saatnya bagi kita untuk melawan, demikian sang ilmuwan dan para peneliti membulatkan tekad mereka.
Setelah melewati badai yang panjang, akhirnya Cahaya Bintang kecil Bernama virus Covid-19 itu pun meredup, sepertinya ia kelelahan dalam perjalanan panjangnya mengelilingi bumi.
Akhirnya harapan pun kian nyata, para ahli dan ilmuwan pun berhasil menemukan vaksin penghambat Covid-19. Bersamaan dengan itu kesadaran Masyarakat sudah tertanam dan terbentuk. Masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan, mahalnya nilai sebuah Kesehatan, dan pentingnya menjaga kekebalan tubuh. Kehidupan di masyarakat pun lambat laun mulai normal kembali.
Bintang kecil yang sebelumnya sangat menakutkan, kini menjadi sebuah cerita dan kenangan pahit. Virus Covid-19 yang pernah menaklukkan dunia, telah mengajarkan manusia banyak hal. Ia mengajarkan manusia akan pentingnya kesehatan. Pentingnya membangun sebuah persatuan. Serta kerentanan manusia terhadap alam semesta. Satu hal yang tak kalah pentingnya bahwa kehadiran Virus Covid-19 mengajarkan manusia untuk tetap bangkit dalam keterpurukan, terus maju dan berusaha melawan pahitnya kehidupan, karena kehidupan akan terus berjalan dan tetap berjalan.
Kreator : Aliyah Manaf
Comment Closed: Bintang Kecil Taklukkan Dunia
Sorry, comment are closed for this post.