KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • Berita Alineaku
  • Bisnis
  • Branding
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Moralitas
  • Motivasi
  • Novel
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Politik
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Bintang: Perjuangan Santri Antara Hafalan dan Pengabdian

    Bintang: Perjuangan Santri Antara Hafalan dan Pengabdian

    BY 06 Des 2024 Dilihat: 206 kali
    Bintang Perjuangan Santri Antara Hafalan dan Pengabdian_alineaku

    Bintang adalah seorang santri yang rajin dan bersemangat. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan lingkungan pondok pesantren, karena keluarganya sangat mendukung pendidikan agama. Setelah lulus dari sekolah dasar, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sebuah pondok pesantren yang terletak jauh dari rumahnya.

    Bintang menjalani hari-harinya di pondok dengan penuh semangat. Setiap pagi, ia bangun lebih awal untuk melaksanakan shalat tahajud dan dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah. Setelah itu, ia mengikuti kegiatan mengaji Al-Qur’an dan menghafal hadits. Sebagai santri, ia selalu berusaha disiplin dan taat terhadap peraturan pondok.

    Namun, kehidupan Bintang di pondok tidak hanya tentang belajar agama. Ia juga aktif di organisasi santri yang disebut OSPI (Organisasi Santri Pondok Islam). Bintang dipercaya menjadi ketua bidang sosial di organisasi tersebut. Tugasnya adalah mengatur berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, membantu masyarakat sekitar pondok, dan menggalang dana untuk saudara-saudara yang membutuhkan. Posisinya di organisasi membuat jadwalnya semakin padat, tetapi ia merasa bangga dan bersyukur bisa berkontribusi lebih banyak bagi pondok dan masyarakat.

    Suatu hari, Bintang menghadapi dilema, kegiatan di pondok dan di sekolah sangat padat. Namun, di sisi lain, OSPI sedang merencanakan sebuah kegiatan besar, yaitu pesantren kilat untuk anak-anak dari luar pondok. Sebagai ketua bidang sosial, ia harus mengurus segala persiapan, mulai dari menyusun jadwal hingga memastikan kebutuhan logistik tersedia.

    Bintang merasa bingung. Di satu sisi, ia selalu berusaha berkegiatan di pondok dan di sekolah dengan baik sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai santri. Di sisi lain, ia tidak ingin mengecewakan teman-temannya di organisasi yang sudah bekerja keras merencanakan kegiatan tersebut. Ia pun berdoa memohon petunjuk kepada Allah, berharap diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan kedua tugasnya.

    Setelah beberapa hari merenung, Bintang memutuskan untuk berbicara dengan pengasuh pondok. Ia menceritakan kegiatannya di OSPI dan betapa pentingnya peran yang dipegangnya dalam kegiatan pesantren kilat tersebut. Sang pengasuh memahami situasi Bintang dan memberikan solusi. Ia menyarankan Bintang untuk membagi waktu dengan lebih efektif dan melibatkan teman-teman santri lain dalam kegiatan pesantren kilat. Dengan cara ini, Bintang bisa tetap fokus pada kegiatan pondok dan sekolah tanpa mengabaikan tanggung jawab di OSPI.

    Mendengar saran dari pengasuh, Bintang merasa lega. Ia segera mengumpulkan teman-temannya di OSPI dan meminta bantuan mereka untuk membagi tugas dalam persiapan pesantren kilat. Bintang tetap memantau dan memberikan arahan, tetapi ia tidak lagi menangani semua hal sendirian. Waktunya yang biasanya penuh dengan kegiatan OSPI kini bisa ia alokasikan juga untuk kegiatan pondok dan menyelesaikan tugas sekolah.

    Setiap malam, setelah mengurus persiapan pesantren kilat, Bintang menyempatkan waktu untuk mengaji di pondok. Ia melakukannya dengan penuh ketekunan dan keyakinan bahwa dengan niat yang ikhlas, Allah akan memudahkan jalannya. Berkat kerjasama dengan teman-teman di OSPI dan kedisiplinannya, ia berhasil menjalankan kedua tugas tersebut.

    Enam bulan kemudian, kegiatan pesantren kilat berjalan sukses, dan Bintang dapat melakukan tugasnya sebagai santri untuk selalu mengaji. Pengasuh pondok dan teman-temannya memberikan apresiasi atas usahanya yang luar biasa. Bintang merasa sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan tugasnya di pondok sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain melalui OSPI. 

    Bagi Bintang, perjalanan di pondok adalah pelajaran berharga tentang bagaimana membagi waktu, bertanggung jawab, dan tetap berkomitmen terhadap ilmu dan pengabdian. Ia semakin yakin bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana kita bisa memberi manfaat kepada sesama.

     

     

    Kreator : Safitri Pramei Hastuti

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bintang: Perjuangan Santri Antara Hafalan dan Pengabdian

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 14: Kopi Klotok Pagi hari yang cerah, secerah hati Rani dan semangat yang tinggi menyambut keseruan hari ini. Ia bersenandung dan tersenyum sambil mengiris bahan untuk membuat nasi goreng. Tante, yang berada di dekat Rani, ikut tersenyum melihat Rani yang bersenandung dengan bahagia. “Rani, kamu ada rasa tidak sama Rama? Awas, ya. Jangan suka […]

      Sep 18, 2024
    • Part 13 : Candi Borobudur Keesokan harinya Rama sibuk mencari handphone yang biasa membangunkannya untuk berolahraga disaat Rama berada di Jogja. Rama tersenyum dan semangat untuk bangun, membersihkan diri dan segera membereskan kamarnya. Tidak lupa Rama juga menggunakan pakaian yang Rapih untuk menemui Rani hari ini. Sementara Rani seperti biasa masih bermalas-malasan di dalam kamarnya […]

      Sep 07, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021