Penulis : Dhien Novita Sani (Member KMO Alineaku)
Jika kau tanya berapa purnama sudah terlewat
Aku hanya mampu menunduk malu menahan pilu
Tak punya rangkaian kata sebagai penanda sangka
Berlalu tanpa makna , waktu terbuang entah kemana
Aku ada dimana?
Purnama terus bergerak, berlalu tanpa goresan kata
Tak ada aksara yang tertata, tak ada cerita berbalut romansa
Kering bagai daun tersapu angin, terbang ke segala penjuru
Terkalahkan oleh penundaan dan kemalasan tiada kira
Kenapa terbiarkan? kalah dengan waktu yang terus menggoda
Aku bertarung dengan nafsu ketidakdayaan
Membiarkan segala juta alasan, apa aku menyerah saja?
Aku berontak, jangan jangan pergi dariku
Aku tersadar, selaksa bangun dari lelap panjang yang tak bermimpi indah
Tertatih aku bangkit, terseok langkah kaki yang berat
Ayo jalan, melangkah lah, batin terus meronta
Bukankah ini yang kau cari sekian lama?
Kembalikan semangatku, aku ingin merajut kembali
Mimpi yang dulu pernah terbersit walau ragu mendera
Aku pasti bisa, jangan pergi lagi dariku
Aku ingin terus merangkai aksara
“Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”
Comment Closed: Bulan Berlalu Hampa
Sorry, comment are closed for this post.