KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Bunda Aisyah

    Bunda Aisyah

    BY 23 Nov 2025 Dilihat: 103 kali
    Bunda Aisyah_alineaku

    Pagi ini hari tampak mendung. Hujan rintik-rintik perlahan membasahi dedaunan. Suasana tampak lengang. Kicau burung yang biasanya bersahut-sahutan tak terdengar lagi. Hanya tetes air berjatuhan di atap rumah yang memenuhi ruang telinga. Sesekali hembusan angin bertiup bisikkan kata cinta. 

    Kuteguk perlahan kopi pahitku. Rasa malas untuk keluar rumah mulai menghantui. Biarlah anakku tidak sekolah hari ini, karena cuaca hujan aku malas untuk mengantarnya. Kemungkinan orang tua yang lain juga ada yang berpikiran seperti aku. Malas keluar rumah, malas kena air hujan. 

    Sampai kopiku hampir habis, hujan belum reda juga. Padahal ini waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 sudah waktunya aku berangkat nganter anakku. Coba deh aku tengok anakku di dalam kamar, dia bermalas-malasan apa tetap semangat berangkat sekolah ya?

    Aku lirik saja dia, tanpa aku tanya. Ternyata anakku sudah selesai memakai seragam sekolah. Bahkan sudah siap dengan tas sekolahnya di meja. Berarti dia tidak terpengaruh dengan adanya cuaca hujan. Berarti dia tetap semangat berangkat sekolah walaupun hujan belum reda.

    Aku harus semangat. Aku harus buang rasa malas yang datang menghantui. Aku tak boleh menanamkan rasa malas dan ide melanggar kedisiplinan kepada anakku yang masih polos. Kalau sampai aku menyuruh dia mbolos atau aku bilang malas berangkat karena hujan, berarti aku adalah orang pertama yang menanamkan kejelekan dan ketidakdisiplinan. Aku tak mau seperti itu. Aku tak mau menanam dosa jariyah.

    Oke-lah harus segera kuhabiskan kopi ini. Biar aku tampak sudah siap ketika nanti si bocil Siti melangkah keluar kamar. Oya, mantel di jok sepeda motor, helm di atas rak sepatu. Kunci motor di cantolan. Segera deh kuambil sebelum Si Siti ngajak berangkat. 

    “Mah, Mamah di mana?” panggil si bocil Siti.

    “Hay Nak, Mamah sudah di serambi nih. Mamah lagi pakai mantel, sambil lihat hujan,” sahutku sambil menunjukkan sikap tenang.

    “Siti boleh gak Mah, bawa handuk. Nanti kalau sampai sekolah basah gimana kalau gak pakai handuk, risih kan.” Tanya siti setengah memaksa dengan argumennya yang tak mungkin ditolak.

    “Boleh lah, bawa aja. Tapi ingat ya, habis pakai langsung disimpan di tas biar nanti saat pulang gak ketinggalan. Walaupun sedikit basah gak papa ditaruh tas, gak usah dijemur di sekolah, nanti kelihatan kumuh sekolahnya kalau ada handuk dijemur.” Jawabku sekaligus memberi penjelasan yang tak mungkin dibantah pula.

    “Ayo segera dipakai mantelnya, sudah waktunya berangkat nich. Jangan lupa berdoa ya.” Ajakku yang cukup dijawab dengan anggukan kepala saja.

    Dengan sepeda motor tua ini kuterobos rintik hujan yang tak kunjung reda. Kutarik gas motorku perlahan menyusuri jalan meninggalkan jejak perdana di lintasan jalan berlumpur. Suasana lingkungan  tampak sepi. Tak ada orang yang lalu lalang seperti hari-hari biasanya.

    Sesampainya di perempatan jalan, tampak telah lewat satu sepeda motor yang meninggalkan jejak di atas lumpur becek di sepanjang jalan. 

    Maa syaa Allah, ternyata bekas jejak sepeda motor yang ada tadi adalah jejaknya bu Aisyah. Ketika aku sampai di sekolah beliau sudah berada di serambi sekolah seorang diri. Tampak di atas sepeda motornya terdapat mantel kusam yang basah. 

    “Hay Siti, assalamualaikum, maa syaa Allah luar biasa nich Siti, semangatnya jempol. Siti yang datang paling duluan lo sampai pukul 07.00 ini.” sapa bu Aisyah kepada kami sambil senyum dan langsung membantu kami menurunkan Siti dari motor lalu membantu melepas mantelnya. Seolah tak minta jawaban atas sapaannya. 

    Senyum kami pun mengembang. Subhanallah ternyata bu Aisyah sudah datang di sekolah dan menyambut kedatangan murid-muridnya walaupun hujan. Syukurlah aku tadi tidak jadi menyuruh Siti untuk mbolos. Dengan adanya bu Aisyah menyambut kami rasa hati ini sangat senang dan semakin tumbuh semangat disiplin. Sebagaimana bu Aisyah, beliau selalu disiplin dan tidak pernah datang terlambat. 

    Aku salut kepadanya. Walaupun dia usianya sudah lebih tua dibandingkan guru-guru yang lain, beliau sangat enerjik dan rajin. Hampir setiap hari saat aku datang mengantar anakku, beliau sudah berada di sekolah terlebih dahulu walaupun tidak jadwalnya piket. 

    Bukan hanya disiplin saja, bu Aisyah juga rajin. Selama ini yang aku lihat  beliau suka menyapu halaman dan serambi sekolah. Bu Aisyah juga rajin mencabut rumput di halaman dan merapikan kerikil-kerikil yang berserakan. subhanallah.

    Aku juga mengamati selama ini ketika waktunya pulang dan banyak wali murid menjemput anaknya duduk di sepeda motor masing-masing di pinggir jalan,  bu Aisyah  turun ke halaman atau ke jalan dan mengantar murid kepada orang tua masing-masing. Walaupun banyak di antara murid yang lari sendiri menuju orang tuanya. Tetapi Bu Aisyah menunggu dan mengawasi muridnya keluar sambil menyapa ramah kepada wali murid sehingga tampak akrab. Ternyata itulah cara beliau menghormati dan mendekati wali murid.

    Tak lama setelah aku berbincang dengan Bu Aisyah bu guru lain terus berdatangan. Hujan pun mulai reda dan banyak murid yang berdatangan pula. Alhamdulillah cuaca semakin terang dan waktu terus berlalu. Sudah saatnya bel masuk sekolah berbunyi. Dan aku berlalu meninggalkan mereka yang mulai berbaris. @

     

     

    Kreator : Endah Suryani, S. Pd AUD

    Bagikan ke

    Comment Closed: Bunda Aisyah

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021