KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Cahaya Di Balik Jendela

    Cahaya Di Balik Jendela

    BY 16 Nov 2025 Dilihat: 87 kali
    Cahaya Di Balik Jendela_alineaku

    Bulan purnama bersinar terang malam itu, cahayanya menembus tirai jendela kamar Beni. Namun Cahaya rembulan itu tak mampu mengusir kesedihan yang menyelimuti hatinya. Beni menyingkap tirai dan menatap keluar melalui kaca jendelanya, melihat rumah-rumah tetangganya berjejer sepi, sunyi dan hening. Dulu, disaat bulan purnama seperti ini, ia biasanya bermain bersama teman-temannya di lapangan. Suara teriakan, sorak sorai dan tawa anak-anak bermain memecah keheningan malam. Tapi kini semua itu tinggal kenangan saja. Beni pun semakin sedih mengenangnya.

    “Kapan semua ini akan berakhir? Sampai kapan aku harus terus-menerus berdiam diri di rumah?” gumamnya lirih.

    Masa pandemi telah merubah segalanya. Sekolah ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan, sesama teman tak bisa saling bertemu ataupun saling mengunjungi. Ada kerinduan bermain petak umpet, rindu tertawa bersama, dan rindu dengan suasana ramai di sekolah. Setiap hari Beni menghabiskan waktunya belajar secara daring di rumah. Bahkan Beni merasa jenuh belajar sendirian saja. Bagaimana pun, belajar bersama teman-teman di sekolah jauh lebih menyenangkan.

    Sore itu, Beni menonton berita di televisi tentang banyaknya pasien di rumah sakit sampai-sampai tak kebagian ruangan atau kamar perawatan. Belum lagi berita tentang banyaknya korban yang meninggal diakibatkan virus Covid-19. Beni tertegun, hatinya sedih. Ia merasa bersalah karena tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong.

    “Aku ingin menjadi superhero,” gumamnya. 

    “Aku ingin membantu menyelamatkan banyak orang. Aku bosan dengan semua ini, aku bosan dengan keadaan sekarang ini.”

    “Tapi, kepada siapa aku harus mengadu, melampiaskan kesedihan dan amarah ini,” bisiknya dalam hati.

    Sejenak Beni terdiam, lalu seketika itu pula ia beranjak menuju meja belajarnya. Beni mengambil pena dan mulai menulis di buku diary. Ia menulis semua perasaan hatinya, perasaan sedih, takut dan harapan-harapannya. Ia juga menulis tentang mimpi-mimpi indah yang ingin ia wujudkan setelah pandemi berakhir nantinya. Entah telah berapa lama Beni selalu mondar-mandir dalam rumahnya, telah berapa banyak pula harapan dan Impian serta segala gundahnya yang ia tuliskan di buku Diary-nya.

    Beberapa bulan kemudian, pemerintah mengumumkan bahwa telah menemukan Vaksin sebagai obat Covid-19 meskipun masih dalam jumlah yang terbatas. Sesuai arahan pemerintah melalui Menteri Kesehatan dan Tim Dokter Indonesia yang menangani kasus C-19 menghimbau kepada masyarakat agar segera menghubungi pihak Rumah Sakit untuk mendapatkan vaksin tersebut. Tak terkecuali Beni dan keluarga pun segera menuju ke puskesmas sesuai dengan arahan pemerintah daerah tempat tinggalnya.

    Setelah sekian lama, akhirnya sekolah mulai dibuka kembali. Beni merasa sangat senang karena bertemu lagi dengan teman-temannya di sekolah. Mereka dapat tertawa lagi, bermain bersama lagi, seakan tak pernah ada pandemi. Beni menyadari bahwa ada banyak kesedihan dan penderitaan disebabkan Pandemi Covid-19, namun adanya pandemi juga mengajarkan kita akan pentingnya arti sebuah kebersamaan, empati dan peduli sesama serta berbagai harapan. Melalui pandemi pula, Beni belajar bahwa dalam situasi dan kondisi yang sesulit apapun kita bisa menemukan dan menciptakan kebahagiaan asalkan ada kemauan dan keinginan yang kuat dalam diri. 

    Cahaya harapan untuk hari esok yang lebih baik semakin menyala. Bulan seakan-akan menyampaikan pesan harapan itu kepada Beni dan menatap mata Beni agar beranjak tidur. Selamat malam dan selamat beristirahat, Beni. Seolah mengerti Beni pun tersenyum sambil  perlahan menutup kembali tirai jendela kamarnya dan beranjak tidur.

     

     

    Kreator : Aliyah Manaf

    Bagikan ke

    Comment Closed: Cahaya Di Balik Jendela

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021