Sore itu, cahaya matahari menyelinap lembut lewat jendela, memantul di ubin ruang tamu rumah dinas Bapak yang hangat. Dari kejauhan, terdengar sayup-sayup suara radio yang memutar lagu lawas, menyatu dengan langkah kaki Ibu yang baru pulang kerja. Seperti biasa, di tangannya tergenggam majalah wanita kesayangannya Kartini yang selalu membuat matanya berbinar setiap kali edisi baru […]
Siang itu cuaca panas menyengat. Matahari bertengger di atas kepala. Sinarnya menerangi jagat raya dengan energi panas yang menyertainya. Terik semakin menyengat kulit. Mengiringi langkah umat manusia dengan segala aktivitasnya. Begitu pula Bu Eni. Tak lepas dari terpaan pancaran sang surya. Yang menyertai perjalanan rutinnya setiap hari melaksanakan tugas dan kewajibannya menjadi ibu yang mengawal […]
Tidak semua luka menampakkan darah. Ada yang mengendap dalam diam, menetap di dada, lalu menjelma keteguhan yang tidak bisa dilihat siapa pun. Aku pernah berada di titik itu; bekerja sepenuh hati, memberi lebih dari yang diminta, menambal celah di sana-sini agar segalanya tampak utuh. Bukan karena ingin dianggap luar biasa, tetapi karena aku percaya; jika […]
Senja bercerita di kaki gunung Tentang kasih yang tak sampai ke puncaknya Aku mencintaimu dalam diam Seperti tanah humus memeluk akar pohon Menghidupi namun tak pernah memiliki Kau laksana burung terbang Yang melintasi sungai ingatan Sedangkan aku ranting cemara yang patah Menunggu kepak sayapmu yang tak kunjung pulang Pohon cemara bersaksi dalam diam Dimana aku […]
Aku kembali ke jalan itu Yang dulu kita lewati berdua… Kini berlumut sepi Berbatas jurang dan kenangan yang Terjerembap Ranting patah berserakan seperti janji yang dulu sempat kita ukir di batang kayu lapuk Angin hanya menertawakan Betapa cinta bisa lapuk oleh waktu Namun tak hancur oleh rindu Aku duduk di bawah langit senja […]
Kususuri lorong jalanan sunyi Tanpa jemari yang menggenggam Tanpa kata manis mendayu Seperti yang sering dirindukan banyak Perempuan Tapi aku memilih diam Bukan karena tak ingin dicintai Melainkan karena aku terlalu mencintai Kehormatan diri Takut kehilangan Ridha Ilahi Wajahku tak pernah merona sebab rayuan Hatiku tak pernah berbunga karena ajakan tanpa ada restu […]
Ada luka yang tak bisa disembuhkan kecuali dengan menulis, dan ada cinta yang terlalu dalam untuk diteriakkan, kecuali lewat kata. Saat ku torehkan jejak dalam antologi Merdeka Berpikir, Merdeka Beraksi, aku tahu; ini bukan sekadar tentang buku. Ini tentang luka yang tak boleh dibiarkan membusuk, dan nurani yang tak bisa terus dibungkam. Ini tentang menggugat […]
Bab IV : Terus Belajar Mengajar Untuk mencapai kedekatan kepada Allah dibutuhkan keikhlasan, tauhid, zuhud, percaya kepada Allah, tawakkal, cinta kepada Allah (mahabbah) takwa, wara’, ridho, syukur, sabar, berserah diri, tobat yang konsisten. Tidaklah mudah bagi seorang murid untuk sampai kepada tujuan itu memerlukan waktu yang panjang dan menghadapi rintangan yang tidak sedikit, kendati demikian […]
“TILAR DUNYA” Sakumaha edun di dunya kabeh oge bakal ditinggalkeun. Saukur awak ngagojod lir kedebong kaku cicing wae. Jadi jenazah tuluy mayit dikurebkeun di kuburan nu poek mongkleng ngan sorangan. Pamajikan geulis, salaki kasep moal daek maturan heungap ningal Liang Lahat. Kitu ngaromongna teh. Sakabeh nu dipibanda moal dibawa. Ngajentul ngajawab pertanyaan malaikat. Kusieun sigana […]