Bagi siapapun yang akan memulai suatu perjalanan akan mempersiapkan berbagai keperluan, untuk memenuhi segala hal yang diperlukan ketika menempuh perjalanan. Mempersiapkan dengan sebaik mungkin, supaya ketika dibutuhkan sudah tidak lagi bingung untuk mencarinya. Mulai dari kesiapan uang, kendaraan, perbekalan, akomodasi penginapan, obat obatan bahkan pengetahuan tentang tempat yang dituju. Jika tempat yang dituju, ditempuh dengan […]
“Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berbedoa kepadaMu, ya Tuhanku.” (Q.S. Maryam : 4). Seberapa banyak doa yang telah terpanjatkan? Seberapa banyak buliran air mata menetes menemani rapalan doa doa? Seberapa lama langkah ikhtiar yang telah diupayakan? Pernahkah terhinggap rasa kecewa atas doa doa […]
Ch 4 | Kecelakaan Jefri berteriak saat suatu mobil sedang melaju dengan kecepatan yang kencang menabrak tubuh Vyora. Tubuh Vyora terpental begitu jauh, kepalanya berdarah, rambutnya acak-acakan. Jefri melihat itu langsung lari menuju Vyora. “Raa… Bangun, Raa…” ucap Jefri sambil memegang kepala Vyora. “J-jef kepala aku sakit banget.” ucap Vyora kesakitan. Tanpa berpikir panjang Jefri […]
Prinsip hidup sederhana menjadi komitmen kami berdua. Itu pun diikrarkan secara eksplisit pada saat pertemuan kami. “Seandainya Tuhan mengizinkan kita untuk bersatu, Kau mau menikah bersamaku dengan segala kesederhanaanku ya, Dik?” Kalimat itu yang terngiang dalam ingatanku saat calon suami meminangku. “Ya, Mas. Aku juga terbiasa hidup sederhana.” begitu ucapku kala itu. “Aku ingin menikah […]
5. Kenangan di Kediri Pukul 12.15 rombongan Bu Kus turun di stasiun Kediri dan ketika berada di luar stasiun, Bu Kus mendatangi seorang lelaki berambut gondrong dan berkumis tebal. Awalnya Naryama ragu mengikuti Bu Kus, karena lelaki itu terkesan seram, tetapi ketika si lelaki bicara dengan Bu Kus, ternyata kesan seram itu hilang sebab si […]
4. Kedekatan Arsyanendra dan Naryama Puturini Kepadatan jalan menuju tempat Tyana menginap pada sore ini, membuat Arsyanendra gelisah dan tidak sabar karena ia rindu dan ingin segera bertemu Tyana. Hatinya berdebar-debar, seolah hendak menghadapi ujian berat dan dia sangat mengharapkan pada pertemuan sore ini, Tyana mau menerimanya menjadi kekasih sebagai rasa tanggung jawab, karena mereka […]
3. Kepulangan Arsyanendra “Tya, saya bingung pada perbuatan kita tadi malam.” “Sudah lah, anggap saja itu sebagai kado ulang tahun saya yang ke-25 dari sahabat baru.” “Kalau sahabat, rasanya bukan seperti itu kadonya.” “Anggap saja kamu sahabat istimewa.” “Tya, apakah hubungan kita bisa berlanjut? Aku nggak ingin hanya sampai disini, karena kita sudah melakukan hal […]
2. Ketertarikan Tyana Sehari setelah kembali dari Gili Meno, Tyana tidak merasa canggung lagi saat bertemu Boni seorang diri di restoran hotel dan Tyana sudah menganggap Arsyanendra dan Boni adalah teman baru yang menyenangkan. “Syanen kemana?” Tanya Tyana tanpa basa basi. “Dia sedang hunting foto.” Jawab Boni. “Eh…… Bon, yang kemarin ketemu kita di Gili […]
I. Perkenalan Pemberitahun agar penumpang pesawat mematikan telepon genggam selama penerbangan, tidak dipatuhi oleh seorang lelaki muda yang terus bicara ditelepon, dan kejadian ini baru pertama kali dialami Tyana selama dia menggunakan pesawat terbang. Ketika seorang pramugari mengingatkannya, lelaki itu hanya memandang lalu memakai telepon genggamnya lagi. Pramugari itu memandang si penelepon lalu berkata dengan […]