Jam menunjukkan pukul 00.00, Gadis itu masih menatap ponselnya yang gelap. Tidak ada notifikasi, tidak ada kabar, dan anehnya itu sudah tidak mengejutkan. Dulu dia akan menunggu, melihat berapa menit sudah berlalu, jam berapa terakhir dia online, sembari mengarang segala alasan kenapa seseorang tidak membalasnya. Tapi, untuk hari ini berbeda. Dia masih peduli tapi dia […]
“Jadilah orang baik” adalah ungkapan yang sering kita dengar sejak kecil. Kita menuruti, berusaha ramah, membantu, mengalah, dan menjaga perasaan orang lain. Sampai suatu hari, tanpa kita sadari, tubuh dan hati kita mulai lelah: kita terlalu sering berkata “ya” dan terlalu jarang mengakui batas, dan pelan-pelan menjauh dari diri sendiri. Tokoh di dalam buku ini, […]
Epilog: Jangan Terlalu Baik Hidup terus berlanjut setelah buku ini ditulis; keinginan, pesan, dan harapan orang lain tidak berhenti. Bukan dunia luar yang berubah, tetapi bagaimana kita memilih untuk menanggapinya. Zhu telah belajar bahwa menjaga diri bukan lawan dari kepedulian dan bahwa menjadi baik tidak berarti selalu berkata “ya”. Perjalanannya tidak melibatkan perubahan besar […]
Bagian Penutup- Catatan Zhu untuk Kamu Tetap Kuat Saat Hidup Terasa Berat Anda juga mungkin lelah jika Anda membaca bagian ini. Saya ingin berbagi beberapa hal kecil yang membantuku bertahan saat semuanya terasa berat dan seolah-olah saya harus melaluinya sendiri. Berhenti sebentar itu bukan kalah Aku pernah berusaha keras sampai pikiranku dan tubuhku habis. […]
Bab 12: Damai dengan Kata “Tidak” Perjalanan panjang menata batas menghasilkan kesadaran sederhana bahwa mengatakan “tidak” adalah cara yang bijak untuk melakukan kebaikan, bukan pengkhianatan pada kebaikan. Zhu menemukan kedamaian yang tidak lagi bergantung pada persetujuan orang lain setelah banyak latihan, konflik, dan ujian. Sekarang kata-kata yang dulu menakutkan menjadi bagian dari bahasanya. Rutinitas […]
Bab 11: Ujian Terbesar Ujian itu datang dengan cepat, seolah-olah gemuruh yang menuntut keputusan. Satu vendor utama secara mendadak meninggalkan proyek besar di kantor, yang melibatkan klien penting dan dana besar. Dibutuhkan solusi cepat, dan tim yang paling terorganisir dan dapat diandalkan dibebaskan dari tekanan. Nama Zhu muncul sebagai orang yang memiliki kemampuan untuk […]
Bab 10: Membangun Lingkaran Baru Ketika hubungan lama berakhir, orang-orang baru secara bertahap mengisi tempat kosong tersebut; mereka adalah hubungan yang memiliki kualitas yang berbeda, bukan sekadar pengganti. Minggu demi minggu, Zhu menemukan bahwa membangun lingkaran baru membutuhkan sedikit lebih banyak keberanian, pilihan sadar, dan kesabaran daripada sebelumnya. Ia menyadari bahwa selama ini ia […]
Bab 9: Konsekuensi dan Kehilangan Menetapkan batas membawa perubahan yang terlihat. Ada lebih sedikit pekerjaan gratis, lebih banyak jadwal, dan rasa kendali yang lebih besar. Namun, setiap keputusan memiliki konsekuensi. Keberanian untuk berkata “tidak” membuat beberapa hubungan renggang, beberapa kesempatan hilang, dan ada saat-saat ketika dukungan yang selama ini mengisi hari ternyata berkurang. Beberapa […]
Bab 8: Bukan Jadi Dingin, Tapi Tegas Keberanian Zhu menghasilkan pelajaran baru: mempertahankan batas tidak sama dengan tetap dingin. Tegas adalah seni mempertahankan hubungan tanpa kehilangan diri sendiri. Ia mulai merasakan perbedaan halus itu dalam setiap interaksi, termasuk menolak, memberi kritik, dan mengelola proyek kecil. Perubahan ini tidak terjadi di dalam vakum. Orang-orang di […]