Ideal itu nanti, di kehidupan sesudah mati. Disini, di bumi renta ini, baiknya memantas diri. Supaya kelak, Bumi Baru boleh dimasuki. Ideal di bumi ini, sejatinya belum dimengerti. Segalanya tergantung pada cara pandang dan persepsi. Tergantung kasih semesta yang setia pada tatanan diri. Ideal itu nanti, di balik kesudahan diri. Ketika segala yang fana melayang […]
Cinta itu rembang pagi Yang anginnya sepoi sepoi Mempertegas siluet diri Yang didamba asa di hati Cinta itu teriknya siang Yang anginnya gersang Menikmati selendang mayang Sambil tak sabar menunggu petang Cinta itu semburat senja Yang anginnya bersahaja Membuat rasa bermanja Tergenggam dibawah meja Cinta itu redupnya malam Yang anginnya menderu diam Membuat jiwa semakin […]
Semakin jauh menapaki Merayapi tiap jengkal sendi yang kau gali Makin ku terbiasa dengan aroma perih meski terbelalak Menggunung tiap gumpal liat tanah kau susun berupa inginmu Menjadi pundi menjelma genggam jemari Rapuh tersulut riuh Jejak tapak kaki semakin pudar tergerus Melayang tersapu dingin angin yang nikmat Jauh sudah menepi Terbuai melodi ruda tersamarkannya […]
Sedari pagi Rasa itu selalu terkebiri Oleh gundah resah sang penggembala Sorak silih ganti mengabadikan lelapnya mentari Seribu jawab sudah tertutupi Nyatanya kata “tidak” tak satupun tersemai Terlerai oleh ganasnya pantai Padang tandus yang terendus Biarlah rasa berlalu bersama arak-arakan sembilu tanpa sempat mengadu pada janji yang terpadu Kreator : De’Arofah
(1) Osmosis menyatukan Butiran angan Antara kau dan aku Nyatakan dalam rasa Rindu ini Tumpukan hasrat yang Berpadu menyeru Antara dua hati Nikmati bersama Desahan alam Indahnya cinta (2) Halimun tak kan mampu halangi pandanganku darimu Hadirmu tlah menggugah hasrat ‘Tuk merengkuh sebongkah harapan Tetesan embun pagi pun seolah mengajakku ‘Tuk terus […]
Membersamaimu laksana menahan bara Menyala hangat menjalari seluruh nadi dan sendi Memendar cahaya lentera kecil penerang kala Jalan terang meregang di depan pelupuk mata Rengkuh dengan tangan ternganga Riuh riak terdera tertabuh Asa langit berarak kian lekat berlabuh Gelora dahaga kembara sesak bergemuruh Dalam gulita budaya menyeluruh Kreator : De’Arofah
Beri aku waktu, tuk bernafas dengan jelaga usang yang bergelantung di langit-langit hidung Beri aku jarak, tuk merangkak dengan lutut yang butut Beri aku rentang, tuk begadang santai menikmati masaku yang tergadai Beri aku ruang, tuk melintang di padang ilalang dipenuhi beribu gendang kehidupan yang tak kan lekang berderang Beri aku sendu, tuk beradu rindu […]
Sudah kututup payungku Sudah kulipat jas hujanku Badainya sudah perlahan mereda Tapi hujannya belum Masih deras mengguyur Dan aku masih di atas perahu Di tengah lautan Tak apa, tak mengapa, Agar jiwaku paham Dia mampu menari Dan basah kuyup dalam hujan Di sisa badai yang lekat di ingatan Karena bersama-Nya Hanya bersama-Nya Di Pojok […]
Romansa cerita berdebu terkuliti Diantara rerintik hujan di tengah hari Sendu berseri Pungguk merindu pada bulan separuh Memanggil penggal-penggal kata tak selesai Terangkai larik-larik prosa lama Guratan kisah kata terpotret lensa kegirangan Nyata terpantul pada dinding arca drupadi Bias lembut membingkai rona janji tersemai pasi Bersua kita di sini Di antara riuh wajah […]