KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Beranda » Artikel » Cinta yang Tak Butuh Panggung

    Cinta yang Tak Butuh Panggung

    BY 19 Agu 2025 Dilihat: 99 kali
    Cinta yang Tak Butuh Panggung_alineaku

    Suasana aula sore itu penuh dengan semangat. Suara MC mengisi udara, memanggil satu per satu nama santri yang meraih prestasi terbaik—dari yang tercepat dalam menghafal, teraktif mengikuti kegiatan, hingga yang paling rajin dan disiplin. Tepuk tangan riuh menyambut setiap nama yang disebut, sorot lampu panggung menyorot wajah-wajah penuh bangga.

    Saya ikut bertepuk tangan, tentu saja. Tapi dalam hati kecil, saya menunggu satu nama. Nama anak saya. Barangkali akan disebut di bagian akhir, mungkin akan ada kejutan kecil yang membuat saya bangga luar biasa. Tapi sampai sesi itu usai, namanya tak terdengar. Tak ada pujian yang mengarah padanya. Ia bukan yang tercepat, terbaik, atau teristimewa menurut daftar.

    Ada rasa kecewa. Sekilas, ada desir halus yang menyentuh ego saya sebagai orang tua. Mungkinkah ia tidak cukup menonjol? Tidak cukup berusaha? Atau saya yang terlalu berharap?

    Acara berlanjut dengan penampilan seni. Anak saya ikut tampil bersama kelompoknya. Saya berusaha mencari sosoknya di atas panggung. Ia ada di sana—ya, saya menemukannya—di barisan paling belakang. Tak berada di tengah, tak memegang peran utama. Hanya menjadi bagian dari gerakan kompak yang nyaris tak terlihat penonton.

    Saya menahan napas. Rasanya hati ini kembali teriris. Anak saya ada, tapi seperti tidak benar-benar hadir.

    Namun, di tengah riuh tepuk tangan dan mata yang mencari sorotan utama, saya mendadak tersentak oleh sebuah kesadaran. Cinta orang tua seharusnya tak butuh panggung.

    Anak saya mungkin bukan yang tercepat menghafal, bukan yang paling disiplin dicatat sekolah. Tapi saya tahu ia bangun pagi setiap hari, menaklukkan rasa malas, melawan kantuk saat harus bangun sebelum subuh, dan menjaga sikap agar tetap sopan. Ia ikut semua kegiatan—bukan karena ingin pujian, tapi karena ingin menjadi bagian dari proses itu sendiri. Dan bukankah itu juga sebuah prestasi?

    Berjuang menjadi anak baik di dunia yang makin bising dan penuh distraksi, adalah pencapaian. Berusaha menundukkan keinginan, mengikuti peraturan pesantren, tidak membangkang, itu adalah bentuk kemenangan yang tak selalu disebut dari panggung.

    Saya belajar, hari itu, untuk mencintai anak saya tanpa syarat-syarat duniawi. Tanpa mengaitkan cinta dengan ranking, posisi, atau pengakuan dari orang lain. Ia mungkin tidak masuk daftar terbaik versi sekolah, tapi ia masuk dalam daftar doa-doa panjang saya setiap malam.

    Saya tidak ingin anak saya tumbuh dengan tekanan untuk selalu terlihat hebat. Saya ingin ia tumbuh dengan keyakinan bahwa ia dicintai, bahkan saat tidak ada yang menyorotnya. Bahwa dalam setiap usahanya—yang kadang kecil, sunyi, dan tak terlihat—ada mata saya yang melihat, dan hati saya yang bangga. Karena tidak semua cinta harus diumumkan dari atas panggung.

    Ada cinta yang bekerja diam-diam, yang tak membutuhkan sorotan, tapi nyata dalam pelukan, dalam kesabaran menunggu anak tumbuh dengan caranya sendiri, dan dalam keteguhan hati untuk tetap mencintai, apa pun dan siapa pun ia hari ini.

     

     

    Kreator : Iis Rodiah

    Bagikan ke

    Comment Closed: Cinta yang Tak Butuh Panggung

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021