KATEGORI
  • Adat & Budaya
  • Agrikultur
  • Aksi
  • Arsitektur
  • Artikel
  • Asmara
  • Autobiografi
  • autobiography
  • Bahasa & Sastra
  • basedonmyrealitylife
  • Berita Alineaku
  • betonredofficial.com
  • billybets.ch
  • Bisnis
  • Branding
  • Buku
  • Catatan Harian
  • Cerita Anak
  • Cerita Bersambung
  • Cerita Pendek
  • Cerita Rakyat
  • Cerpen
  • Cinta
  • Cita – Cita dan Harapan
  • Dongeng
  • Drama
  • Ekonomi
  • Epos
  • Event
  • Fabel
  • Fanfiction
  • Fantasi
  • Fiksi
  • Gaya Hidup
  • ggbetofficial.de
  • gullybetofficial.com
  • Hiburan
  • Hobi
  • Hubungan Antarpribadi
  • Hukum
  • Humanis
  • Humor
  • Ilmu Manajemen
  • Inspirasi
  • Istri
  • Kampus
  • Karir dan Kewirausahaan
  • Keagamaan
  • Keluarga
  • Kesehatan & Kecantikan
  • Kesehatan Mental
  • Ketenagakerjaan
  • Kisa Masa Kecil
  • Kisah Inspiratif
  • Kritik Media
  • Kuliner
  • Legenda
  • Lifestyle
  • Lingkungan Hidup
  • Madhoe Retna
  • Manajemen
  • mengelola toko
  • Mental Health
  • Metafisika
  • montecryptoscasinos.com
  • Moralitas
  • Motivasi
  • mrpachocasino.ch
  • Nonfiksi Dokumenter
  • Novel
  • novos-casinos
  • Nutrisi
  • Nutrition
  • okrogslovenije
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Pablic
  • Parenting
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendidikan Karir
  • Pendidikan Keuangan
  • pengalaman hidup
  • Pengembangan Diri
  • Perjalanan Hidup
  • Pernikahan
  • Persahabatan
  • Pertemanan
  • Petualangan
  • Petualangan Alam
  • Pilih Kategori
  • Pilih Menu
  • Pin-Up oyunu
  • Pin-UP VCH
  • Pin-Up yukle
  • Politik
  • Post
  • Psikologi
  • Psikologi Sosial
  • Public
  • Puisi
  • Romansa
  • Romantisme kehidupan
  • Rumah Tangga
  • Satir
  • SDM
  • Sejarah
  • Self-Acceptance
  • Self-Awareness
  • Seni & Budaya
  • Sosial
  • spiritual journey
  • Strategi
  • Teknologi
  • Tempat Wisata
  • Traveling
  • Uncategorized
  • Wanita
  • Youth
  • Beranda » Artikel » DI BERANDA RUMAH AKAR DAN KEHANGATAN part 1

    DI BERANDA RUMAH AKAR DAN KEHANGATAN part 1

    BY 01 Mar 2026 Dilihat: 6 kali
    DI BERANDA RUMAH AKAR DAN KEHANGATAN_alineaku

    Aroma Kopi Ayah di Pagi Hari

    Pagi menyibak malam dengan jemari embunnya

    aroma kopi merambat dari dapur yang sepi, 

    ayah duduk membisu, merangkul cangkir tuanya, 

    meneguk kepahitan sebelum mentari berdiri tinggi.

     

    Tangannya seperti akar yang memeluk erat bumi, 

    kasar tertoreh waktu, namun lembut membelai anaknya, 

    matanya adalah telaga menyimpan seribu sunyi,

     dalam dan jernih tak pernah meminta siapa membacanya.

     

    Punggungnya bercerita tentang gunung yang dipikul, 

    bahunya menopang langit agar tak runtuh ke tanah,

     ia menjadi perahu di tengah badai yang memukul,

     mendayung seorang diri tanpa pernah mengeluh lelah.

     

    Kini kuselami makna di setiap teguk kopinya, 

    cinta tanpa suara yang menggetarkan hingga ke tulang. 

    ayah adalah puisi yang tak selesai kupahami maknanya, 

    tiap baitnya pengorbanan yang tak pernah minta dikenang

     

    Doa yang Disulam Ibu

     

    Ibuku tak merapal doa dengan lidah,

    Cintanya adalah kerja yang tak kenal lelah,

    Setiap helai nasihat menjadi benang indah,

    Yang ia sulam dalam jiwaku agar tak goyah. 

     

    Di dapur, ia tumiskan resah menjadi asa,

    Mengubah khawatir jadi hidangan di atas meja,

    Kehangatan sepiring nasi bagai penawar masa,

    Saat dunia di luar terasa dingin dan tanpa jeda. 

     

    Lalu siapakah aku tanpa sulaman itu?

    Tanpa sebuah dekapan hangat saat dunia kelabu,

    Atau bisik nasihatnya yang datang tepat waktu,

    Mungkin hanya ranting patah yang membeku. 

     

    Maka kusadari, doanya bukanlah untaian kata,

    Ia adalah hangatnya nasi dan tebalnya selimut kita,

    Sebuah sulaman hening yang terwujud nyata,

    Dalam tiap hal kecil yang ia beri dengan cinta.

     

    Cermin di Dinding Kamar

     

    Di depan cermin yang diam membisu,

    Kutatap sesosok asing yang terasa aku,

    Matanya menyimpan jejak musim yang lalu,

    Dan guratan samar yang lahir dari pilu

     

    Ia, sang pantulan, diam tak bersuara,

    Namun matanya tajam bagai belati dua sisi,

    “Sudah cukup baikkah engkau, wahai raga?

    Aku terdiam, memeluk ragu di dalam hati

     

    Lalu kulihat lebih dalam, melewati ragu,

    Ada bekas luka yang membuatku jadi aku,

    Ada tawa yang tersisa dari masa lalu,

    Aku adalah mozaik dari rapuh dan syahdu.

     

    Cermin ini bukanlah hakim yang keji,

    Ia hanyalah kawan sunyi yang jujur berjanji,

    Menemaniku belajar memeluk diri sendiri,

    Dan berdamai dengan semua yang telah terjadi.

     

     

    Kreator : Okti

    Bagikan ke

    Comment Closed: DI BERANDA RUMAH AKAR DAN KEHANGATAN part 1

    Sorry, comment are closed for this post.

    Popular News

    • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir begitu saja. Di balik perumusan lima sila yang menjadi pondasi bangsa ini, ada pemikiran mendalam dari para tokoh pendiri bangsa, salah satunya adalah Soekarno. Pemikiran Soekarno dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Lalu, apa saja pemikiran Soekarno tentang dasar negara […]

      Des 02, 2024
    • Dalam dunia pendidikan modern, pendekatan sosial emosional semakin banyak dibahas. Salah satu model yang mendapatkan perhatian khusus adalah **EMC2 sosial emosional**. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Definisi EMC2 sosial emosional? Mengapa pendekatan ini penting dalam pembelajaran? Mari kita bahas lebih lanjut untuk memahami bagaimana EMC2 berperan dalam perkembangan siswa secara keseluruhan. Definisi EMC2 Sosial […]

      Okt 02, 2024
    • Part 15: Warung Kopi Klotok  Sesampainya di tempat tujuan, Rama mencari tempat ternyaman untuk parkir. Bude langsung mengajak Rani dan Rama segera masuk ke warung Kopi Klotok. Rama sudah reservasi tempat terlebih dahulu karena tempat ini selalu banyak pengunjung dan saling berebut tempat yang ternyaman dan posisi view yang pas bagi pengunjung. Bude langsung memesan […]

      Okt 01, 2024
    • Part 16 : Alun – Alun  Kidul Keesokan paginya seperti biasa Bude sudah bangun dan melaksanakan ibadah sholat subuh. Begitupun dengan Rani yang juga melaksanakan sholat subuh. Rani langsung ke dapur setelah menunaikan ibadah sholat subuh. Tidak lama disusul oleh Bude dan langsung mengambil bahan masakan serta mengiris bahan untuk memasak. Rani dan Bude sangat […]

      Okt 16, 2024
    • Rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo memiliki peran sangat penting dalam pembentukan dasar negara Indonesia. Dalam sidang BPUPKI, Mr. Soepomo menjelaskan gagasan ini dengan jelas, menekankan pentingnya persatuan dan keadilan sosial. Dengan demikian, fokusnya pada teori negara integralistik membantu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu kesatuan. Lebih lanjut, gagasan ini tidak hanya membentuk […]

      Okt 21, 2024

    Latest News

    Buy Pin Up Calendar E-book On-line At Low Prices In India After the installation is complete, you’ll have the flexibility […]

    Jun 21, 2021

    Karya Nurlaili Alumni KMO Alineaku Hampir 10 bulan, Pandemi Covid -19 telah melanda dunia dengan cepat dan secara tiba-tiba. Hal […]

    Des 07, 2021

    Karya Lailatul Muniroh, S.Pd Alumni KMO Alineaku Rania akhirnya menikah juga kamu,,,  begitu kata teman2nya menggoda, Yaa,,,Rania bukan anak.yang cantik […]

    Des 07, 2021

    Karya Marsella. Mangangantung Alumni KMO Alineaku Banyak anak perempuan mengatakan bahwa sosok pria yang menjadi cinta pertama mereka adalah Ayah. […]

    Des 07, 2021

    Karya Any Mewa Alumni KMO Alineaku Bukankah sepasang sejoli memutuskan bersatu dalam ikatan pernikahan demi menciptakan damai bersama? Tetapi bagaimana […]

    Des 07, 2021