Bagi kalangan mahasiswa pasti sering menyaksikan atau bahkan mengalami sebuah fenomena yang sudah tidak terlalu asing bagi kalangannya, yaitu fenomena tidur pada saat pembelajaran di ruangan sedang berlangsung. Kenapa fenomena ini masih terwariskan sampai sekarang ini?. Mungkin jawabannya beragam karena tergantung si pelaksananya kenapa. Ada beberapa alasan yang diberikan, Yaitu: Pertama, karena kecapean. Yah. Sebagai seorang yang sedang berjuang dalam hal pendidikan tentunya tidak akan dapat lepas dari namanya penugasan, hal ini terkadang menjadi alasan ataupun penyebab untuk begadang. Hal ini tentunya dapat teratasi dengan memperbaiki manajemen waktu, ketika manajemen waktunya baik maka tentunya waktu istirahat akan ada. Sehingga tidur diwaktu pembelajaran akan terhindari.
Kedua, materi maupun cara penyampaian dari pengajar maupun dosen itu kurang menarik. Hal ini tentunya membutuhkan kerja sama yang sinergis dari kedua pihak, baik dari dosen maupun si mahasiswa, bagi dosen diharapkan menyampaikan materi dengan cara menarik agar mahasiswa mendengarkannya. Sedangkan bagi mahasiswa rasa ingin tahunya harus ditingkatkan agar keinginan dan semangat untuk mendengar materi perkuliahan itu ada. Inilah beberapa alasan yang sering diungkapkan sebagai upaya untuk pembenaran bagi mahasiswa yang sering tidur ketika proses perkuliahan sedang berlangsung. Alasan ini pun secara sekilas terdengar benar, meskipun karena alasan ini sekilas terdengar benar tetapi hal ini tidak dapat membenarkan sesuatu yang salah.
Seharusnya fenomena ini sudah seharusnya kita hapuskan dari dunia perkuliahan, karena perlu kita pahami betapa pentingnya peran yang akan dipikul oleh para pemuda, generasi kehidupan bangsa berada di tangan para pemuda. Jikalau fenomena tidur ini masih tetap ada maka mungkin sulit untuk para generasi selanjutnya untuk memikul ataupun mengembang amanah tersebut. Untuk menghindari fenomena tidur pada saat pembelajaran, maka berikut beberapa langkah-langkah ataupun tips yang dapat dilakukan:
Pertama, menanamkan dan meluruskan niat sebelum ke kampus, jadi sebelum berangkat menuju ke kampus, maka sebaiknya menanamkan dan meluruskan niatnya untuk belajar, karena jikalau niatnya sudah kuat, maka ia akan senantiasa memperhatikan dan mendengarkan dosennya pada saat penyampaian materi kuliah.
Kedua, memikirkan pengorbanan orang tua, kemudian yang juga harus diperhatikan mahasiswa yaitu mengenai pengorbanan orang tuannya, coba renungkan jikalau pada saat tidur di perkuliahan dan pada waktu yang sama orang tua sedang bekerja keras, membanting tulang demi tujuan untuk membiayai pendidikan anaknya. Bagaimana perasaan kedua orang tua jikalau mengetahui bahwa anaknya asyik tidur pada saat perkuliahan.
Yang terakhir yaitu, Ketiga, coba pikirkan secara mendalam bahwa, banyak teman-teman yang lain ingin berada di posisi kita yang sedang belajar di kampus. Maka haruslah mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Adapun salah satu bentuk kesyukuran atas nikmat Allah tersebut, yaitu dengan cara memperhatikan dan serius dalam perkuliahan.
Alhamdulillah, semoga tulisan yang singkat ini dapat menyadarkan kita semua tentang amanah dan tanggung jawab yang sedang kita pikul, baik itu dari orang tua ataupun kita sebagai pemuda.
Sekian, selamat mencari ilmu, semoga bermanfaat dan Allah membantu maupun memudahkan langkah kita semua.
Comment Closed: Fenomena tidur bagi mahasiswa
Sorry, comment are closed for this post.