Aku bisa dari siapa?
Aku hidup untuk apa?
Aku dibimbing oleh siapa?
Aku mati! dalam keadaan seperti apa?
Dalam keheningan hari ini aku bertanya:
“Aku dilahirkan, aku dibesarkan sampai aku bisa hidup dan menghidupi. Siapa hari ini yang akan aku ingat setiap saat?”
Ya… akan selalu bersyukur…
Sang Ilahi membuka mata hatiku.
Aku dibesarkan oleh Guru-guru-ku yang setia dan perkasa dengan keteladannya dan kesabarannya serta keikhlasannya.
Aku tidak tahan meneteskan air mata, jika teringat kembali akan kesadaran ku pada kesetiaan Guru sejati-ku yang selalu menemaniku belajar membuka berbagai tabir Ilmu.
Terbayang sekilas jelas jika Guru-guru-ku menolak kehadiran-ku.
Aku tidak mungkin hadir dengan bahagia.
Aku yakin hadir terpaksa dan menderita,
Jiwa-ku terbelenggu dalam kepalsuan cinta.
Ya Allah … Ya Robbi …
Ampuni Hamba-Mu yang kurang berterima kasih pada Sang Ilahi.
Ya Allah … Ya Robbi …
Aku sungguh merasa mulia karena hidup-ku dalam bimbingan Guru- Guru tercinta.
Keteladanan Guru-ku membuka hati yang mulia,
Kesetiaan Guru-ku adalah modal utama membangun Cinta.
Keikhlasan Guru-ku adalah harapan untuk tidak berpura-pura
Dan…
Hari ini tanggal dua puluh lima November menjadi pengobat rindu bersama Guru-Guru-ku Yang Tak Pernah Memperhitungkan Jasa.
Salam manis untuk Guru-Guru-ku,
Aku bahagia mengingat perjalanan cinta,
Mewujudkan asmara dalam membangun dunia,
Mengasah pendidikan di bangunan sederhana.
Ya Allah…Ya Robbi…
Ampuni dosa -dosa Guru-Guru kami,
Ya Allah…Ya Robbi…
Berikanlah kebahagian akan keikhlasan cinta penuntun Negeri.
Ya Allah…Ya Robbi…
Tumbuhkanlah keteladanan di antara kami,
Untuk Saling Berbagi dan Melayani Anak-anak Generasi Emas ini.
Terima kasih Guru-ku,
Terima kasih Pahlawan-ku.
Tanpa kehadiran-mu disisi-ku,
Hidup-ku sia-sia karena tanpa Ilmu…
Salam dan Doa
Dari Murid-murid-mu
Pegawai Kementerian Agama Republik Indonesia Tercinta.
Cilegon….Juara…
Cilegon …Juara…
Cilegon … Juara…
Kreator : Abdullah Suko
Comment Closed: Guruku
Sorry, comment are closed for this post.