Penulis : Rois Arifianto (Member KMO Alineaku)
Iri adalah salah satu cabang dari penyakit hati. penyakit iri membawa dampak negatif bagi pengidapnya. dia akan berusaha agar nikmat yang didapat oleh seseorang hilang, dia akan merasa senang apabila kenikmatan yang dia irikan hilang dari seseorang.
Sikap iri akan bertambah besar apabila orang yang dia iri kan nikmatnya bertambah besar. Terkadang orang yang merasa iri akan menempuh jalan kejahatan agar nikmat itu hilang dari seseorang.
Al Quran memberikan gambaran yang nyata tentang sikap iri hati dan akibatnya. Kisah yusuf dan saudara – saudaranya mengambarkan bagaimana iri hati saudara – saudara yusuf kepadanya menyebabkan yusuf dibuang kedalam sumur. Bahkan diantara saudara yusuf ada yang mengusulkan untuk membunuh yusuf.
Kisah qabil dan habil juga demikian, karena iri hati kurbannya tidak diterima maka salah satu putra adam tega membunuh saudaranya.
Begitu bahayanya penyakit ini sampai – sampai banyak ulama yang menulis kitab dan bab khusus tentang penyakit hati dan upaya pengobatannya.
Namun, Rosulullah SAW pernah bersabda “ tidak ada yang patut diirikan kecuali dalam dua hal, manusia yang oleh Allah diberikan harta dan dia mampu mengendalikan kejalan yang benar, dan manusia yang diberikan kebijaksanaan ( ilmu ) oleh Allah dan dia mampu mengajarkan dan mengamalkannya “
Imam An Nawawi mencantumkan hadits ini dalam kitabnya adabul ‘alim wa muta’alim ( adab antara guru dan murid dalam menuntut ilmu ) dengan memberikan penjelasan bahwa maksud iri dalam hadits ini adalah dalam artian yang positif yaitu berupa harapan agar bisa meniru dua sifat diatas.
Umar bin Khattab salah satu sahabat yang berusaha mengamalkan hadits nabi diatas. Umar merasa iri dengan abu bakar as shidiq dalam hal banyaknya amalan. Umar merasa selalu kalah dalam hal beramal baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.
Sampai suatu hari Rosulullah mengumumkan para sahabat untuk infak untuk membiayai sebuah ekspedisi perang. Umar berniat mengalahkan abu bakar dalam banyaknya infak maka dia menginfakkan setengah dari harta yang dimilikinya.
Namun ternyata abu bakar menginfakkan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya dan ketika ditanya oleh Rosulullah kamu meninggalkan apa untuk keluargamu ? makaAbu Bakar menjawab Allah dan Rosulnya sudah lebih dari cukup dibandingkan dengan harta yang dia infakkan.
Sejak saat itu Umar merasa tidak mampu mengalahkan Abu Bakar dalam hal amalan sholeh.
Itulah rasa iri yang diperbolehkan didalam agama islam, apabila semua umat islam memiliki “iri” tersebut maka dipastikan akan terjadi perlombaan didalam hal kebaikan dan akan membawa dampak positif bagi kehidupan.
“Naskah ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku, isi naskah sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis”
Comment Closed: Ini Lho Iri Yang Diperbolehkan
Sorry, comment are closed for this post.